Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita Media  >  Artikel saat ini

Cerita Menkeu Bambang Saat Terima Pelajaran Soal Koperasi

Oleh   /   Senin 8 Agustus 2016  /   Tidak ada komentar

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro bercerita pengalaman pribadinya ketika duduk di bangku SMA dan kuliah.

Cerita Menkeu Bambang Saat Terima Pelajaran Soal Koperasi

Cerita Menkeu Bambang Saat Terima Pelajaran Soal Koperasi

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro bercerita pengalaman pribadinya ketika duduk di bangku SMA dan kuliah. Bambang mengakui, pelajaran yang diterimanya waktu itu belum mendukung adanya pengembangan koperasi sebagai penunjang ekonomi nasional.

Bukan tanpa alasan, ‎Bambang mengatakan ketika kuliah sendiri pelajaran yang diterima hanya sebatas sejarah serta pemilahan dengan badan usaha lain. Alhasil, pada realitasnya peran koperasi bagi perekonomian kurang signifikan.

“Saya sendiri karena waktu itu di SMA jurusan IPA harus ambil mata kuliah ekonomi dan sebagian koperasi, dan waktu S1 Fakultas Ekonomi ambil mata kuliah koperasi. Tapi yang saya dapat, dari pegalaman SMA dan universitas yang diajarkan adalah sejarah koperasi, koperasi di pertama di mana,” ‎kata dia dalam acara penandatangan kerja sama pembiayaan antara PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan PT Kopelindo Infrastruktur Indonesia, di Hotel Santika Premiere Jakarta, Jumat (3/6/2016).
‎Padahal, lanjut Bambang, koperasi seharusnya bisa berperan pada perekonomian nasional. Menurut dia, koperasi seharusnya bisa setara dengan badan usaha lain seperti PT yang berguna untuk menggerakkan perekonomian.

Dia menjelaskan, bahkan di negara lain koperasi bisa berkembang dengan baik dan lahir menjadi satu korporasi yang besar.

“‎Koperasi mulai berkembang di Indonesia ‎karena Belanda menjajah cukup lama berhasil mengembangkan koperasi. Kalau tidak salah Rabobank bank yang muncul dari koperasi,” ujar dia.

Oleh kar‎enanya, dia menganggap pentingnya modifikasi untuk mata pelajaran di bangku sekolah dan kuliah. Dia meminta, kementerian terkait untuk menyiapkan kurikulum yang tepat bagi pelajar.

‎”Menurut saya Kementerian Koperasi UKM bisa kerjasama Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenrisetdikti) yang memegang kurikulum fakultas ekonomi agar mata kuliah koperasi  dimodifikasi dan mahasiswa dekat dengan kenyataan. M‎ungkin sejarah cukup 1 pertemuan sisanya belajar mengembangkan koperasi yang baik,” ujar dia. (Amd/Ahm)

Sumber: liputan6.com.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →