Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Ciri-ciri Pokok Sebuah Sistem dan Rumusannya

Oleh   /   Senin 8 April 2013  /   Tidak ada komentar

Ciri-ciri sistem antara lain: bertujuan, punya batas, terbuka, tersusun dari subsistem, ada saling keterikatan dan saling tergantung, merupakan satu kebulatan yang utuh, ada mekanisme kontrol, dan memiliki kemampuan mengatur dan menyesuaikan diri sendiri.

keuanganLSM

Ciri-ciri Pokok Sebuah Sistem dan Rumusannya

Untuk mengetahui sesuatu itu sebuah sistem atau bukan, antara lain dapat dilihat dari ciri-cirinya. Ada beberapa rumusan mengenai ciri-ciri sistem ini yang pada dasarnya satu sama lainnya saling melengkapi. Pada umumnya ciri-ciri sistem itu adalah: bertujuan, punya batas, terbuka, tersusun dari subsistem, ada saling keterikatan dan saling tergantung, merupakan satu kebulatan yang utuh, melakukan kegiatan transformasi, ada mekanisme kontrol, dan memiliki kemampuan mengatur dan menyesuaikan diri sendiri.

Kita ketahui ada unsur-unsur sistem yang berpadu jadi satu, ada tujuan yang hendak dicapai oleh sistem, ada kegiatan yang dilakukan sistem, ada sesuatu yang diolah atau diproses sistem, dan ada sesuatu hasil yang dibuat sistem.

Ciri-ciri sistem antara lain: bertujuan, punya batas, terbuka, tersusun dari subsistem, ada saling keterikatan dan saling tergantung, merupakan satu kebulatan yang utuh, ada mekanisme kontrol, dan memiliki kemampuan mengatur dan menyesuaikan diri sendiri.

Dari berbagai rumusan mengenai ciri-ciri pokok sistem itu dengan ditambah dari berbagai sumber lain, maka dapatlah dirumuskan ciri-ciri pokok sistem itu sebagai berikut:

  1. Setiap sistem mempunyai tujuan.
  2. Setiap sistem mempunyai batas (boundaries) yang memisahkannya dari lingkungannya.
  3. Walau sistem itu mempunyai “batas”, akan tetapi sistem itu bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi juga dengan lingkungannya.
  4. Suatu sistem terdiri dari beberapa subsistem yang biasa pula disebut bagian, unsur, atau komponen.
  5. Walau sistem itu terdiri dari berbagai bagian, unsur-unsur atau komponen, tidak berarti bahwa sistem itu merupakan sekedar kumpulan dari bagian, unsur atau komponen tersebut, melainkan merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu, atau mempunyai sifat wholism atau di dalam lingkungan Psikologi disebut sebagai suatu “Gestalt”.
  6. Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik di dalam (intern) sistem, maupun antara sistem dengan lingkungannya.
  7. Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses mengubah masukan menjadi keluaran. Karena itu maka sistem sering disebut sebagai “processor” atau “transformator”.
  8. Di dalam setiap sistem terdapat mekanisme kontrol dengan memanfaatkan tersedianya umpan balik.
  9. Karena adanya mekanisme kontrol itu maka sistem mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya atau keadaan secara otomatik (dengan sendirinya).

Disarikan dari buku: Pokok-pokok Teori Sistem, Penulis: Drs. Tatang M. Amirin, Halaman: 19-22.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tahapan Penyusunan Anggaran Desa

Selengkapnya →