Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita Media  >  Artikel saat ini

Dana Bansos Mencapai Rp 73 Triliun

Oleh   /   Kamis 10 Januari 2013  /   Tidak ada komentar

Dana bantuan sosial untuk tahun 2013 mencapai Rp 73,6 triliun. Besarnya anggaran serta model penyaluran dana bansos yang sangat fleksibel ditengarai sebagai bentuk rekayasa elite politik untuk meraih popularitas menjelang Pemilihan Umum 2014.

keuanganLSM

Dana Bansos Mencapai Rp 73 Triliun

Sumber: KOMPAS, Sabtu, 5 Januari 2013.

JAKARTA, KOMPAS – Dana bantuan sosial untuk tahun 2013 mencapai Rp 73,6 triliun. Besarnya anggaran serta model penyaluran dana bansos yang sangat fleksibel ditengarai sebagai bentuk rekayasa elite politik untuk meraih popularitas menjelang Pemilihan Umum 2014.

Tahun ini, alokasi dana bansos di sejumlah kementerian naik. Bahkan, untuk Kementerian Pemuda dan Olahraga yang pada 2012 tidak memiliki alokasi dana bansos tahun 2013 dianggarkan Rp 608,65 miliar.

Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Yuna Farhan, Jumat (4/1) di Jakarta, mengatakan, dunia politik mengenal political budget cycle atau manipulasi fiskal setiap menjelang tahun pemilu. Tujuannya, mendongkrak popularitas.

Alokasi dana bansos dalam APBN Perubahan 2012 sebesar Rp 55 triliun. Dengan demikian, dana bansos tahun 2013 meningkat Rp 18 triliun dibandingkan alokasi tahun 2012.

”Bantuan sosial yang tidak memiliki program jelas berpotensi digunakan untuk menarik simpati pemilih,” kata Yuna.

Tarik simpati

Pada 2009 ketika pemilu legislatif dan presiden dihelat, menurut Yuna, berbagai rekayasa anggaran didesain untuk kepentingan menarik simpati pemilih. Misalnya, sebagian kupon bantuan untuk madrasah yang semestinya melalui Kementerian Agama disalurkan sejumlah anggota DPR di daerah pemilihannya secara langsung.

Pada masa reses, anggota DPR tersebut meminta kupon ke Kemenag. Kupon telah dilengkapi tanda tangan pejabat terkait berikut cap resmi. Kolom ”bantuan ditujukan” dikosongkan. Nilai sebagian kupon Rp 50 juta.

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Rizal Djalil, pernah menyatakan, dana bansos periode 2007-2010 mencapai Rp 300 triliun. Dari hasil audit BPK, paling tidak ada 20 kasus penyelewengan dana bansos, sebagian telah divonis di pengadilan. Banyak dana bansos digunakan untuk kepentingan penguasa, baik eksekutif maupun legislatif. Modusnya yakni menggelembungkan anggaran menjelang pemilu atau pemilu kepala daerah. (las)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →