Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Referensi  >  Artikel saat ini

Dari Catatan Keuangan Menjadi Laporan Laba Rugi

Oleh   /   Selasa 18 Maret 2014  /   Tidak ada komentar

Dalam buku ini, penulis menyajikan kasus komprehensif bagaimana mencatat transaksi penjualan, pembelian, pembayaran beban, dan lain sebagainya hingga akhirnya pemilik usaha dapat menghitung laba rugi usaha. Sebagai bonus, penulis juga menyajikan ragam laporan internal dengan memanfaatkan tabel pivot Excel, seperti laporan penjualan per salesman.

KeuanganLSM

Dari Catatan Keuangan Menjadi Laporan Laba Rugi

Penulis: Lilis Setiawati
Penerbit: PT Elex Media Komputindo

Mengelola usaha tanpa mengetahui laba atau rugi, sama dengan seseorang yang berkendara tanpa panel dashbord yang berfungsi. Kita tidak tahu sisa bahan bakar dalam tangki, tidak tahu berapa kilometer kita sudah berkendara sehingga kita tidak tahu kapan harus ganti oli atau harus menjalani servis rutin.

Memang ajaib, kenyataannya, banyak usaha kecil yang bisa terus bertahan (dan bahkan berkembang) tanpa tahu laba rugi usaha mereka. Sementara itu, ada juga pengusaha yang bingung, sekalipun penjualan dan produksi terus berjalan dengan baik, tetapi pemilik harus terus-menerus mebambah dana segar ke dalam perusahaan. Dalam hati, pemilik bertanya-tanya apakah sebenarnya perusahaan ini menguntungkan?

Hal ekstrim yang lain, ada juga usaha yang hancur (collapse) karena pemilik ternyata telah mengambil uang lebih dari laba yang bisa dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Yang berarti, pemilik tanpa sadar, secara perlahan terus mengurangi modal usaha perusahaan mereka sendiri. Andai para pemilik ini tahu laba rugi usaha mereka, mereka akan tahu apa yang seharusnya mereka lakukan.

Dalam buku ini, penulis menyajikan kasus komprehensif bagaimana mencatat transaksi penjualan, pembelian, pembayaran beban, dan lain sebagainya hingga akhirnya pemilik usaha dapat menghitung laba rugi usaha. Sebagai bonus, penulis juga menyajikan ragam laporan internal dengan memanfaatkan tabel pivot Excel, seperti laporan penjualan per salesman (sehingga pengelola usaha tahu, produk mana yang sebenarnya menguntungkan, dan ada tidak produk yang sebenarnya tidak menguntungkan alias merugikan).

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Akuntansi Desa

Selengkapnya →