Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  >  Artikel saat ini

Dari Ketakutan dan Keengganan ke Inovasi Sosial: Tantangan dan Peluang Akuntabilitas

Oleh   /   Senin 16 September 2013  /   Tidak ada komentar

Kebangkitan pengaruh LSM-LSM yang luar biasa selama dua dasawarsa terakhir telah menjadi inovasi sosial terpenting abad kedua puluh. Dan ini, lebih dari segala hal yang lain, telah memicu kepedulian akan akuntabilitas LSM.

keuanganLSM

Dari Ketakutan dan Keengganan ke Inovasi Sosial, Tantangan dan Peluang Akuntabilitas

Kebangkitan pengaruh LSM-LSM yang luar biasa selama dua dasawarsa terakhir telah menjadi inovasi sosial terpenting abad kedua puluh. Dan ini, lebih dari segala hal yang lain, telah memicu kepedulian akan akuntabilitas LSM.

Sebagaimana dipertanyakan oleh majalah Economist, setelah kegagalan perundingan di Seattle pada 1999 untuk memprakarsai sebuah ronde baru perundingan liberalisasi perdagangan di bawah pengawasan WTO: “Apakah kelompok-kelompok warga negara … langkah-langkah pertama menunju sebuah masyarakat sipil internasional (apa pun wujudnya?). Atau apakah mereka mewakili pergeseran kekuasaan yang bahaya menuju kelompok-kelompok kepentingan tertentu yang tidak melalui pemilihan dan tidak akuntabel?”

Dalam penyajian cerita ini, Economist bersikap sangat konservatif, barangkali agak reaksioner dan hipotetis dalam kritiknya terhadap gaya meledak-ledak komunikasi LSM (tercatat misalnya, foto sampul profokatif seorang anak kecil berkulit hitam miskin dengan gugatan apakah LSM menentang kemiskinan atau malah menyebabkannya). Tetapi tidak satu pun di antara semua itu yang mengurangi fakta bahwa tengah terjadi peningkatan kepedulian akan akuntabilitas LSM dan hal itu memang wajar. Secara sederhana, kepedulian tersebut adalah bahwa LSM-LSM, sebagaimana pemerintah yang dipilih dan bisnis milik pribadi kurang memiliki basis yang terdefinisi secara jelas dan memadai sebagai dasar akuntabilitas mereka. Hubungan-hubungan jejaring dan profil publik mereka niscaya dapat menghasilkan elemen-elemen krusial bagi tekanan dan pengawasan. Tetapi mekanisme ini dilihat betul-betul tidak memadai untuk sebuah bentuk organisasi yang telah menjadi begitu penting dalam mempengaruhi sikap-sikap pribadi dan kebijakan serta praktik sektor publik maupun swasta.

 

Perdebatan Terkini

Kepedulian ini memilik sejarah yang kaya, yang kadang kala meleibatkan perdenatan yang canggih tetapi sering membingunkan dan sengit. Perdebatan ini mencakup gabungan elektik berbagai isu dan aspek-aspek, berkisar dari kepedulian-kepedulian langsung tentang kinerja yang disuarakan baik oleh para penerima manfaat maupun pendana, sampai soal korupsi dan peringanan pajak, melintas sampai isu soal seleksi cara LSM-LSM yang lebih kaya melakukan investasi dana-dana mereka, dan kembali lagi ke pertanyaan lama tentang apakah dan dengan cara apa LSM hendaknya diregulasi. Banyak dari perdebatan ini terdokumentasi dengan baik dalam berbagai buku dan artikel, misalnya daftar panjang publikasi oleh Michael Edwards tentang topik ini sampai satu dekade yang lalu dan publikasi oleh David Sogge pada 1990-an, Compassion and Calculation, yang berisi esai-esai berbobot dalam persoalan ini.

Keberhasilan berkelanjutan LSM ialah peningkatan lebih lanjut akuntabilitas. Saksi terhadap perkara ini ialah maraknya topik-topik tentang hal ini, yang berkisar dari prakarsa-prakarsa nasional maupun lapis bahwa yang berasal dari masyarakat sipil sendiri – misalnya di India Filipina; sampai publikasi-publikasi progresif semacam laporan baru-baru ini oleh Sustain-Ability, The 21st Century NGO; bahkan sampai pada serangan yang jelas-jelas bermotif politik dari misalnya the American Enterprise Institute. Artikel Peter Shiras pada tulisan berikut dalam buku ini menawarkan rangkuman mendalam perdebatan ini khusus dalam konteks Amerika Serikat. Singkat kata, tantangan ini dirangkum secara sederhana oleh Michael Edwards dengan sebuah kalimat pada 2000: “Tantangan bagi LSM-LSM ialah memperlihatkan bahwa mereka dapat mempraktikan prinsip-prinsip akuntabilitas yang mereka kampanyekan untuk LSM-LSM lain”.

Disarikan pada buku: Peluang dan Tantangan Akuntabilitas LSM, Pengarang: Zaim Saidi, Hal: 1-4.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Akuntabilitas dan Tranparansi LSM: Perspektif Pemerintah Daerah

Selengkapnya →