Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Definisi Akuntansi

Oleh   /   Sabtu 7 Februari 2015  /   Tidak ada komentar

Ada berbagai pendapat para ahli mengenai definisi akuntansi. Perbedaan tersebut muncul seiring dengan semakin luasnya tuntutan terhadap akuntansi dalam menghadapi perkembangan zaman. Perkembangan perekonomian, semakin kompleksnya transaksi ekonomi, globalisasi informasi, dan pandangan-pandangan baru terhadap hubungan antara perusahaan dan lingkungan sosialnya.

keuanganLSM

Definisi Akuntansi

Ada berbagai pendapat para ahli mengenai definisi akuntansi. Perbedaan tersebut muncul seiring dengan semakin luasnya tuntutan terhadap akuntansi dalam menghadapi perkembangan zaman. Perkembangan perekonomian, semakin kompleksnya transaksi ekonomi, globalisasi informasi, dan pandangan-pandangan baru terhadap hubungan antara perusahaan dan lingkungan sosialnya merupakan penyebab semakin luasnya ruang lingkup akuntansi. Dengan demikian fungsi akuntansi juga akan mengalami perluasan sebagai alat pertanggungjawaban.

Dinamika definisi akuntansi telah mengalami paling tidak empat tahap perkembangan. Definisi yang paling populer adalah akuntansi sebagai seni dan akuntansi sebagai proses aktivitas jasa. Dua definisi tersebut banyak mengandung kelemahan, karena produk seni bersifat subjektif sesuai dengan rasa dan selera, sedangkan produk akuntansi dituntut bersifat objektif.

Agar objektivitas dapat tercapai, maka akuntansi perlu dikembangkan sebagai ilmu (science). Definisi akuntansi sebagai ilmu (science) ternyata juga mengandung kelemahan, karena sebuah “teori” dalam ilmu tidak bersifat mengatur, sedangkan “teori” dalam akuntansi adalah standar dan prinsip akuntansi yang bersifat mengatur. Kemudian muncullah pendapat yang mengatakan bahwa sebenarnya akuntansi itu adalah perekayasaan atau teknologi. Dalam sub-bab ini akan dibahas keempat definisi tersebut, dengan menyajikan berbagai pendapat yang mengembangkan dan sekaligus menyanggah berbagai definisi pada tahap sebelumnya.

Disarikan dari buku: Tujuan Pelaporan Keuangan, Penulis: Suwaldiman, M.Accy., SE., Akt., Hal: 10-11.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Kementerian Koperasi Akan Luncurkan Early Warning System UMKM

Selengkapnya →