Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Definisi Kunci Audit Internal

Oleh   /   Kamis 10 Januari 2013  /   Tidak ada komentar

Pemeriksaan intern merupakan suatu fungsi penilaian yang independen yang ditetapkan dalam suatu organisasi untuk menguji dan menilai activitas organisasi sebagai suatu jasa terhadap organisasi tersebut. Tujuan dari pemeriksaan intern adalah untuk membantu anggota organisasi dalam pelaksanaan yang efektif dari tanggung jawab mereka.

keuanganLSM

Definisi Kunci Audit Internal

‘’Pemeriksaan intern merupakan suatu fungsi penilaian yang independen yang ditetapkan dalam suatu organisasi untuk menguji dan menilai activitas organisasi sebagai suatu jasa terhadap organisasi tersebut. Tujuan dari pemeriksaan intern adalah untuk membantu anggota organisasi dalam pelaksanaan yang efektif dari tanggung jawab mereka. Untuk maksud tersebut, pemeriksaan intern menyediakan anggota organisasi analisis, penilaian, rekomendasi, nasehat, dan informasi yang berhubungan dengan aktivitas yang ditelaah.’’

Penting untuk menekankan kata-kata dan ungkapan-ungkapan kunci yang terkandung dalam pernyataan diatas :

  1. Istilah ‘’intern’’ mengkualifikasi audit dengan menyatakan bahwa audit dilaksanakan oleh karyawan dalam organisasi. Ini membedakannya dari pekerjaan audit yang dilakukan oleh akuntan eksternal atau setiap pihak yang secara langsung bukan merupakan bagian dari organisasi.
  2. Istilah ‘’independen’’ mengkateristikan pekerjaan audit yang bebas dari kendala yang dapat secara signifikan membatasi ruang lingkup dan efektivitas penelaahan atau pelaporan temuan dan simpulan.
  3. Istilah ‘’penilaian’’ mengkonfirmasikan daya tolak penilaian dari pemeriksa intern ketika mereka mengembangkan konklusi.
  4. Istilah ‘’menentukan’’ mengkonfirmasikan penetapan yang definitif, oleh organisasi, tentang peranan dari pemeriksaan intern.
  5. Istilah ‘’menguji dan menilai’’ melukiskan tindakan pemeriksa intern yang mencakup pengujian penemuan fakta dan analisis pertimbangan.
  6. Kata-kata ‘’aktivitas organisasi’’ mengindentifikasi bantuan dan jasa sebagai produk akhir dari semua pemeriksaan intern.
  7. Kata-kata ‘’terhadap organisasi’’ mengkonfirmasikan ruang lingkup jasa total dihubungkan terhadap organisasi secara keseluruhan. Ini termasuk seluruh personil, dewan direksi (termasuk panitia audit) dan pemegang saham.

Tujuan dari pemeriksaan intern adalah untuk membantu anggota organisasi dalam pelaksanaan yang efektif dari tanggung jawab mereka.

Dari definisi diatas, diketahui bahwa pemeriksaan intern mencakup penilaian yang independen sebagai bagian dari sistem pengendalian intern, dan dalam waktu yang bersamaan memberikan nasehat untuk memperbaiki kinerja organisasi. Tujuan selain itu adalah memberikan keyakinan kepada manajemen tentang efisiensi dan efektivitas operasi serta kontribusi mereka terhadap pencapaian tujuan organisasi.

Dalam hubungan ini, pemeriksaan intern berlaku sebagai suatu mekanisme pengendalian dari manajemen senior untuk :

  1. Manajemen/memastikan pengendalian intern yang memadai;
  2. Menelaah keandalan catatan;
  3. Mencegah dan mendeteksi kecurangan;
  4. Memenuhi kewajiban hukum apabila ada;
  5. Memonitor prosedur pelaporan;
  6. Memperkuat keputusan manajemen; dan
  7. Melakukan pelaksanaan ‘’value of-money Appraisal’’.

Disarikan dari buku: Audit Manajemen Kontemporer, Penulis: Drs. Amin Widjaja Tunggal, Ak, MBA; Halaman: 2-3.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

SDM sebagai Gerbang Terakhir

Selengkapnya →