Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Referensi  >  Referensi Buku  >  Artikel saat ini

Demokratisasi atau Kenapa Demokrasi itu Buruk

Oleh   /   Selasa 20 Desember 2011  /   Tidak ada komentar

Demokrasi telah memberi kontribusi yang besar dalam memberikan kemerdekaan bagi umat manusia untuk berbeda pendapat, menyatakan kepentingannya, membentuk kelompoknya, mengaspirasikan hasrat kekuasaannya.

keuangan LSM

Demokratisasi atau Kenapa Demokrasi itu Buruk

Jurnal Wacana: Edisi 18, Tahun VI 2004
Penerbit: INSISTPress, 2004

Demokrasi telah memberi kontribusi yang besar dalam memberikan kemerdekaan bagi umat manusia untuk berbeda pendapat, menyatakan kepentingannya, membentuk kelompoknya, mengaspirasikan hasrat kekuasaannya dengan tujuan mencegah terjadinya  dominasi atau kelompok terhadap kelompok lain.

Demokrasi juga telah sukses menggusur kekejaman dan penindasan rezim otoriter yang mengoyak nilai-nilai kemanusiaan. Tapi demokrasi juga memiliki cacat bawaan yang bisa menelikung cita-cita mulianya dalam sekejap. Dominasi paham liberal membuat teori demokrasi gagal menghilangkan hierarki kelembagaan yang menindas, melahirkan pemerintah elitis, melempangkan kesenjangan dan ketimpangan sosial, dan mengesampingkan mayoritas.

Kata akhirnya adalah, demokrasi telah mati, karena pemerintah nasional hanya mengabdi pada kepentingan korporasi dan kekuasaan hanya dipegang segelintir elite. Edisi kali ini mencoba untuk mengurai secara kritis tatanan politik yang diyakini sebagai bentuk sistem terbaik dari yang terburuk yang dimantapkan lewat berbagai proyek-proyek demokrasi seperti pemilu, good governance, civic education dll. Karenanya, edisi kali ini layak untuk dibaca akademisi, aktivis pergerakan sosial, dan mereka yang konsen pada isu demokrasi.

Wacana, jurnal triwulan yang muncul dengan tujuan untuk menampung berbagai gagasan alternatif. Jurnal yang didedikasikan bagi transformasi sosial sekaligus penguatan masyarakat sipil ini berkeinginan untuk mendorong lahirnya tata masyarakat yang berkeadilan sosial dan demokratis. Agar memiliki relevansi dan dampak langsung bagi transformasi masyarakat, tema dalam setiap edisi mengutamakan isu-isu aktual serta memberi ruang bagi lahirnya teori baru.

Lewat Wacana, selain gagasan alternatif, masyarakat juga akan didorong untuk memiliki keberpihakan pada kaum marjinal guna terwujudnya nilai-nilai keadilan sosial. Dengan dukungan dari berbagai kalangan, Wacana hendak berdiri sebagai elemen kritis masyarakat sipil dalam menyikapi berbagai isu maupun peristiwa yang berlangsung.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Akuntansi Desa

Selengkapnya →