Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita Media  >  Artikel saat ini

Eximbank Fokus Bantu UKM Tembus Pasar Ekspor pada 2018

Oleh   /   Rabu 20 Desember 2017  /   Tidak ada komentar

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank akan fokus melakukan pembinaan terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor di dalam negeri.

Eximbank Fokus Bantu UKM Tembus Pasar Ekspor pada 2018

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank akan fokus melakukan pembinaan terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor di dalam negeri.

Salah satunya melalui jasa konsultasi dan pelatihan guna meningkatkan kualitas produk serta manajemen keuangan UKM berorentasi ekspor.

Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly mengatakan, selain menggenjot penyaluran pembiayaan, pihaknya juga akan fokus memberikan jasa konsultasi bagi para UKM yang ingin naik kelas pada 2018.

“Fokus tahun depan bagaimana tingkatkan kualitas, kuantitas produksi, pengelolaan keuangan pelaku usaha. Ini kita dari LPEI menjadi program untuk masuk di luar financing. Ini akan kita dorong melalui jasa konsultasi,” ujar dia di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (8/12/2017).

Dia menuturkan, upaya untuk meningkatkan kualitas para UKM yang berorientasi ekspor ini bukan hanya akan membawa manfaat bagi para pelaku UKM, tetapi juga bagi LPEI sendiri. Sebab, jika UKM tersebut bisa melakukan ekspor secara berkelanjutan, maka pengembalian pinjaman yang didapat LPEI juga semakin lancar.

“Karena memang keberlangsungan para eksportir ini menjadi hal yang penting bagi kami. Ini harus dimitigasi, jangan sampai di tengah jalan mereka off. Karena UKM yang ekspor ini perlu perhtian lebih dan dukungan, baik dalam dalam produksi, pemasaran dan pengelolaan keuangan. Ini harus diisi supaya ketiga displin ilmu ini bisa menjadi satu mata rantai,” jelas dia.

Namun demikian, kata Sinthya, dalam membina para UKM agar bisa menembus pasar ekspor dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Oleh sebab itu Indonesia Eximbank akan menggandeng kementerian dan lembaga (K/L) terkait agar program pembinaan berjalan dengan baik.‎

“Kita salah satunya hanya penyediaan pembiayaan. Tapi ini ekosistemnya ada Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Badan Ekonomi Kreatif dan lain-lain. Jadi bagaimana ekosistem ini makin terintegrasi. Kita mulai di 2018 ke arah sana, supaya ke depan lebih ke eksensifikasi (produk),” ujar dia.

Sumber: bisnis.liputan6.com.

    Cetak       Email
  • Publish: 1 bulan ago on Rabu 20 Desember 2017
  • By:
  • Last Modified: Desember 21, 2017 @ 10:13 pm
  • Filed Under: Berita Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Kreatif, Koperasi di Garut Ini Olah Sampah Plastik Jadi BBM

Selengkapnya →