Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Faktor Apa Saja yang Digunakan dalam Penilaian Penurunan Nilai Aktiva?

Oleh   /   Senin 14 Januari 2013  /   Tidak ada komentar

Jika perhitungan penilaian aktiva sebelumnya menyatakan jumlah yang dapat dipulihkan lebih besar dari nilai yang tercatat, dan tidak ada peristiwa yang akan mengubah selisih, maka tidak perlu adanya estimasi kembali terhadap jumlah yang dapat dipulihkan.

keuanganLSM

Faktor Apa Saja yang Digunakan dalam Penilaian Penurunan Nilai Aktiva?

Setidaknya, ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan ketika menetapkan penurunan nilai aktiva:

  • Penggunaan aktiva. Aktiva merupakan atau akan mengganggur atau dihentikan.
  • Kerusakan. Aktiva tersebut mengalami kerusakan.
  • Dividen. Dividen dari anak perusahaan atau entitas yang dikendalikan bersama melebihi jumlah total penghasilan komprehensif dari entitas tersebut ketika deviden diumumkan.
  • Perubahan lingkungan. Telah ada atau akan terjadi perubahan negatif yang signifikan terhadap entitas yang berkaitan dengan hukum, ekonomi, teknologi, atau lingkungan pasar.
  • Perubahan suku bunga. Tingkat suku bunga pasar telah meningkat, yang mempengaruhi tingkat diskonto yang digunakan entitas untuk menghitung penilaian aktiva. Ini tidak berlaku untuk perubahan suku bunga jangka pendek dimana tidak mempengaruhi tingkat diskonto untuk aktiva yang memiliki sisa umur yang panjang.
  • Masa manfaat. Aktiva ini direklasifikasikan dari yang mempunyai masa manfaat yang tidak terbatas hingga aktiva yang memiliki masa manfaat yang terbatas.
  • Nilai pasar. Nilai pasar aktiva telah menurun secara signifikan lebih dari yang diharapkan melalui penggunaan biasa atau perjalanan waktu.
  • Ketinggalan zaman. Aktiva tersebut telah ketinggalan zaman.
  • Kinerja. Kinerja ekonomi suatu aktiva baik merupakan atau akan lebih buruk dari yang diharapkan. Ini mungkin termasuk biaya penggunaan meningkat.

Jika analisis sebelumnya menunjukkan nilai aktiva yang dapat dipulihkan tidak sensitif terhadap beberapa item di atas, maka faktor-faktor tersebut perlu dipertimbangkan lagi.

Jika perhitungan penilaian aktiva sebelumnya menyatakan jumlah yang dapat dipulihkan lebih besar dari nilai yang tercatat, dan tidak ada peristiwa yang akan mengubah selisih, maka tidak perlu adanya estimasi kembali terhadap jumlah yang dapat dipulihkan.

Disarikan dari buku: Panduan IFRS, Penulis: Steven M. Bragg, Halaman: 192-193.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tahapan Penyusunan Anggaran Desa

Selengkapnya →