Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Faktor Perhitungan Beban Penyusutan Aktiva Tetap

Oleh   /   Jumat 12 Juli 2013  /   1 Komentar

Masa manfaat atau masa kegunaan yang diharapkan dari aset tetap akan ditetapkan pada saat awal perolehan. Untuk keperluan pajak penghasilan, Direktorat Jenderal Pajak telah menetapkan peraturan mengenai masa kegunaan aset tetap.

keuanganLSM

Faktor Perhitungan Beban Penyusutan Aktiva Tetap

Terdapat tiga faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan jumlah beban penyusutan (beban depresiasi) aset tetap, yaitu:

  1. biaya perolehan aset tetap
  2. masa manfaat yang diharapkan, dan
  3. perkiraan nilai aset tetap pada akhir masa manfaat (nilai residu/nilai sisa)

Masa manfaat atau masa kegunaan yang diharapkan dari aset tetap akan ditetapkan pada saat awal perolehan. Untuk keperluan pajak penghasilan, Direktorat Jenderal Pajak telah menetapkan peraturan mengenai masa kegunaan aset tetap, sebagai berikut :

Harta berwujud yang bukan bangunan terdiri dari empat kelompok, yaitu:

  1. Kelompok 1: kelompok harta berwujud bukan bangunan yang mempunyai masa manfaat 4 tahun.
  2. Kelompok 2: kelompok harta terwujud bukan bangunan yang mempunyai masa manfaat 8 tahun.
  3. Kelompok 3: kelompok harta terwujud bukan bangunan yang mempunyai masa manfaat 16 tahun.
  4. Kelompok 4: kelompok harta terwujud bukan bangunan yang mempunyai masa manfaat 20 tahun.

Harta terwujud yang berupa bangunan dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Permanen: masa manfaatnya 20 tahun.
  2. Tidak permanen: bangunan yang bersifat sementara, terbuat dari bahan yang tidak tahan lama, atau bangunan yang dapat dipindah-pindahkan. Masa manfaatnya tidak lebih dari 10 tahun.

Nilai residu atau nilai sisa (residual value) harus diperkirakan pada saat aset disiapkan untuk menyediakan jasa. Jika aset tetap diasumsikan tidak memiliki sama sekali nilai sisa pada akhir masa manfaatnya, maka biaya perolehan aset tetap harus dibagi secara sistematis selama masa kegunaannya sebagai beban penyusutan.

Akan tetapi, jika aset tetap diharapkan memiliki nilai residu yang signifikan, maka selisih antara biaya perolehan dan nilai residunya (biaya aset yang dapat disusutkan atau depreciable cost) menjadi jumlah yang dibagi selama masa kegunaan aset sebagai beban penyusutan.

Jika aset tetap diperoleh selama setengah bulan awal dalam bulan bersangkutan (misalnya tanggal 1 – 15), maka dalam perhitungan penyusutan dianggap perolehan aset tetap terjadi pada hari pertama bulan bersangkutan, dengan demikian biaya penyusutan aset tetap dihitung untuk satu bulan penuh.

Jika aset tetap diperoleh pada setengah bulan akhir dalam bulan bersangkutan (misalnya tanggal 16 – 28/29/30/31), dianggap perolehan aset tetap terjadi pada hari pertama bulan berikutnya, dengan demikian biaya penyusutan aset tetap dihitung mulai pada bulan berikutnya.

Tiga metode yang paling sering digunakan dalam penyusutan aktiva tetap adalah adalah:

  1. Metode garis lurus,
  2. Metode unit produksi, dan
  3. Metode saldo menurun ganda.

Menurut Direktorat Jenderal Pajak, metode penyusutan yang dapat dipergunakan adalah metode garis lurus (straight line method) dan metode saldo menurun (declining balance method).

Wajib pajak diperkenankan untuk memilih salah satu metode untuk melakukan penyusutan. Metode garis lurus diperkenankan dipergunakan untuk semua kelompok harta tetap terwujud. Sedangkan metode saldo menurun hanya diperkenankan digunakan untuk kelompok harta berwujud bukan bangunan saja.

    Cetak       Email

1 Comment

  1. Irma berkata:

    Selamat Sore.

    “Jika aset tetap diperoleh selama setengah bulan awal dalam bulan bersangkutan (misalnya tanggal 1 – 15), maka dalam perhitungan penyusutan dianggap perolehan aset tetap terjadi pada hari pertama bulan bersangkutan. Jika aset tetap diperoleh pada setengah bulan akhir dalam bulan bersangkutan (misalnya tanggal 16 – 28/29/30/31), dianggap perolehan aset tetap terjadi pada hari pertama bulan berikutnya”

    mohon info,
    menurut PSAK no berapa mba?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Daftar Istilah Neraca Laporan

Selengkapnya →