Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Fasilitas Perpajakan Apa Saja yang Diperoleh Wajib Pajak?

Oleh   /   Kamis 13 Oktober 2011  /   Tidak ada komentar

Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu (WP OPPT), yakni Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha sebagai pedagang pengecer ditetapkan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 0,75 persen dari peredaran bruto setiap bulan.

keuanganLSM

Fasilitas Perpajakan Apa Saja yang Diperoleh Wajib Pajak?

Saat ini, DJP sedang mengkaji peraturan perundang-undangan perpajakan yang lebih sederhana, adil, dan memberikan kepastian hukum, sehingga Wajib Pajak dapat melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan. Di samping itu, selama ini kepada Wajib Pajak telah diberikan fasilitas-fasilitas antara lain berupa :

 

Pajak Penghasilan:

  • Pengurangan tarif PPh Badan sebesar 50 persen dari tarif umum bagi Wajib Pajak Badan yang mempunyai peredaran bruto sampai dengan Rp 50 milyar.
  • Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu (WP OPPT), yakni Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha sebagai pedagang pengecer melalui tempat kegiatan usaha. Terhadap WP OPPT ditetapkan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 0,75 persen dari peredaran bruto setiap bulan.
  • Fasilitas Pajak Penghasilan untuk penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu dan/atau di daerah-daerah tertentu, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 1 Tahun 2007 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 62 Tahun 2008.

Khusus kepada Wajib Pajak UMKM tertentu, yaitu yang mempunyai omzet sampai dengan jumlah tertentu, akan diberikan insentif berupa pembebanan pajak yang lebih rendah dan administrasi perpajakan yang lebih sederhana terkait dengan pengukuhan, penyetoran dan pelaporan pajaknya.

 

Pajak Pertambahan Nilai:

Penggunaan pedoman penghitungan pengkreditan Pajak Masukan :

  1. 90 persen dari Pajak Keluaran, bagi Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan kendaraan bermotor bekas secara eceran;
  2. 80 persen dari Pajak Keluaran, bagi Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan emas perhiasan secara eceran;
  3. Bagi Pengusaha Kena Pajak yang mempunyai peredaran usaha dalam satu tahun buku tidak melebihi Rp 1,8 milyar:
    • 60 persen dari Pajak Keluaran untuk penyerahan Jasa Kena Pajak; atau
    • 70 persen dari Pajak Keluaran untuk penyerahan Barang Kena Pajak

Dengan adanya insentif berupa pembebanan pajak yang lebih rendah dan administrasi perpajakan yang lebih sederhana terkait dengan pengukuhan, penyetoran dan pelaporan pajaknya tersebut, diharapkan WP UMKM akan merasa lebih berpartisipasi/berkontribusi terhadap pembangunan negara ini dengan melaksanakan kewajiban perpajakannya, sehingga rasa memiliki warga negara terhadap negaranya akan semakin meningkat.

Informasi Lebih Lanjut:

Apabila Wajib Pajak masih ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut tentang pelaksanaan SPN, dapat mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau menghubungi Kring Pajak 500200. Informasi perpajakan juga dapat diperoleh dengan mengunjungi situs Direktorat Jenderal Pajak dengan alamat www.pajak.go.id

INGAT! Semua kegiatan Sensus Pajak Nasional (SPN) tidak dipungut biaya.

Sumber: Info Pajak 2011, merupakan kerjasama Direktorat Jenderal Pajak dengan Tim Iklan Kompas.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

SDM sebagai Gerbang Terakhir

Selengkapnya →