Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Format Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak

Oleh   /   Selasa 23 Desember 2014  /   Tidak ada komentar

Format Kode Faktur Pajak terdiri atas 6 (enam) digit, yaitu: 2 (dua) digit pertama adalah Kode Transaksi, 1 (satu) digit berikutnya adalah Kode Status, 3 (tiga) digit berikutnya adalah Kode Cabang.

keuanganLSM

Format Kode Faktur Pajak terdiri atas 6 (enam) digit, yaitu:

  • 2 (dua) digit pertama adalah Kode Transaksi
  • 1 (satu) digit berikutnya adalah Kode Status
  • 3 (tiga) digit berikutnya adalah Kode Cabang

Format Nomor Seri Faktur Pajak terdiri atas 10 (sepuluh) digit, dengan rincian sebagai berikut:

  • 2 (dua) digit pertama adalah Tahun Penerbitan
  • 8 (delapan) digit berikutnya adalah Nomor Urut

Sehingga format Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak secara keseluruhan menjadi sebagai berikut:

Penulisan Kode dan Nomor Seri pada Faktur Pajak harus lengkap sesuai dengan banyaknya digit. Contoh penulisan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak berikut artinya:

010.000-07.00000001,  Berarti penyerahan kepada selain Pemungut PPN, Faktur Pajak Normal (bukan Faktur Pajak Pengganti), diterbitkan tahun 2007 dengan nomor urut 1.

011.000-07.00000005,  Berarti penyerahan kepada selain Pemungut PPN, Faktur Pajak Pengganti. Faktur Pajak Pengganti diterbitkan

Disarikan dari buku: Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai & Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Penulis: Assoc.Prof. DR. Gustian Djuanda, Irwansyah Lubis, SE, Msi, Hal: 83-84.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pajak Penghasilan Pasal 23

Selengkapnya →