Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Fungsi Akuntansi Laporan Keuangan

Oleh   /   Rabu 1 April 2015  /   Tidak ada komentar

Ada beberapa kelompok orang/pihak yang berkepentingan terhadap informasi yang dihasilkan oleh akuntansi. Laporan keuangan yang merupakan hasil proses dari akuntansi dijadikan sebagai dasar bagi pihak-pihak yang berkepentingan di dalam pengambilan keputusan.

keuanganLSM

Fungsi Akuntansi Laporan Keuangan

Ada beberapa kelompok orang/pihak yang berkepentingan terhadap informasi yang dihasilkan oleh akuntansi. Laporan keuangan yang merupakan hasil proses dari akuntansi dijadikan sebagai dasar bagi pihak-pihak yang berkepentingan di dalam pengambilan keputusan. Bagi para pemakainya, akuntansi menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan aktivitas secara efisien serta mengevaluasi aktivitas-aktivitas suatu unit organisasi. Ada dua fungsi pokok informasi yang dihasiikan akuntansi, yaitu[1] (1) untuk dasar dalam membuat perencanaan yang efektif, pengawasan dan pengambilan keputusan oleh manajemen; dan (2) sebagai alat pertanggungjawaban organisasi kepada para investor, kreditor, badan pemerintah, dan sebagainya. Dengan demikian ada dua kelompok pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan, yaitu pihak intern (manajemen) dan pihak ekstern, Pihak ekstern terdiri dari investor, kreditor, badan pemerintah, dan pihak lain yang mempunyai hubungan searah maupun timbal balik dengan perusahaan/unit organisasi bersangkutan.

Manajemen bertanggungjawab dalam mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan hasil atas modal yang digunakan. Data akuntansi diperlukan oleh manajemen sebagai alat bantu dalam membuat keputusan misalnya mengenai anggaran, pemilihan alternatif investasi dan lain-lain.

Untuk tujuan pengendalian manajemen memerlukan data akuntansi terutama mengenai penerimaan dan pengeluaran kas, penjualan dan pembelian yang dilakukan di dalam mengoperasikan perusahaan, serta perolehan dan tingkat persediaan yang dipertahankan. Data akuntansi juga mencerminkan kinerja manajemen dalam mengelola perusahaan. Fungsi pokok akuntansi keuangan bagi manajemen adalah sebagai alat pertanggung jawaban kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas perusahaan, misalnya investor, pemilik, kreditor, pemerintah, dan masyarakat.

Pemilik menanamkan modalnya ke dalam perusahaan dengan harapan akan mendapat hasil atas kontribusi modalnya. Mereka juga berkepentingan terhadap stabilitas keuangan perusahaan sebagai jaminan terhadap keselamatan investasi yang ditanamkan. Pemilik menggunakan data akuntansi untuk mengetahui aliran kas di masa sekarang dan mungkin masa mendatang, serta untuk mengetahui solvabilitas dan profitabilitas perusahaan.

Para kreditor berkepentingan terhadap laporan keuangan terutama untuk menentukan stabilitas keuangan guna menentukan kebijakan dalam pemberian kredit. Mereka terutama melihat terhadap likuiditas perusahaan, yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Mereka juga memerlukan jawaban atas pertanyaan apakah perusahaan mampu mengembalikan pinjamannya dalam jangka waktu tertentu, apakah perusahaan cukup solvable dan apakah perusahaan cukup profitable. Investor dan kreditor sebelum mengambil keputusan apakah modalnya diinvestasikan ke saham suatu perusahaan atau ke perusahaan lain.  mereka perlu mengetahui mengenai informasi tentang solvabilitas perusahaan dan kekuatan finansial, terutama kemampuan manajemen seperti ditunjukkan oleh kapasitasnya dalam memperoleh pendapatan.

Para karyawan suatu perusahaan menghendaki jaminan akan kestabilan kerja mereka (steady of employment). Mereka juga berkepentingan terhadap earning capacity, terutama pada perusahaan yang membagikan sebagian keuntungannya kepada karyawan. Oleh karena, itu karyawan membutuhkan laporan keuangan sebagai dasar informasi untuk menentukan sikapnya kepada perusahaan.

Pemerintah juga membutuhkan data akuntansi sebagai dasar pengenaan pajak. Selain itu juga untuk menentukan kebijaksanaan pengendalian harga secara makro bagi industri. Masyarakat sebagai konsumen produk yang dihasilkan industri juga, berkepentingan terhadap mapannya pengendalian akuntansi (the establishment of good accounting control) sebagai salah satu cara untuk mengurangi biaya produksi, biaya distribusi; yang keduanya mempengaruhi secara langsung harga produk industri yang mereka beli.

Hubungan antara perusahaan dan masyarakat akan melahirkan apa yang disebut dengan tanggungjawab sosial perusahaan (social responsibilities). Tanggungjawab sosial perusahaan tidak hanya terbatas pada efisiensi produk yang dibeli konsumen saja. Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan terhadap lingkungannya juga merupakan tanggungjawab yang harus diungkap. Bagaimana perusahaan mempertanggung,jawabkan atas polusi yang ditimbulkan, apakah perusahaan cukup peduli terhadap kesejahteraan karyawannya, apakah perusahaan memperhatikan kesejahteraan sosial melalui keterlibatannya dalam aktivitas sosial, misalnya pendidikan, pariwisata, dan aktivitas sosial lainnya. Pada prinsipnya perusahaan bertanggungjawab pula terhadap tercapainya tujuan sosial ekonomik nasional.

Tanggungjawab manajemen terhadap pihak investor, kreditor dan kepada pihak-pihak lain yang hanya terbatas pada kepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomik, telah dipenuhi melalui media akuntansi keuangan (akuntansi konvensional). Tanggungjawab sosial perusahaan belum lazim diungkap dalam bentuk laporan akuntansi. Menurut hemat penulis perlu adanya perluasan terhadap ruang lingkup akuntansi keuangan, agar tanggungjawab sosial perusahaan bisa dilaporkan melalui media akuntansi, paling tidak sebagai elemen pelengkap laporan keuangan eksternal.

[1] Al Haryono Jusup, Dasar-dasar Akuntansi, Edisi 4 (Yogyakarta:STIE YKPN 1992), hal 4.

Disarikan dari buku: Tujuan Pelaporan Keuangan, Penulis: Suwaldiman, M.Accy., SE., Akt., Hal: 18-20.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pajak Penghasilan Pasal 23

Selengkapnya →