Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Fungsi dan Jenis Surat Setoran Pajak

Oleh   /   Selasa 7 Februari 2012  /   Tidak ada komentar

Adapun pengertian Surat Setoran Pajak adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan.

keuanganLSM

Fungsi dan Jenis Surat Setoran Pajak

Dalam transaksi pembayaran yang umum terjadi, setiap melakukan pembayaran dengan uang selalu ada tanda bukti penerimaannya. Misalnya kuitansi pembayaran, atau struk pembayaran, atau nota pembayaran, dan lainnya. Namun, untuk pembayaran pajak tidak menggunakan berbagai sarana yang telah disebutkan di atas. Melainkan ada sarana administrasi khusus yang disebut sebagai Surat Setoran Pajak atau SSP. Penggunaan sarana ini terkait dengan sistem pembayaran kepada negara, utamanya akan masuk ke kas negara, yakni dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Adapun pengertian Surat Setoran Pajak adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. Pengertian lain juga menyebutkan bahwa SSP adalah surat yang digunakan oleh Wajib Pajak untuk melakukan pembayaran atau penyetoran pajak yang terutang ke kas negara melalui Kantor Penerima Pembayaran.

Fungsi dari Surat Setoran Pajak

Mengingat bahwa SSP sangat penting dalam pembayaran atau penyetoran pajak, maka Surat Setoran Pajak berfungsi sebagai bukti pembayaran pajak bila telah disahkan oleh Pejabat kantor penerima pembayaran yang berwenang, atau bila telah mendapatkan validasi dari pihak lain yang berwenang.

SSP Standar dapat digunakan untuk pembayaran semua jenis pajak yang dibayar melalui Kantor Penerima Pembayaran yang belum terhubung secara on-lin e tapi masih berhak menerima pembayaran pajak, dan untuk penyetoran/pemungutan PPh Pasal 22 Bendaharawan dan atau PPN Bendaharawan.

Jenis Surat Setoran pajak

Surat Setoran Pajak sebagai sarana administrasi untuk melakukan pembayaran, terdiri dari:

  • Surat Setoran Pajak Standar;
  • Surat Setoran Pajak Khusus;
  • Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak dalam Rangka Impor;
  • Surat Setoran Cukai atas Barang Kena Cukai dan PPN Hasil Tembakau Buatan dalam Negeri.

Masing-masing pengertian jenis Surat Setoran Pajak tersebut adalah sebagai berikut:

SSP Standar adalah surat yang digunakan oleh Wajib Pajak atau berfungsi untuk melakukan pembayaran atau penyetoran pajak yang terutang ke Kantor Penerima Pembayaran, dan digunakan sebagai bukti pembayaran dengan bentuk, ukuran, dan isi yang telah ditetapkan.

SSP Khusus adalah bukti pembayaran atau penyetoran pajak terutang ke Kantor Penerima Pembayaran yang dicetak oleh Kantor Penerima Pembayaran dengan menggunakan mesin transaksi dan/atau alat lainnya yang isinya sesuai dengan yang telah ditetapkan, dan mempunyai fungsi yang sarna dengan SSP Standar dalam administrasi perpajakan.

Surat Setoran Pabean, Cukai, dan Pajak dalam Rangka Impor (SSPCP) adalah SSPyang digunakan oleh Importir atau Wajib Bayar dalam rangka impor.

Surat Setoran Cukai atas Barang Kena Cukai dan PPN Hasil Tembakau Buatan dalam Negeri (SSCP) adalah SSP yang digunakan oleh Pengusaha untuk cukai atas Barang Kena Cukai dan PPN hasil tembakau buatan dalam negeri.

Unsur Pokok yang ada dalam Surat Setoran Pajak

Terkait dengan administrasi perpajakan bagi Wajib Pajak, demikian halnya dengan administrasi keuangan negara dalam APBN, dalam SSP terdapat beberapa unsur pokok yang dicantumkan. Adapun unsur pokok tersebut adalah sebagai berikut.

Untuk SSP Standar, paling sedikit memuat keterangan-keterangan sebagai berikut:

  1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  2. Nama dan alamat Wajib Pajak;
  3. Identitas Kantor Penerima Pembayaran;
  4. Mata Anggaran Penerimaan (MAP)/Kode Jenis Pajak dan Kode Jenis Setoran;
  5. Masa Pajak dan/atau Tahun Pajak;
  6. Nomor Ketetapan (untuk pembayaran: STP, SKPKB, atau SKPKBT);
  7. Iumlah dan Tanggal Pembayaran;
  8. Uraian pembayaran; dan
  9. Nomor Transaksi Pembayaran Pajak (NTPP) dan/atau Nomor Transaksi Bank (NTB) atau Nomor Transaksi Pos (NTP).

Berapa Lembar/Rangkap Surat Setoran Pajak Itu?

SSP Standar dibuat rangkap 5 (lima) dengan peruntukan:

  1. Lembar ke-1: Untuk Arsip Wajib Pajak;
  2. Lembar ke-2: Untuk Kantor Pelayanan Pajak (KPP) melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN);
  3. Lembar ke-3: Untuk dilaporkan oleh Wajib Pajak ke KPP;
  4. Lembar ke-4: Untuk arsip Kantor Penerima Pembayaran;
  5. Lembar ke-5: Untuk arsip Wajib Pungut atau pihak lain sesuai dengan ketentuan perundangan perpajakan yang berlaku.

SSP Khusus dicetak:

  1. Pada saat transaksi pembayaran atau penyetoran pajak sebanyak 2 (dua) lembar, yang berfungsi sama dengan lembar ke-1 dan lembar ke-3 SSP Standar;
  2. Terpisah sebanyak 1 (satu) lembar, yang berfungsi sarna dengan lembar ke-2 SSP Standar untuk diteruskan ke KPPN sebagai lampiran Daftar Nominatif Penerimaan (DNP).

SSPCP dibuat dalam rangkap 8 (delapan) dengan peruntukan:

  1. Lembar ke- 1a: Untuk KPBC melalui Penyetor/Wajib Pajak;
  2. Lembar ke-1b: Untuk Penyetor/Wajib Pajak;
  3. Lembar ke-2a: Untuk KPBC melalui KPPN;
  4. Lembar ke-2b dan ke-2c: Untuk KPP melalui KPPN;
  5. Lembar ke-3a dan ke-3b: Untuk KPP melalui Penyetor/WP atau KPBC;
  6. Lembar ke-4: Sedangkan SSCP

Sedangkan SSCP dibuat dalam rangkap 6 (enam) dengan peruntukan:

  1. Lembar ke-1a: Untuk KPBC melalui Penyetor/Wajib Pajak;
  2. Lembar ke-1b: Untuk Penyetor/Wajib Pajak;
  3. Lembar ke-2a: Untuk KPBC melalui KPPN;
  4. Lembar ke-2b: Untuk KPP melalui KPPN;
  5. Lembar ke-3: Untuk KPP melalui Penyetor/Wajib Pajak;
  6. Lembar ke-4: Untuk Bank Persepsi atau PT Pos Indonesia

Mata Anggaran Penerimaan (MAP) untuk Surat Setoran Pajak

Berhubung SSP digunakan untuk melakukan pembayaran atas semua jenis pajak, sedangkan pengadministrasian setiap jenis pajak adalah sendiri-sendiri dalam kas negara (APBN), maka perlu ada Mata Anggaran Penerimaan (MAP) untuk setiap jenis pembayaran pajak. Satu SSP Standar maupun SSP Khusus hanya dapat digunakan untuk pembayaran satu jenis pajak, dan untuk satu Masa Pajak atau satu Tahun Pajak surat ketetapan pajak Surat Tagihan Pajak dengan menggunakan satu MAP/Kode Jenis Pajak dan satu Kode Jenis Setoran. ”

Berikut adalah MAP untuk setiap jenis pembayaran pajak yang digunakan untuk keperluan pengisian SSP dan perekamannya di bank persepsi atau pos persepsi, maupun di Direktorat Jenderal Pajak.

No.      MAP Baru      Uraian

  1. 411121           Untuk Jenis Pajak PPh Pasa121
  2. 411122           Untuk Jenis Pajak PPh Pasa122
  3. 411123           Untuk Jenis Pajak PPh Pasal 22 Impor
  4. 411124           Untuk Jenis Pajak PPh Pasal 23
  5. 411125           Untuk Jenis Pajak PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi
  6. 411126           Untuk Jenis Pajak PPh Pasa125129 Badan
  7. 411127           Untuk Jenis Pajak PPh Pasal 26
  8. 411128           Untuk Jenis Pajak PPh Final dan Fiskal Luar Negeri
  9. 411129           Untuk Jenis Pajak PPh Non-Migas Lainnya
  10. 411111           Untuk Jenis Pajak PPh Minyak Bumi
  11. 411112           Untuk Jenis Pajak PPh Gas Alam
  12. 411113           Untuk Jenis Pajak PPh Lainnya dari Minyak Bumi
  13. 411119           Untuk Jenis Pajak PPh Migas Lainnya
  14. 411211           Untuk Jenis Pajak PPN dalam Negeri
  15. 411212           Untuk Jenis Pajak PPN Impor
  16. 411221           Untuk Jenis Pajak PPnBM dalam Negeri
  17. 411222           Untuk Jenis Pajak PPnBM Impor
  18. 411219           Untuk Jenis Pajak PPN Lainnya
  19. 411229           Untuk Jenis Pajak PPnBM Lainnya
  20. 411611           Untuk Bea Materai
  21. 411612           Untuk Penjualan Benda Materai
  22. 411619           Untuk Pajak Tidak Langsung Lainnya
  23. 411621           Untuk Bunga Penagihan PPh
  24. 411622           Untuk Bunga Penagihan PPN
  25. 411623           Untuk Bunga Penagihan PPnBM
  26. 411624           Untuk Bunga Penagihan PTLL

Disarikan dari buku: Cara Menghindari 37 Larangan Perpajakan, Penulis: Liberti Pandiangan, Halaman:167-172.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pemkab Batang Dorong Pelaku UMKM agar Manfaatkan Teknologi

Selengkapnya →