Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Fungsi Jurnal Pembalik dalam Akuntansi

Oleh   /   Rabu 1 Januari 2014  /   Tidak ada komentar

Tidak semua jurnal penyesuaian di akhir periode perlu jurnal pembalik. Karena hanya beberapa transaksi saja yang memerlukan jurnal pembalik pada awal periode berikutnya.

keuanganLSM

Fungsi Jurnal Pembalik dalam Akuntansi

Tidak semua jurnal penyesuaian di akhir periode perlu jurnal pembalik. Karena hanya beberapa transaksi saja yang memerlukan jurnal pembalik pada awal periode berikutnya. Jurnal-jurnal penyesuaian mana sajakah yang memerlukan jurnal pembalik?

Dalam akuntansi, pembuatan ayat jurnal pembalik (reversing entries) adalah sifatnya pilihan (optional). Ayat jurnal pembalik ini biasanya akan dibuat pada setiap awal periode akuntansi dengan cara membalik ayat jurnal penyesuaian yang telah dibuat pada akhir periode akuntansi sebelumnya.

Ada 4 hal (item) yang perlu dibuatkan ayat jurnal pembalik, yaitu:

  • Ayat jurnal penyesuaian atas beban yang masih harus dibayar/beban akrual/ utang akrual, seperti beban upah yang masih harus dibayar (utang upah) dan beban bunga yang masih harus dibayar (utang bunga).
  • Ayat jurnal penyesuaian atas pendapatan yang masih harus diterima/pendapatan akrual/piutang akrual, seperti pendapatan bunga yang masih harus diterima (piutang bunga).
  • Ayat jurnal penyesuaian atas biaya dibayar di muka yang mula-mula dicatat langsung sebagai beban bukan sebagai aktiva/prepaid, seperti biaya sewa dibayar di muka (prepaid rent) yang mula-mula dicatat sebagai beban sewa (rent expense), biaya iklan dibayar di muka (prepaid advertising) yang mula-mula dicatat sebagai beban iklan (advertising expense), dan biaya asuransi dibayar di muka (prepaid insurance) yang mula-mula dicatat sebagai beban asuransi (insurance expense).
  • Ayat jurnal penyesuaian atas pendapatan diterima di muka yang mula-mula dicatat langsung sebagai pendapatan bukan sebagai utang, seperti pendapatan sewa diterima di muka (unearned rent revenue) yang mula-mula dicatat sebagai pendapatan sewa (rent revenue), dan lain-lain. Ingat kembali bahwa unearned rent revenue merupakan komponen dari neraca yaitu sebagai utang, sedangkan rent revenue merupakan komponen dari laporan laba rugi yaitu sebagai pendapatan lain-lain (other income).

Disarikan dari buku: 225 Soal-Jawaban Akuntansi Dasar, penulis: Hery,S.E.,M.Si, halaman: 7–8.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →