Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Umum  >  Artikel saat ini

Koperasi: Fungsi dan Penerapan Strategi Pemasaran

Oleh   /   Kamis 31 Mei 2012  /   Tidak ada komentar

Pemasaran adalah suatu konsep yang berkaitan dengan hubungan antara suatu organisasi dengan lingkungannya. Dalam hal koperasi fungsi pemasaran sangat terkait dengan jenis-jenis koperasi yang didasarkan pada dua kriteria yaitu: peran organisasi koperasi terhadap para anggotanya, dan jenis anggota pemilik.

keuangan LSM

Perkembangan konsep pemasaran mutakhir sebenarnya justru mendekati konsep koperasi

Pemasaran adalah suatu konsep yang berkaitan dengan hubungan antara suatu organisasi dengan lingkungannya. Dalam hal koperasi fungsi pemasaran sangat terkait dengan jenis-jenis koperasi yang didasarkan pada dua kriteria yaitu: peran organisasi koperasi terhadap para anggotanya, dan jenis anggota pemilik. (Nilsson, 1994), seperti pada Tabel dibawah. Pada Tabel tersebut dapat diketahui ada 4 (empat) jenis fungsi pemasaran dari 4 (empat) jenis pemasaran di koperasi:

  1. Pengadaan pada koperasi konsumsi.
  2. Pengadaan pada koperasi produsen.
  3. Pemasaran pada koperasi pekerja atau jasa keahlian atau koperasi produksi.
  4. Pemasaran pada koperasi produsen.

Masing-masing fungsi pemasaran memiliki penekanan khusus dari berbagai bauran pemasaran.

Tabel: Klasifikasi Bentuk Usaha Koperasi

PERAN ORGANISASI DARI PEMILIK

JENIS ANGGOTA PEMILIK

PERORANGAN/RUMAH TANGGA

PENGUSAHA

Integrasi ke belakang: Penyediaan barang dan jasa. Koperasi Konsumsi Koperasi Pengadaan (Koperasi Produsen)
Integrasi ke depan: Penawaran barang dan jasa Koperasi.Pekerja. Koperasi Pemasaran

Sumber: Marketing Strategies of Cooperatives, Nillson (1994).

Penerapan Manajemen Pemasaran Strategik di Koperasi

Perkembangan konsep pemasaran mutakhir sebenarnya justru mendekati konsep koperasi. Pemasaran mutakhir/kontemporer/strategik memfokuskan kegiatan pada stake-holder (pihak-pihak terkait) dengan tujuan kemaslahatan stake-holder, dengan menggunakan alat manajemen strategik.

Di koperasi fokus selain pada anggota juga pada masyarakat dan lingkungan jadi bukan semata-mata pada pemilik usaha maupun pelanggan. Dengan demikian dalam kaitannya dengan fungsi pemasaran sebenarnya secara konseptual koperasi sudah lebih maju daripada bentuk usaha lain.

Perusahaan milik pribadi ataupun swasta (C.V. dan P.T.) pada dasarnya memfokuskan diri pada manfaat untuk pemilik perusahaan berupa laba yang sebesar-besarnya, perubahan fokus pada kepuasan pelanggan terjadi setelah adanya persaingan. Sedangkan di koperasi secara konseptual sejak awal koperasi dibentuk fokus sudah pada penyediaan pelayanan yang sebaik-baiknya pada pelanggan, yang dalam konsep identitas ganda sekaligus sebagai pemilik. Ekses kapasitas pada gilirannya dapat juga dinikmati oleh non-anggota, dan surplus (SHU) sebagian disalurkan untuk masyarakat lingkungan, dan pembangunan wilayah.

Dari segi alat/instrumen manajemen strategik pada pemasaran sebenarnya koperasi sudah lebih maju dari bentuk perusahaan lain, sebagai contoh riset pemasaran pertama kali dikenal melalui penerapannya di koperasi yaitu pada saat pengadaan traktor pada petani Amerika Serikat anggota koperasi (Churchill, 1988). Yang menjadi masalah adalah mengapa justru dalam prakteknya seakan-akan koperasi tertinggal? Di satu sisi, koperasi tidak memiliki atau menganggarkan dana sehingga dapat melakukan kegiatan promosi seperti bentuk perusahaan lainnya (melalui berbagai media), padahal meskipun anggota koperasi merupakan captive market perlu juga memperoleh informasi, di sisi lain, pelaksana di koperasi kurang mengenal jati diri organisasi koperasi sehingga justru menjadi pengekor cara-cara pemasaran bentuk perusahaan lain.

Sementara perusahaan swasta modern saat ini banyak meminjam cara-cara koperasi, seperti penggunaan membership card seakan-akan customerconsumer yang loyal adalah pemilik perusahaan dan mempunyai hak untuk memperoleh bonus, pre-ference, dan sebagainya (padahal keputusan/kebijakan masih di tangan pemilik saham / shareholders). Pemasaran langsung seperti MLM (Multi Level Marketing) merupakan upaya penerapan cara-cara koperasi yang dikemas secara kreatif dan inovatif sehingga menarik individu-individu untuk bergabung, padahal sekali lagi, kebijakan di tangan pemegang saham bukan di members/anggota.

Dengan demikian upaya menerapkan manajemen strategik pada pemasaran di koperasi merupakan reaktualisasi jati diri koperasi melalui teknik-teknik yang sudah dikembangkan oleh bentuk usaha lain yang sesuai.

Disarikan dari buku: Manajemen Strategik Koperasi, Penulis: Prof. Dr. Hj. Tati Suhartati joesron, SE, MS, Halaman: 59-62.

    Cetak       Email
  • Publish: 9 tahun ago on Kamis 31 Mei 2012
  • By:
  • Last Modified: Januari 7, 2013 @ 11:12 pm
  • Filed Under: Umum
  • Tagged With:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →