Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Hadapi MEA, Industri Kreatif Dikembangkan

Oleh   /   Rabu 1 Oktober 2014  /   Tidak ada komentar

Menurut Suryani S Motik, saat ini terdapat sekitar 10 produk andalan ekspor dari Indonesia, seperti tekstil, elektronik, alas kaki, udang, dan cokelat. Namun, kebanyakan produk itu merupakan produk pabrik besar.

Hadapi MEA, Industri Kreatif Dikembangkan

Hadapi MEA, Industri Kreatif Dikembangkan

Sumber: Kompas, Jumat, 12 September 2014

Industri kreatif berbasis budaya perlu dikembangkan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2015. Pemerintah juga harus membuka peluang pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah dan usaha mikro, kecil, dan menengah serta menggalakkan gerakan bangga menggunakan produk dalam negeri.

Hal itu mengemuka dalam dialog bertema ”Kekuatan Produk Dalam Negeri dalam Menghadapi MEA”, di Kementerian Perdagangan, Kamis (11/9). Dialog tersebut dihadiri, antara lain, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina, Ketua Umum DPP Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Suryani S Motik, Ketua Asosiasi Merek Indonesia Putri K Wardani, dan pengamat ekonomi Benny Sutrisno.

Putri K Wardani mengatakan, Indonesia memiliki lebih dari 500 etnis dengan kekayaan budaya yang beragam. Produk-produk berbasis budaya Indonesia juga banyak, seperti batik, ulos, kosmetik, serta makanan dan minuman tradisional. ”Akan lebih eksis jika mengembangkan bisnis usaha berbasis budaya,” ujarnya.

Hubungan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat juga harus sinkron untuk bisa menata produk dan meningkatkan standardisasi di setiap industri, seperti Standar Nasional Indonesia, good manufacturing practices, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70 Tahun 2013 yang mengharuskan toko modern menjual 80 persen produk Indonesia juga harus dikawal.

Menurut Suryani S Motik, saat ini terdapat sekitar 10 produk andalan ekspor dari Indonesia, seperti tekstil, elektronik, alas kaki, udang, dan cokelat. Namun, kebanyakan produk itu merupakan produk pabrik besar.

Srie Agustina berharap, dialog tersebut ditindaklanjuti agar langkah pelaku usaha fokus untuk menghadapi MEA. (WIE)

 

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →