Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel Terbaru  >  Artikel saat ini

Hakekat Bahan Bukti

Oleh   /   Senin 30 Desember 2013  /   Tidak ada komentar

Bahan bukti didefinisikan sebagai informasi yang digunakan auditor untuk menentukan apakah informasi kuantitatif yang sedang diperiksa disajikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

keuanganLSM

Hakekat Bahan Bukti

Bahan bukti didefinisikan sebagai informasi yang digunakan auditor untuk menentukan apakah informasi kuantitatif yang sedang diperiksa disajikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

1. Bahan Bukti Dibedakan Dengan Bahan Bukti Yuridis Formal dan Ilmiah

Penggunaan bahan bukti tidak banyak khusus dilakukan oleh auditor. Bahan bukti juga digunakan oleh ilmuwan, dan pengacara. Dalam kasus yuridis formal, terdapat aturan mengenai bahan bukti yang sudah tersusun dengan baik yang digunakan oleh hakim untuk melindungi orang yang tak bersalah. Merupakan hal yang biasa, sebuah bahan bukti pengadilan diputuskan sebagai tidak bijaksana karena tidak relevan, merupakan purbasangka atau didasarkan kepada desas desus.

Demikian pula, dalam percobaan ilmiah, ilmuwan memperoleh bahan bukti untuk menyimpulkan suatu teori. Diasumsikan, ilmuwan medis mengevaluasi obat baru yang akan menolong penderita asma. Ilmuwan tersebut akan menyimpulkan bahan bukti dari sejumlah besar percobaan yang terkendali dalam kurun waktu tertentu untuk menentukan efektivitas obat tersebut.

Auditor juga mengumpulkan bahan bukti untuk mengambil keputusan. Bahan bukti yang digunakan oleh auditor berbeda daripada yang digunakan oleh ilmuwan dalam kasus yuridis formal tersebut, dengan menggunakan cara yang berbeda, tetapi bahan bukti dalam ketiga kasus tersebut digunakan untuk mengambil kesimpulan. Kasus yuridis formal yang mencakup tertuduh pencurian, dan auditing atas laporan keuangan.

2. Keputusan Bahan Bukti Audit

Keputusan utama yang dihadapi setiap auditor adalah penentuan jumlah bahan bukti yang harus dikumpulkan untuk memastikan bahwa komponen laporan keuangan klien, dan keseluruhan laporan telah disajikan dengan wajar. Keputusan auditor dalam pengumpulan bahan bukti dapat dipecah menjadi empat bagian sebagai berikut:

  1. Prosedur auditing mana yang digunakan?
    Prosedur auditing adalah petunjuk rinci untuk pengumpulan jenis bahan bukti audit tertentu yang diperoleh pada waktu tertentu selama auditing. Misalkan, bahan bukti seperti perhitungan persediaan fisik, buku harian, dan rincian dokumen pengiriman dikumpulkan dengan menggunakan prosedur auditing. Dalam merancang prosedur auditing, sudah umum untuk menyajikan suatu prosedur dalam istilah khusus yang memungkinkan penggunaannya sebagai petunjuk selama audit.
  2. Berapa ukuran sampel yang dipilih untuk suatu prosedur tertentu?
    Manakala prosedur auditing dipilih, dimungkinkan untuk menentukan ukuran sampel dan satu sampai keseluruhan pos dalam populasi yang diuji. Dalam prosedur auditing di atas, misalkan ada 6.600 cek yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas. auditor mungkin memilih besar sampel sebesar 200 cek untuk dibandingkan dengan jurnal pengeluaran kas. Keputusan mengenai berapa banyak pos yang harus diuji akan dibuat oleh auditor untuk setiap prosedur auditing. Ukuran sampel untuk satu prosedur tertentu akan bervariasi dari satu auditing ke auditing lainnya.
  3. Pos atau unsur tertentu mana yang dipilih dari populasi?
    Setelah besar sampel ditentukan bagi suatu prosedur auditing tertentu, tetap perlu untuk memutuskan pos atau unsur mana yang akan dipilih. Kalau auditor memutuskan, misalnya, untuk memilih 200 cek dari populasi sebesar 6.000 populasi untuk dibandingkan dengan jurnal pengeluaran kas, maka beberapa metode yang berbeda dapat digunakan untuk memilih cek tertentu yang akan diperiksa. Auditor  dapat (1) memilih dan memeriksa 200 cek pertama dalam satu minggu (2) memilih 200 cek yang berjumlah terbesar, (3) memilih cek secaraa cak, atau (4) memilih cek yang oleh auditor diperkirakan akan memiliki kemungkinan kesalahan. Dapat juga digunakan kombinasi dari metode-metode ini.
  4. Kapan prosedur-prosedur tersebut dilaksanakan?
    Auditing atas laporan keuangan biasanya mencakup suatu periode seperti satu tahun, dan memeriksa biasanya belum selesai sampai beberapa minggu atau beberapa bulan setelah akhir periode. Saat pelaksanaan prosedur auditing dengan demikian bervariasi dari permulaan periode akuntansi sampai lama setelah periode tersebut berakhir. Dalam auditing atas laporan keuangan, klien biasanya menginginkan auditing selesai atau atau tiga bulan setelah akhir tahun.

Sumber: Auditing Pendekatan Sektor Publik dan Privat, Penulis: Sekar Mayangsari, Puspa Wandanarum, Hal: 32-34.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →