Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Hubungan Neraca dan Laba/Rugi

Oleh   /   Jumat 18 Juli 2014  /   Tidak ada komentar

Utang perusahaan pada awal berdiri sebesar Rp 50 M pun harus dicicil atau dilunasi pembayarannya. Dengan demikian, baik aset perusahaan maupun utang akan berubah seiring dengan operasi perusahaan.

Hubungan Neraca dan Laba/Rugi

Hubungan Neraca dan Laba/Rugi

Laporan neraca dan laporan laba/rugi pada dasarnya saling berhubungan. Laba atau rugi yang disajikan dalam laporan laba/rugi menambah atau mengurangi modal. Modal PT A pada saat pendirian adalah Rp120 Milyar. Oleh karena pada tahun 2014 perusahaan berlaba Rp8 M, modal PT A tgl 31/12/2014 menjadi Rp128M.

Misalkan laba tersebut tidak dibagi kepada pemilik usaha, modal peusahaan pada akhir tahun sebesar Rp128 M. Modal perusahaan disajikan dalam neraca. Dengan demikian, laporan laba/rugi mempengaruhi laporan neraca. Perubahan neraca karena laporan laba/rugi tidak hanya terjadi pada bagian modal saja. Bagian aktiva dan bagian utang perusahaan bisa mengalami perubahan akibat kinerja perusahaan tersebut.

Dari laporan laba/rugi pada Peraga 2.3, diinformasikan bahwa laba Perusahaan A sebesar Rp 8 M adalah hasildari penjualan sebesar Rp 80 M, HPP Rp 40 M, beban operasi Rp30 M, dan beban pajak Rp2M.

 

Penjualan sebesar Rp 80 M tersebut bisa terjadi dalam bentuk penjualan kas atau penjualan kredit, atau kombinasi keduanya. Penjualan kas akan menambah kas perusahaan, sedang penjualan kredit menambah tagihan perusahaan atau disebut juga sebagai piutang dagang. Baik kas maupun piutang dagang adalah aset bagi perusahaan. Pada sisi lain, beban-beban yang terjadi selama tahun 2014 yakni dengan total Rp 72 M ada yang dibayar per kas, ada juga yang masih menunggak. Utang perusahaan pada awal berdiri sebesar Rp 50 M pun harus dicicil atau dilunasi pembayarannya. Dengan demikian, baik aset perusahaan maupun utang akan berubah seiring dengan operasi perusahaan.

Misalkan, penjualan sebesar Rp 80 M telah ditagih sebesar Rp 35 M, dan sisanya masih dalam bentuk tagihan yang disebut piutang dagang. Akan tetapi, beban-beban dibayar per kas sejumlah Rp 60M, dan sisanya masih menunggak, yakni sebesar Rp 12 M. Sedangkan utang bank yang pada awal tahun sebesar Rp 50 M dicicil sebesar Rp12 M. Jumlah kas pada akhir tahun akan berjumlah Rp 33 M dengan perhitungan sebagai berikut.

Jumlah kas akhir tahun

 

 

 

Neraca Perusahaan A pada tanggal 31/12/2014 disajikan pada Peraga 2.3 Dapat disimpulkan bahwa laporan laba/rugi tidak hanya memengaruhi modal perusahaan saja, tetapi juga aset dan atau utang perusahaan. Bila bagian passiva neraca berubah, bagian aktiva neraca juga mengalami perubahan. Dengan demikian, neraca akan terus mengalami keseimbangan walaupun mengalami perubahan.

Perusahaan A Neraca Per 31/12/2014
(dalam ribuan rupiah)

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Non-Akuntansi, Penulis: Golrida Karwawati P, Hal: 18-19.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →