Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Investasi: Prospektus sebagai Sumber Informasi Reksa Dana

Oleh   /   Jumat 20 Januari 2012  /   Tidak ada komentar

Prospektus merupakan dokumen legal yang memuat informasi spesifik dan detail suatu produk reksa dana. Prospektus dapat diperoleh langsung dari manajer investasi, perencana keuangan (financial planner), bank, agen penjual reksa dana, atau men-download dari internet.

keuangan LSM

Prospektus dapat diperoleh langsung dari manajer investasi, perencana keuangan (financial planner), bank, agen penjual reksa dana, atau men-download dari internet

Prospektus merupakan dokumen legal yang memuat informasi spesifik dan detail suatu produk reksa dana. Prospektus dapat diperoleh langsung dari manajer investasi, perencana keuangan (financial planner), bank, agen penjual reksa dana, atau men-download dari internet.

Bagi hampir setiap orang, prospektus bukan merupakan bacaan yang menyenangkan untuk disimak. Dokumen tersebut berisi sejumlah jargon, istilah, maupun kalkulasi yang sering kali sulit dipahami. Akan tetapi, apabila Anda tahu apa yang Anda cari dalam prospektus, Anda akan mendapati informasi tersebut sangat berguna terutama dalam pengambilan keputusan investasi.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika membaca prospektus reksa dana, antara lain:

  • Tujuan investasi, Ada reksa dana yang berfokus pada tujuan jangka panjang, ada pula yang memberikan pendapatan reguler setiap periode tertentu.  Agar investasi Anda memberikan hasil yang optimal sesuaikan tujuan investasi ini dengan tujuan finansial Anda.
  • Strategi investasi, Prospektus juga menjabarkan strategi investasi yang dilakukan dan komposisi portofolio yang membentuk reksa dana tersebut. Apabila prospektus mengatakan akan membeli sejumlah saham atau obligasi dalam daftar, namun jangan berasumsi bahwa mereka akan membeli seluruh nama dalam daftar tersebut. Prospektus hanyalah gambaran global, bisa jadi ada penyesuaian di sana-sini untuk mengoptimalkan kinerja reksa dana.

Apabila Anda tahu apa yang Anda cari dalam prospektus, Anda akan mendapati informasi tersebut sangat berguna terutama dalam pengambilan keputusan investasi.

  • Risiko. Bagian ini merupakan salah satu bagian terpenting dalam prospektus. Prospektus akan menjelaskan risiko yang dihadapi apabila reksa dana berinvestasi pada obligasi perusahaan, seperti risiko kredit macet, perubahan suku bunga, dan sebagainya. Meskipun reksa dana dikelola oleh manajer atau perusahaan yang punya nama, risiko tetap harus dipaparkan secara jelas tanpa ditutup-tutupi.
  • Alokasi Biaya. Bagian ini menunjukkan biaya-biaya yang harus dibayar reksa dana maupun pajak yang akan dikenakan. Anda juga harus memerhatikan biaya-biaya yang akan Anda bayar ketika Anda melakukan pembelian, switching, maupun pelunasan. Bagian ini akan memudahkan Anda untuk membandingkan apple-to-apple antara reksa dana satu dengan reksa dana yang lain.
  • Kinerja masa lalu. Walaupun selalu ditekankan bahwa kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan, kinerja masa lalu dapat memberikan gambaran tentang konsistensi reksa dana tersebut dari waktu ke waktu. Biasanya kinerja digambarkan dalam grafik dengan pembanding (benchmark/yardstick) lain seperti indeks, suku bunga, atau lainnya. Hati-hati karena benchmark tersebut bisa menyebabkan salah interpretasi (misleading).
  • Tim manajemen. Mereka adalah orang-orang yang mengelola reksa dana Anda. Biasanya disebutkan pula profil singkat, pengalaman investasi, dan informasi lainnya. Apabila mereka pernah mengelola reksa dana lain, Anda bisa pula mengecek kinerja reksa dana yang pernah ditangani sebelumnya untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik.

Setelah Anda berinvestasi, Anda juga akan mendapatkan laporan pemegang reksa dana (shareholder report)—biasanya tiap kuartal, tiap semester, atau tiap tahun. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dari laporan tersebut:

  • Surat dari direktur (Letter from thePresident). Merupakan surat dari presiden direktur perusahaan pengelola reksa dana yang memaparkan gambaran singkat, kecenderungan ekonomi, dan evaluasi.
  • Surat dari manajer investasi. Menyerupai surat dari direktur, tetapi pemaparan yang disampaikan lebih detail—termasuk surat berharga apa saja yang dimiliki, kinerja, maupun spesifik sektor/industri. Surat yang baik biasanya memaparkan apa yang mendorong maupun menghambat pencapaian target serta apa yang diharapkan pada investasi di masa mendatang.
  • Review kinerja reksa dana. Merupakan paparan detail kinerja reksa dana selama periode tertentu (jangka pendek dan jangka panjang) dibandingkan dengan benchmark seperti indeks, suku bunga, atau lainnya. Surat berharga apa saja yang membentuk reksa dana tersebut juga disebutkan beserta komposisi distribusi maupun besaran investasinya.
  • Laporan keuangan (financial statement) . Dalam laporan keuangan akan disebutkan aktiva maupun utang yang dimiliki perusahaan pengelola reksa dana, laporan operasional perusahaan, perubahan aktiva bersih, dan sebagainya. Di sini Anda bisa menemukan informasi berharga seperti nilai expense ratio, turnover portofolio, biaya dan pengeluaran, distribusi keuntungan (capital gains) dan sebagainya.
  • Catatan kaki (footnote). Sering kali terdapat satu-dua hal penting yang dituliskan dalam catatan kaki misalkan strategi untuk melakukan short atau melindungi terhadap nilai tukar mata uang asing tertentu.

Apabila Anda menemukan perbedaan antara apa yang diucapkan oleh broker, agen penjual, atau manajer investasi dengan apa yang tertulis dalam prospektus atau laporan tahunan, Anda perlu sedikit curiga dan jangan segan-segan untuk mengonfirmasikannya.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →