Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Informasi Tambahan dalam Laporan Keuangan menurut IFRS

Oleh   /   Jumat 3 Mei 2019  /   Tidak ada komentar

Beberapa informasi dan catatan yang harus dimasukan saat menyajikan laporan keuangan antara lain: asumsi, dasar penyusunan, manajemen modal, dividen, domisili, estimasi ketidakpastian, badan hukum, umur, manajemen penilaian, nama, operasional, dan informasi lain.

keuanganLSM

Informasi Tambahan dalam Laporan Keuangan menurut IFRS

Anda harus menyajikan catatan laporan keuangan dengan urutan berikut:

  1. Pernyataan kepatuhan dengan IFRS
  2. Ringkasan kebijakan akuntansi organisasi yang signifikan
  3. Informasi pendukung untuk perkiraan dalam laporan keuangan, dengan urutan dimana berbagai laporan disajikan
  4. Pengungkapan lain, seperti informasi non-keuangan

Anda harus memasukkan informasi berikut dalam catatan laporan keuangan:

  • Asumsi. Informasi tentang asumsi pokok yang berkaitan dengan mas depan.
  • Dasar penyusunan. Dasar pengukuran yang digunakan untuk menyusun laporan (contoh: biaya historis, biaya kini, nilai realisasi bersih, nilai wajar, atau jumlah yang dapat dipulihkan), dan penggunaan kebijakan akuntansi lain yang terkait untuk memahami laporan.
  • Manajemen modal. Penjelasan modal yang entitas kelola, bagaimana memenuhi tujuan manajemen modal, sifat dari setiap kebutuhan modal eksternal yang ditentukan, dan ringkasan tentang apa yang dikelola entitas sebagai modal, dan bagaimana tingkat modal telah berubah selama periode berjalan.

Beberapa informasi dan catatan yang harus dimasukan saat menyajikan laporan keuangan antara lain: asumsi, dasar penyusunan, manajemen modal, dividen, domisili, estimasi ketidakpastian, badan hukum, umur, manajemen penilaian, nama, operasional, dan informasi lain.

  • Dividen. Jumlah dividen yang tidak diakui untuk dibagikan, tetapi diusulkan atau dideklarasikan sebelum laporan keuangan telah disetujui untuk penerbitan.
  • Domisili. Kedudukan entitas, negara pendiriannya dan alamat kantor terdaftar.
  • Estimasi ketidakpastian. Sumber utama estimasi ketidakpastian yang dapat mengakibatkan penyesuaian yang signifikan dari nilai tercatat dalam aktiva dan kewajiban entitas dalam tahun fiskal berikutnya.
  • Badan hukum. Badan hukum entitas.
  • Umur. Jika entitas memiliki umur terbatas, buat catatan umur organisasi/perusahaan.
  • Manajemen penilaian. Manajemen telah membuat penilaian ketika menerapkan kebijakan akuntansi, dan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap hasil keuangan.
  • Nama. Nama dari entitas induk dan dari induk kelompok.
  • Operasional. Kegiatan utama entitas.
  • Informasi lain. Informasi lain yang tidak disajikan dalam lapoaan keuangan, tetapi berkaitan.

Anda harus memberi keterangan pada perkiraan dalam berbagai laporan keuangan dengan catatan ini.

Disarikan dari buku: Panduan IFRS, Penulis: Steven M. Bragg, Halaman: 23-25.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Komponen Utama Laporan Arus Kas menurut IFRS

Selengkapnya →