Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Informasi yang Tersaji dalam Laporan Arus Kas

Oleh   /   Kamis 23 Januari 2014  /   Tidak ada komentar

Laporan arus kas merinci sumber penerimaan maupun pengeluaran kas berdasarkan aktiva operasi, investasi, dan pembiayaan. Informasi apa pun yang kita ingin ketahui mengenai kinerja perusahaan selama periode tertentu tersaji secara ringkas lewat laporan arus kas ini.

keuanganLSM

Informasi yang Tersaji dalam Laporan Arus Kas

Dalam beberapa kasus, ukuran laba (net income) tidak memberikan gambaran yang akurat mengenai hasil kinerja perusahaan yang sesungguhnya selama periode tertentu. Ketika perusahaan melaporkan beban non kas (non cash outlay expenses) yang besar, seperti beban penyisihan piutang ragu-ragu dan penyusutan aktiva tetap, ukuran laba mungkin akan memberikan gambaran yang suram mengenai hasil kondisi operasional perusahaan. Beban non yang besar ini akan membuat laba bersih seolah-olah menjadi tampak kecil, padahal beban-beban tersebut diakui tanpa adanya pengeluaran uang kas. Sebaiknya, perusahaan dengan tingkat pertumbuhan laba yang tinggi, laba bersih yang dihasilkan tidak menjamin bahwa perusahaan tersebut memiliki uang kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kas jangka pendeknya. Hal ini dikarenakan bahwa laporan laba rugi disusun atas dasar akrual (bukan dasar kas), yaitu melalui sebuah proses penandingan antara beban dengan pendapatan, sehingga angka laba yang dihasilkan tidak identik dengan besarnya uang kas yang tersedia.

Laporan arus kas dibutuhkan karena:

  1. Kadangkala ukuran laba tidak menggambarkan kondisi perusahaan yang sesungguhnya.
  2. Seluruh informasi mengenai kinerja perusahaan selama periode tertentu dapat diperoleh lewat laporan ini.
  3. Dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi arus kas perusahaan di masa mendatang.

Laporan arus kas merinci sumber penerimaan maupun pengeluaran kas berdasarkan aktiva operasi, investasi, dan pembiayaan. Informasi apa pun yang kita ingin ketahui mengenai kinerja perusahaan selama periode tertentu tersaji secara ringkas lewat laporan arus kas ini.

Laporan arus kas juga dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisis apakah rencana perusahaan dalam hal investasi maupun pembiayaan telah berjalan sebagaimana semestinya.

Laporan keuangan utama terdiri atas laporan laba rugi, laporan laba ditahan (untuk perusahaan perseroan), neraca, dan laporan arus kas. Laporan laba rugi menunjukkan besarnya jumlah laba bersih, dan tidak menunjukkan jumlah kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi. Laporan laba ditahan menunjukkan besarnya deviden tunai yang diumumkan oleh investee kepada investor sepanjang periode berjalan, bukan besarnya deviden tunai yang dibayarkan.

Neraca komparatif menunjukkan besarnya penambahan aktiva tetap yang terjadi selama periode berjalan, namun tidak menunjukkan bagaimana penambahan aktiva tetap tersebut dibiayai. Demikian juga, dalam neraca komparatif menunjukkan adanya penambahan jumlah lembar saham biasa yang beredar dan penurunan jumlah utang obligasi, tetapi tidak menunjukkan bagaimana penurunan jumlah utang obligasi  tersebut dibiayai. Dengan laporan arus kas, informasi mengenai dari mana saja sumber penerimaan kas dan untuk apa saja kas dikeluarkan akan tersaji secara rinci.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Pelaporan Keuangan Harus Mampu Menyediakan Informasi

Selengkapnya →