Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Insentif Perpajakan: Pengalaman Mancanegara

Oleh   /   Kamis 12 Februari 2015  /   Tidak ada komentar

Secara umum insentif perpajakan diberikan kepada organisasi nirlaba dalam bentuk pengecualian pajak (tax exemption) dan kepada penyumbang organisasi nirlaba, baik perorangan atau perusahaan, dalam bentuk pengurangan pajak.

keuanganLSM

Insentif Perpajakan Pengalaman Mancanegara

Kebijakan setiap negara dalam memberlakukan kebijakan insentif perpajakan berbeda-beda. Hal ini tergantung dari hukum dasar yang dianut dan kepekaan pemerintah dalam mengakomodasi kepentingan publik dalam jangka panjang. Secara umum insentif perpajakan diberikan kepada organisasi nirlaba dalam bentuk pengecualian pajak (tax exemption) dan kepada penyumbang organisasi nirlaba, baik perorangan atau perusahaan, dalam bentuk pengurangan pajak. Donasi yang diberikan oleh donatur bisa dihitung sebagai pengurang penghasilan kena pajak (tax deduction) atau sebagai pengurang pajak terutang (tax credit). Dalam kajian ini pembahasan untuk insentif perpajakan bagi donatur lebih difokuskan pada tax exemption dan tax deduction.

Sebelum masuk ke dalam analisis penerapan masing-masing kebijakan tersebut, perlu kiranya dijelaskan secara singkat mengenai definisi bentuk-bentuk kebijakan pajak terkait dengan filantropi dan sektor nirlaba, seperti tax exemption, tax deduction, dan tax credit.

  • Tax exemption merupakan suatu pengecualian terhadap UU perpajakan dari suatu negara yang menjadi bagian dari berbagai macam pajak yang biasanya akan dikumpulkan dari individu atau organisasi. Biasanya tax exemption diberikan kepada seorang individu atau organisasi yang melakukan aktivitas tertentu atau dari kelompok kelas tertentu. Tax exemption biasanya juga diartikan sebagai pengurangan beban pajak dari bagian masyarakat khusus untuk kepentingan keadilan atau memromosikan beberapa jenis aktivitas ekonomi melalui pengurangan beban pajak pada organisasi-organisasi atau individu-individu yang terlibat dalam aktivitas tersebut.[1] Sumber lain menyatakan bahwa tax exemption merupakan suatu pengurangan yang diberikan kepada seorang pembayar pajak karena alasan status atau keadaannya daripada alasan biaya-biaya khusus atau pengeluaran-pengeluaran selama tahun kena pajak.[2]
  • Tax deduction mengacu pada suatu pengertian atas pengeluaran yang dilakukan oleh seorang pembayar pajak yang dikurangkan dari penghasilan kotor dan secara keseluruhan menghasilkan penghasilan kena pajak yang lebih rendah.[3] Sumber lainnya menyatakan dengan lebih ringkas bahwa tax deduction merupakan suatu pengurangan atas penghasilan kena pajak.[4]
  • Tax credit menununjukkan bahwa pajak ini mengurangi pertanggungjawaban pajak unit per unit, berlawanan dengan pengurangan pajak (tax deduction), tax allowance, atau tax relief yang mengurangi penghasilan kena pajak. Di dalam sistem perpajakan di Australia, Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat, tax credit merupakan suatu hal yang diperlakukan sebagai pembayaran atas kewajiban pajak yang dimiliki. Konsep serupa juga ada di dalam sistem perpajakan Perancis dengan nama yang berbeda.[5] Sumber lain menyatakan bahwa tax credit merupakan pengurangan atas sejumlah pajak yang dibayarkan oleh pembayar pajak. Tidak seperti pengurangan (deduction) atau pengecualian (exemption), yang mengurangi jumlah penghasilan kena pajak, suatu tax credit mengurangi jumlah sebenarnya dari pajak yang dikenakan.[6]

[1] http://en.wikipedia.org

[2] D. Larry Crumbley, dkk., Dictionary of Tax Term, New York: Barron’s Educatinal Series, Inc., 1994.

[3] http:// en.wikipedia.org

[4] D. Larry Crumbley (1994)

[5] http://en.wikipedia.org

[6] D. Larry Crumbley (1994)

Disarikan dari buku: Kebijakan Insentif Perpajakan untuk Organisasi Nirlaba, Penulis: Hamid Abidin, Yuni Kusumastuti, Zaim Saidi, Hal: 13-14.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Proses SDM Berbelit-Belit

Selengkapnya →