Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Tanya Jawab  >  Artikel saat ini

Isu Keuangan Non Profit

Oleh   /   Senin 23 Maret 2015  /   Tidak ada komentar

keuanganLSM

Isu Keuangan Non Profit

(Tanya jawab ini disarikan dari diskusi komunitas di mailing list keuanganLSM)

Gabung Milis KeuanganLSM.

Q: dear kawan-kawan keuangan LSM Ybk

Perkenalkan saya Linda dari medan. Saat ini saya beraktifitas sebagai finance di salah satu NGO di Medan. Disamping itu saya juga sedang melanjutkan studi jurusan aluntansi di salah satu universitas di medan.

Saya adalah mahasiswi tingkat akhir yang akan melakukan penyusunan Thesis, dan saya tertarik dengan isu keuangan non profit. Sebagai tambahan konsentrasi saya adalah pemeriksaan akuntansi.

Disini saya berharap saran dan masukan kiranya tema apa yang menarik dan sesuai untuk dijadikan bahan bagi thesis saya. Terimaksih.

A: internal audit >> analisis efektifitas program, analisis cost benefit, analisis serapan anggaran.

A: Analisa kelayakan penerapan good governance dalam NGO/INGO; Analisa potensi dan pencegahan fraud dalam internal organisasi khususnya utk top level management; Analisa akuntanbilitas NGO/InGO: Untuk donor atau publik?

A: NGO di Indonesia sendiri masih jarang yang menerapkan pelaporan keuangan sesuai PSAK 45 sebagai format laporan keuangan standar nirlaba di Indonesia. Apakah tidak sebaiknya tesis diarahkan kesana? Apakah NGO di Indonesia sudah memahami dan menerapkan pola pelaporan keuangan sesuai standar di Indonesia (PSAK 45). Bagaimana kita mau melakukan audit keuangan NGO sementara laporan keuangan sebagai obyek audit belum sesuai standar? Yang ada nanti auditor malah diminta menyusun laporan keuangan NGO tersebut terlebih dahulu sebelum mengaudit. Dampaknya auditor jadi tidak independen.

Q: Terimakasih untuk respon nya. Memang banyak NGO tidak menerapkan PSAK 45 tetapi memang saya tertarik meneliti seperti efektivitas dan tata kelola. Dan juga kendala dalam penerapan PSAK 45 ini apa sebenarnya. Terimaksih untuk masukannya.

A: Dari pengalaman saya mengaudit banyak NGO di Indonesia sejak 2001, kendala penerapan PSAK 45 adalah belum adanya keinginan kuat untuk memenuhi transparansi dan akuntabilitas dari manajemen NGO kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap NGO itu sendiri khususnya dan publik pada umumnya. Juga masih kurangnya sosialisasi PSAK45 dan UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik yang mengharuskan setiap NGO dan badan yang mengelola dana publik untuk menyajikan informasi keuangan sesuai standar.

Masih banyak NGO yang menyusun laporan keuangan untuk kepentingan dengan Donornya masing-masing agar pendanaan lancar alias tidak terhambat. Saya senang kalo Linda penasaran dengan NGO dan tertarik untuk mendalaminya.

Kebetulan saya juga sedang menggulirkan kembali gagasan lama adanya Standar Akuntansi Keuangan khusus Entitas Nirlaba yang macet sejak tahun 2009 di IAI karena PSAK IFRS dan SAK ETAP tidak tepat untuk diterapkan di NGO.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Bagaimana Perhitungan Pembayaran Pada BPJS Perusahaan Jika Sudah Melebihi Quota?

Selengkapnya →