Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Jaminan Pensiun Harus Layak

Oleh   /   Jumat 12 Juni 2015  /   Tidak ada komentar

Kekhawatiran pengusaha bahwa iuran pensiun dapat memberatkan dan menurunkan daya saing industri dinilai tidak beralasan. Persoalan daya saing di Indonesia lebih disebabkan ketidakefisienan yang memicu ekonomi biaya tinggi, bukan akibat biaya tenaga kerja.

keuanganLSM

Jaminan Pensiun Harus Layak

Sumber: Kompas, 5 Juni 2015.

Jaminan pensiun layak dibutuhkan untuk menjamin hari tua para pekerja. Iuran pensiun harus segera diputuskan dengan besaran yang memastikan pemenuhan kelayakan bagi mereka.

“Sampai sekarang, iuran belum ditetapkan karena masih ada perdebatan,” kata Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultan Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany di Jakarta, Kamis (4/6).

Menurut Hasbullah, Dewan Jaminan Sosial Nasional mengusulkan iuran pensiun 8 persen untuk menghasilkan pensiun 40 persen dari upah terakhir.

Sementara itu, kalangan pengusaha mengusulkan sekitar dua persen. “Menurut saya, angka yang masuk akal adalah 5 persen dan kemudian dievaluasi untuk disesuaikan minimal tiga tahun sekali,” ujar Hasbullah.

Kekhawatiran pengusaha bahwa iuran pensiun dapat memberatkan dan menurunkan daya saing industri dinilai tidak beralasan. Persoalan daya saing di Indonesia lebih disebabkan ketidakefisienan yang memicu ekonomi biaya tinggi, bukan akibat biaya tenaga kerja. Ketidakefisienan itulah yang harus dibenahi pemerintah.

“Kalau menyangkut ketidakpercayaan, silakan diawasi. Ada wakil pekerja, wakil pengusaha, silakan menjadi dewan pengawas yang nanti dipilih di DPR. Jadi jangan ketidakpercayaan itu lalu dilampiaskan pada iuran kecil, pekerja yang jadi korban,” ujar Hasbullah.

Hasbullah menuturkan, Korea Selatan dengan penduduk sekitar 50 juta orang saat ini memiliki dana pensiun Rp 5.000 triliun lebih. Dana itu bermanfaat untuk pembangunan infrastruktur dan penciptaan lapangan kerja.

Direktur Pemberdayaan Usaha Badan Koordinasi Penanaman Modal Pratito Suharyo mengatakan, program jaminan pensiun penting bagi perusahaan, karyawan, atau serikat pekerja dalam memproteksi masa tua sekaligus investasi pembangunan. (CAS)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →