Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Jenis Barang yang tidak Dikenakan PPN

Oleh   /   Senin 20 Mei 2013  /   3 Komentar

Barang-barang yang tidak dikenakan pajak PPN antara lain adalah: Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, barang-barang kebutuhan pokok, makanan dan minuman yang disajikan di warung, uang, emas batangan, dan surat-surat berharga.

keuanganLSM

Jenis Barang yang tidak Dikenakan PPN

1. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, meliputi:

  • Minyak mentah;
  • Gas bumi;
  • Panas bumi;
  • Pasir dan kerikil;
  • Batu bara sebelum diproses menjadi briket batu bara; dan
  • Bijih timah, bijih besi, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, bijih perak, serta bijih bauksit;
  • Barang hasil pertambangan dan pengeboran lainnya yang diambil langsung dari sumbernya.

Barang-barang yang tidak dikenakan pajak PPN antara lain adalah: Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya, barang-barang kebutuhan pokok, makanan dan minuman yang disajikan di warung, uang, emas batangan, dan surat-surat berharga.

2. Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak, yaitu :

  • Segala jenis beras dan gabah, seperti beras putih, beras merah, beras ketan hitam atau beras ketan putih dalam bentuk: beras berkulit (padi atau gabah) selain untuk benih, digiling, beras setengah giling atau digiling seluruhnya, disosoh, dikilapkan maupun tidak, beras pecah, menir (groats) dari beras.
  • Segala jenis jagung, seperti jagung putih, jagung kuning, jagung kuning kemerahan atau popcorn (jagung brondong), dalam bentuk: jagung yang telah dikupas maupun belum/ jagung tongkol dan biji jagung/jagung pipilan, munir (groats) / beras jagung, sepanjang masih dalam bentuk butiran.
  • Sagu, dalam bentuk : empulur sagu, tepung, tepung kasar dan bubuk dari sagu.
  • Segala jenis kedelai, seperti kedelai putih, kedelai hijau,kedelai kuning atau kedelai hitam dalam bentuk pecah atau utuh.
  • Garam baik yang beryodium maupun tidak berjodium termasuk : garam meja,  garam dalam bentuk curah atau kemasan 50 Kg atau lebih, dengan kadar Na CL 94,7 % (dry basis).

3. Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak; tidak termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha katering atau usaha jasa boga.

4. Uang, emas batangan, dan surat-surat berharga.

    Cetak       Email

3 Comments

  1. Ezra berkata:

    Pak/Bu..
    Direstoran kok sekarang banyak memungut PPn sebesar 10%???

  2. maria berkata:

    Bu/bapak..
    Boleh saya dikoreksi, dr artikel diatas tertulis surat berharga termasuk barang yg tidak kena pajak, contoh dr deposito juga termasuk surat berharga, tp kenapa dikenakan pajak? Apakah yg dimaksud ini adalah surat berharga lainnya? Mohon maaf krn saya orang awam.
    Thq

  3. junianto berkata:

    Bentuk Badan Koperasi Karyawan di tempat sy,
    semua barang blanjaan di kenakan PPN 10%
    Apakah ini di benarkan.
    Berarti harga barang lbih mahal di banding harga yg di pasar.
    Mohon penjelasanya,tanks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Pelaporan Keuangan Harus Mampu Menyediakan Informasi

Selengkapnya →