Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Oleh   /   Kamis 5 Juni 2014  /   Tidak ada komentar

Didalam ilmu akuntansi, laporan keuangan dibagi menjadi lima jenis, yakni laporan laba/rugi, laporan perubahan modal, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.

KeuanganLSM

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Didalam ilmu akuntansi, laporan keuangan dibagi menjadi lima jenis, yakni laporan laba/rugi, laporan perubahan modal, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Untuk lebih jelasnya mengenai kelima jenis laporan keuangan tersebut, silakan perhatikan penjelasan berikut ini.

Laporan Laba/Rugi

Laporan laba/rugi adalah bagian dari laporan keuangan yang mencatat unsur-unsur penghasilan dan beban perusahaan sampai akhirnya menghasilkan suatu laba atau rugi bersih. Inti dari laporan laba/rugi adalah mencatat seluruh penghasilan (pemasukan) dan beban (pengeluaran) perusahaan dalam kurun waktu tertentu.

Unsur-unsur laporan laba/rugi biasanya terdiri dari penghasilan (yang mencakup macam-macam penghasilan usaha dan penghasilan di luar usaha), total semua peng-hasilan, beban (yang mencakup macam-macam beban usaha dan beban di luar usaha), jumlah semua beban, dan hasil akhir (laba/rugi = total semua penghasilan — jumlah semua beban).

 

Penghasilan

Penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diperoleh dari hasil usaha, baik melalui kegiatan usaha utama maupun selain kegiatan usaha utama, yang dapat menambah angka kekayaan. Ada dua jenis penghasilan, yaitu penghasilan usaha dan penghasilan di luar usaha.

  1. Penghasilan usaha adalah tambahan kemampuan ekonomis yang diperoleh dari kegiatan usaha utama yang dapat menambah angka kekayaan. Misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang kuliner mendapatkan penghasilan usaha dari hasil menjual makanan kepada konsumen, perusahaan yang bergerak di bidang jasa mendapatkan penghasilan usaha dari hasil menjual jasa kepada konsumen, dan sebagainya.
  2. Penghasilan di luar usaha adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diperoleh dari selain kegiatan utama yang dapat menambah angka kekayaan. Misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang kuliner mendapatkan penghasilan di luar usaha dari hasil menjual peralatan masak, perusahaan yang bergerak di bidang obat-obatan mendapatkan penghasilan di luar usaha dari hasil menjual peralatan yang biasanya digunakan untuk memproduksi obat-obatan, dan sebagainya.

 

Beban

Beban adalah pengorbanan yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan di masa kini maupun masa yang akan datang. Beban juga terdiri dua jenis, yaitu beban usaha dan luar usaha.

  1. Beban usaha adalah pengorbanan yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan di masa kini maupun masa datang, yang muncul dari kegiatan utama. Misalnya, beban gaji, perlengkapan, listrik dan air, penyusutan peralatan, sewa gedung, beban asuransi, dan sebagainya.
  2. Beban di luar usaha adalah pengorbanan yang dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan di masa kini maupun masa datang, yang muncul dari selain kegiatan utama, misalnya beban bunga dan beban pajak.

KeuanganLSM

Disarikan dari buku: Cara Praktis Menyusun Laporan Keuangan, Penulis: Akifa P. Nayla, S.E., Akt., Hal: 35-38.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →