Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Jumlah, Waktu, dan Ketidakpastian Arus Kas Masa Depan

Oleh   /   Jumat 21 November 2014  /   Tidak ada komentar

Deskripsi mengenai pengaturan pendanaan, termasuk metode yang digunakan untuk menentukan tingka iuran entitas dan persyaratan pendanaan minimum.

KeuanganLSM

Jumlah, Waktu, dan Ketidakpastian Arus Kas Masa Depan

145. Entitas mengungkapkan:

  • analisis sensitivitas untuk setiap asumsi aktuaria yang signifikan (seperti diungkapkan dalam paragraf 144) pada akhir periode pelaporan, yang menunjukkan bagaimana kewajiban imbalan pasti akan terpengaruh oleh perubahan asumsi aktuaria yang relevan yang kemungkinan besar terjadi pada tanggal tersebut.
  • metode dan asumsi yang digunakan dalam menyiapkan analisis sensitivitas yang disyaratkan huruf (a) dan keterbatasan metode tersebut.
  • perubahan dari periode sebelumnya terhadap metode dan asumsi yang digunakan dalam menyiapkan analisis sensitivitas, dan alasan perubahan tersebut.

146. Entitas mengungkapkan deskripsi setiap strategi yang digunakan program atau entitas untuk memadankan aset dan liabilitas, termasuk penggunaan anuitas dan teknik lainnya, seperti swap jangka panjang, untuk mengelola risiko.

147. Untuk memberikan indikasi dampak program imbalan pasti terhadap arus kas entitas masa depan, entitas mengungkapkan:

  • deskripsi dari setiap pengaturan pendanaan dan kebijakan pendanaan yang mempengaruhi iuran masa depan.
  • iuran yang diharapkan masuk ke program pada periode pelaporan tahunan berikutnya.
  • informasi mengenai profil jatuh tempo kewajiban imbalan pasti. Ini mencakup durasi rata-rata tertimbang dari kewajiban imbalan pasti dan mencakup informasi lainnya mengenai distribusi waktu pembayaran imbalan, seperti analisis jatuh tempo pembayaran imbalan.

 

Program Multipemberi Kerja

148. Jika entitas berpartisipasi dalam program imbalan pasti multipemberi kerja, entitas mengungkapkan:

(a) deskripsi mengenai pengaturan pendanaan, termasuk metode yang digunakan untuk menentukan tingka iuran entitas dan persyaratan pendanaan minimum.
(b) deskripsi sejauh mana entitas bertanggungjawab terhadap program terkait kewajiban entitas lain sesuai dengan persyaratan dan kondisi program multipemberi kerja.
(c) deskripsi mengenai alokasi yang disepakati terhadap defisit atau surplus terhadap:

  • penyelesaian program; atau
  • membatalkan entitas dari program.

(d) jika entitas mencatat program tersebut seolah-olah sebagai program imbalan pasti sesuai paragraf 34, maka entitas mengungkapkan hal berikut, sebagai tambahan informasi yang disyaratkan oleh huruf (a)–(c) dan bukannya informasi yang disyaratkan paragraf 139–147:

  • fakta bahwa program tersebut merupakan program imbalan pasti.
  • alasan mengapa informasi yang memadai tidak tersedia yang memungkinkan entitas untuk memcatat program tersebut sebagai program imbalan pasti.
  • iuran ekspektasian kepada program untuk periode pelaporan tahunan berikutnya.
  • informasi mengenai defisit atau surplus program yang dapat mempengaruhi jumlah iuran masa depan, termasuk dasar yang digunakan untuk menentukan defisit atau surplus dan implikasi, jika ada, untuk entitas tersebut.
  • indikasi tingkat partisipasi entitas dalam program dibandingkan dengan peserta lain. Contoh pengukuran yang memberikan indikasi dapat berupa proporsi entitas atas total iuran program atau proporsi entitas atas total anggota aktif, anggota yang pensiunan, dan mantan anggota yang berhak atas imbalan, jika informasi tersebut tersedia.

Disarikan dari: Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK 24) Tentang Imbalan Kerja, Diterbitkan oleh: Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia), Hal: 24.43 – 24.45.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

“Judicial Review” dan Kontrol Norma Hukum

Selengkapnya →