Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Kapasitas Beban Bunga

Oleh   /   Sabtu 27 September 2014  /   Tidak ada komentar

Bunga pada dasarnya adalah beban. Dalam bab laporan arus kas, beban Bunga dikategorikan sebagai arus kas operasi, walaupun sifat dasarnya adalah pendanaan.

Kapasitas Beban Bunga

Kapasitas Beban Bunga

Bunga pada dasarnya adalah beban. Dalam bab laporan arus kas, beban Bunga dikategorikan sebagai arus kas operasi, walaupun sifat dasarnya adalah pendanaan. Sementara itu dalam laporan laba/rugi, bunga dikelompokkan sebagai beban non operasi, di bawah laba operasi karena dianggap beban non operasi. Pengelompokan ini mengandung asumsi bisnis berjalan secara normal.

Dalam kondisi tertentu, seperti pembangunan suatu pabrik, gedung atau jalan tol, biasanya perusahaan memerlukan pinjaman. Pinjaman menimbulkan beban bunga. Masa konstruksi memerlukan waktu tertentu, dari hitungan bulan sampai beberapa tahun. Bunga selama masa konstruksi ini bias dikelompokan sebagai bagian dari bangunan tersebut.

Konsep yang dianut disini adalah bahwa seluruh biaya yang timbul dalam rangka membuat (memperoleh) asset hingga siap dipakai merupakan bagian dari nilai asset tersebut. Inilah yang disebut dengan kapasitas beban bunga. Dengan demikian beban bunga selama masa konstruksi menjadi bagian dari arus kas investasi. Lengkap sudah posisi beban bunga di dalam laporan arus kas, yaitu bias di kas operasi, investasi maupun pendanaan.

Proses Konstruksi

Kapan beban bunga menjadi penting untuk diperhatikan? Jawaban atas pertanyaan ini akan mengarah pada beberapa hal, yaitu:

  • Berapa besar nilai konstruksi
  • Berapa lama masa konstruksi
  • Berapa besar nilai utang

Pembangunan gedung bertingkat tiga puluh akan makan waktu cukup lama, karena sifatnya. Pada kondisi tersebut sifat pembangunannya yang ke atas membuat waktunya lama. Hal demikian juga bias terjadi pada pembangunan infrastruktur, seperti bendungan dan jalan tol. Pada kasus jalan tol, dari proses pembebasan tanah sampai dengan selesainya jalan tersebut siap dipakai juga makan waktu yang lama.

Mengapa beban bunga masuk sebagai investasi, rasanya kita bias mendekati dengan pendekatan cost. Cost dari bangunan adalah seluruh beban yang timbul untuk membuat bangunan tersebut sampai siap digunakan. Masalahnya timbul ketika ternyata bangunan tersebut:

  • Selesai dalam waktu lama
  • Menggunakan utang yang berbunga

Dengan demikian maka bunga yang timbul dapat dialamatkan kepada bangunan tersebut sebagai bagian dari bangunan tersebut. Jadi bagian bunga yang boleh dihitung sebagai bagian bangunan, dengan kata lain dikapitalisasi, adalah bagian bunga yang memang timbul untuk membangun bangunan tersebut. Tentunya masa pinjaman tidak dengan sendirinya sama dengan masa pembangunan bangunan tersebut. Diagram dibawah ini dapat membantu menjernihkan penjelasan.

pembuatan bangunan

Ganbar: Proses Pembuatan Bangunan

Dalam diagram tersebut masa pinjaman overlap dengan:

  • Masa sebelum konstruksi
  • Masa konstruksi
  • Masa pemakaian (operasi)

Yang boleh dimasukan sebagai bunga selama kontruksi (interst during construction, idc) adalah bunga yang terjadi di masa pinjaman yang overlap dengan masa konstruksi. Di luar bagian yang overlap tersebut beban bunga kembali ke pengelompokan awal sebagai:

  • Bagian arus kas operasi di laporan arus kas
  • Sebagai biaya non operasi di laporan laba-rugi.

Sebagai contoh perusahaan yang menggunakan konsep tersebut adalah Jababeka Tbk¹⁾.

Pentingnya Melihat Beban Bunga

Jadi kapan penting memperhatikan bunga? Sebenarnya ketika analis akan menganalisis hanya satu perusahaan saja, maka semuanya jadi lebih mudah. Apabila analis tidak mau memperhatikan terlalu jauh dan hanya melakukan analisis historis satu perusahaan, maka analis tidak menghadapi masalah komparabilitas.

Akan tetapi ketika analis akan menganalisis dengan beberapa kondisi antara lain gabungan dari dua hal di bawah ini, maka akan terjadi masalah komparabilitas, yaitu ketika:

  • Menghitung rasio yang berhubungan dengan bunga seperti EBIT interst coverage (times interst earned) dan
  • Membandingkan dua perusahaan dengan tingkat intensitas tinggi pembangunan aktiva tetap dalam jangka panjang.

Ketika dua perusahaan dengan intensitas pembangunan aseet tetap sama-sama membukukan bunga selama masa konstruksi, tetapi yang satu sedang mengalami penurinan volume investasi (capital expenditure), sedangkan yang satunya sedang mengalami taraf naik volume investasinya, maka mengeluarkan bunga masa konstruksi dan menambahkan ke dalam bunga di laporan laba-rugi adalah salah satu solusi yang bermanfaat.

Masalah komparabilitas dapat diatasi di sini dengan mencatatkan bunga seluruhnya sebagai beban di laba-rugi. Yang kemudian menjadi pertimbangan untuk menghitung ulang bunga tersebut adalah:

  • Apakah informasi baru yang dihasilkan sepadan dengan usaha yang dilakukan?
  • Apakah informasi yang diperlukan memang tersedia di laporan keuangan dan/atau di catatan atas laporan keuangan?

Dengan dua pertimbangan di atas, analis akan melakukan perhitungan ulang bunga apabila informasinya tersedia dan manfaat yang ditimbulkannya sepadan. Berikut adalah contoh analisis terhadap posisi bunga dalam penentuan rating Aneka Tambang.²⁾

pengaruh bunga terhadap perhitungan rasio

Ilustrasi: Pengaruh Bunga terhadap Perhitungan Rasio.

Disarikan dari buku: Investigasi Laporan Keuangan & Analisis Rasio Keuangan, Penulis: Toto Prihadi, Hal: 20-24.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Cara Perhitungan Pajak dari Pegawai

Selengkapnya →