Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Karakteristik OMS-OMS

Oleh   /   Senin 11 Maret 2019  /   Tidak ada komentar

Walaupun mayoritas OMS memang bertujuan memperbaiki kehidupan masyarakat miskin dan kaum yang kurang beruntung, semakin banyak lembaga atau organisasi yang ‘berpura-pura’ mengatasnamakan diri sebagai OMS jumlahnya semakin banyak namun tujuannya sangat berbeda.

keuanganLSM

Karakteristik OMS-OMS

Buku Panduan ini diterbitkan atas dasar premis bahwa perlu adanya OMS yang efektif, beretika, memiliki komitmen dan berkesinambungan, yang tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki kondisi masyarakat miskin dan kaum yang kurang beruntung di negara-negara Selatan. OMS masih percaya dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh pelaku pembangunan nasional lainnya seperti pemerintah dan sektor usaha. Untuk bisa memenuhi daliI tersebut jelas OMS membutuhkan sumberdaya yang memungkinkan mereka berdaya guna di setiap bidang pengabdian yang dipilih dan sumberdaya untuk mempertahankan keberadaannya. Pertanyaannya adalah sumberdaya mana yang dapat diperoleh dan bagaimana cara mendapatkannya.

Walaupun mayoritas OMS memang bertujuan memperbaiki kehidupan masyarakat miskin dan kaum yang kurang beruntung, semakin banyak lembaga atau organisasi yang ‘berpura-pura’ mengatasnamakan diri sebagai OMS jumlahnya semakin banyak namun tujuannya sangat berbeda. Organisasi-organisasi semacam itu didirikan lebih untuk tujuan pribadi atau difungsikan sebagai lembaga pertahanan bagi pemerintah atau sektor bisnis. Keberadaan organisasi semacam itu tentunya dapat merusak reputasi sektor kemasyarakatan secara keseluruhanan. Untuk menghindari keadaan tersebut, maka yang dperlukan adalah melakukan revisi karaktertik organisasi sebelum melihat hal-hal yang diperlukan oleh OMS dan melihat bagaimana kebutuhan mereka dapat terpenuhi.

Pembentukan organisasi masyarakat sipil yang bertujuan menangani masalah-masalah pembangunan, baik di negara-negara Utara maupun Setatan:

  • dilatarbelakangi oleh nilai-nilai yang mencerminkan keinginan untuk memperbaiki kehidupan orang banyak;
  • didasari rasa sukarela (baik dalam hal pilihan maupun dalam pemberian kontribusi waktu maupun uang);
  • memiliki pengelolaan pribadi dan berdiri sendiri;
  • tidak ditunjukan bagi keuntungan pihak siapa pun yang sifatnya pribadi (misalnya, dengan membagikan keuntungan kepada stafnya atau pihak penanam modal);
  • mempunyai tujuan sosial yang nyata dan jelas yang bisa dijalankan dan dapat dipertanggunggjawabkan;
  • secara resmi didirikan sesuai dengan ketentuan hukum atau identitasnya di terima oleh budaya dan tradisi negara yang bersangkutan.

Disarikan dari buku: Menuju Kemandirian Keuangan, Penulis: Richard Holloway, Hal: 8-9.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Informasi Tambahan dalam Laporan Keuangan menurut IFRS

Selengkapnya →