Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Kas dan Setara Kas

Oleh   /   Selasa 22 Juli 2014  /   Tidak ada komentar

Aset lancar adalah kas yang penggunaannya tidak terikat untuk investasi atau kas yang dicadangkan untuk suatu tujuan tertentu.

KeuanganLSM

Kas dan Setara Kas

Yang dimaksud dengan kas sebagai aset lancar adalah kas yang penggunaannya tidak terikat untuk investasi atau kas yang dicadangkan untuk suatu tujuan tertentu. Kas yang dicadangkan untuk tujuan tertentu tidak merupakan aset lancar karena tidak dapat digunakan lagi untuk operasi rutin perusahaan.

Misalkan, PT X memiliki kas Rp 30 milyar, akan tetapi Rp 25 milyar adalah kas yang ditujukan untuk suatu proyek. Maka, kas yang tersaji di neraca sebagai aset lancar bukan Rp 30 M, melainkan Rp 5 M.

Yang disajikan dalam neraca sebagai kas adalah kas yang terdapat dalam perusahaan dan rekening bank yang sewaktu-waktu dapat digunakan. Dalam perusahaan besar, kas harus diatur sedemikian rupa sehingga perusahaan tidak kekurangan atau kelebihan alat likuid tersebut. Kekurangan atau kelebihan kas menimbulkan risiko bagi perusahaan.

Salah satu metode pengelolaan kas adalah dengan sistem jual-beli surat-surat berharga (marketable security) yang paling likuid atau sewaktu-waktu dapat dijual. Bila perusahaan mengalami kekurangan kas untuk operasi, surat berharga ini dapat dijual. Sebaliknya, bila perusahaan mengalami kelebihan kas, surat-surat berharga ini dibeli.

Tentu saja surat-surat berharga yang dibeli ini harus merupakan jenis surat-surat berharga yang pasarnya tersedia setiap saat, sehingga dapat dijual sewaktu-waktu bila perusahaan membutuhkan kas. Surat-surat berharga tersebut diklasifikasikan sebagai surat berharga available for sale. Available for sale ini dianggap setara dengan kas.

Perusahaan besar selain memiliki kas dalam mata uang rupiah juga memiliki kas atau rekening bank dengan mata uang asing. Kas atau rekening dengan mata uang asing harus disajikan dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs mata uang asing yang dalam hal ini adalah kurs Bank Indonesia. Dengan demikian, jumlah kas yang merupakan aset lancar adalah sebagai berikut:

Penyajian kas dalam neraca dapat dilakukan berdasarkan jumlah total kas. Dalam contoh di atas, misalnya, sebesar Rp 29 Milyar. Akan tetapi, informasi detail mengenai rincian kas di atas harus disajikan dalam catatan atas laporan keuangan. Untuk kemudahan penelusuran, catatan atas laporan keuangan mengenai kas dan komponen neraca lainnya diberikan dalam pembahasan tersendiri.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Non-Akuntansi, Penulis: Golrida Karyawati P, Hal: 21-25.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (2/4)

Selengkapnya →