Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Kebijakan Akuntansi dan Perubahan dalam Estimasi Akuntansi (IAS 8)

Oleh   /   Kamis 30 Januari 2014  /   Tidak ada komentar

Kebijakan akuntansi, sekali dipilih, harus diterapkan secara konsisten untuk transaksi sejenis, peristiwa lain, dan kondisi kecuali suatu standar atau interpretasi secara khusus membutuhkan atau mengijinkan kategorisasi dari pos-pos untuk kebijakan yang berbeda itu layak.

keuanganLSM

Kebijakan Akuntansi dan Perubahan dalam Estimasi Akuntansi (IAS 8)

IAS 8 menguraikan dasar untuk pemilihan kebijakan akuntansi dan perubahannya. IAS 8 juga menjabarkan ketentuan dan pengungkapan perubahan yang dibuat di dalam estimasi akuntansi dan koreksi kesalahan periode yang lalu. Tujuan standar ini adalah untuk memperkuat relevansi dan keandalan laporan keuangan entitas dan dapat diperbandingkan sepanjang waktu, dan juga dengan laporan keuangan entitas lainnya.

Konsistensi Kebijakan Akuntansi

Kebijakan akuntansi, sekali dipilih, harus diterapkan secara konsisten untuk transaksi sejenis, peristiwa lain, dan kondisi kecuali suatu standar atau interpretasi secara khusus membutuhkan atau mengijinkan kategorisasi dari pos-pos untuk kebijakan yang berbeda itu layak. Bilamana suatu standar atau interpretasi mensyaratkan atau mengizinkan kategorisasi tersebut, maka suatu kebijakan akuntansi yang memadai harus dipilih dan diterapkan secara konsisten terhadap setiap kategori.

Perubahan Prinsip Akuntansi

Suatu entitas harus merubah suatu kebijakan akuntansi hanya apabila perubahan,

  • Diharuskan oleh suatu standar atau interpretasi; atau
  • Menghasilkan informasi yang andal dan lebih relevan yang diberikan oleh laporan keuangan dalam hal efek transaksi, peristiwa lain, atau kondisi atas posisi keuangan entitas, kinerja keuangan, atau arus kas.

Dapat dicatat bahwa hal berikut bukan merupakan perubahan kebijakan akuntansi:

  • Penerapan suatu kebijakan akuntansi atas transaksi, peristiwa lain, atau kondisi yang membedakan substansi dari hal-hal yang terjadi sebelumnya; dan;
  • Penerapan suatu kebijakan akuntansi yang baru untuk transaksi,  peristiwa lain, atau kondisi yang tidak terjadi sebelumnya atau tidak material.

Menerapkan Perubahan Dalam Kebijakan Akuntansi

Bilamana suatu entitas mengubah kebijakan akuntansi atas dasar suatu standar atau interpretasi yang baru atau yang sudah diubah, maka provisi peralihan tertentu harus diikuti dalam mengadopsi perubahan. Namun, bilamana tidak ada provisi peralihan ditetapkan, atau apabila entitas mengubah kebijakan akuntansinya secara sukarela, maka perubahan tersebut harus diterapkan berlaku surut (seolah-olah kebijakan tersebut telah selalu diterapkan).

Bilamana perubahan yang diterapkan berlaku surut, maka angka-angka komparatif (periode pelaporan sebelumnya) yang disajikan di dalam laporan keuangan harus dinyatakan kembali seolah-olah kebijakan baru telah selalu diterapkan. Dampak dari kebijakan baru atas laba ditahan (retained earnings) sebelum periode terawal disajikan harus disesuaikan terhadap saldo awal daripada laba ditahan. Apabila tidak dapat dipraktekkan untuk menentukan efek periode spesifik atau efek kumulatif dari perubahan, maka entitas harus menerapkan perubahan secara prospektif dari mulai periode terawal yang praktis memungkinkan.

Pengungkapan atas Perubahan Kebijakan Akuntansi

Penerapan awal suatu standar atau intrepretasi. Bilamana suatu standar atau interpretasi yang baru diterapkan, maka entitas harus mengungkapkan perubahan bilamana mempunyai efek atas periode berjalan atau periode sebelumnya atau mempunyai efek atas periode masa datang, akan tetapi tidak dapat dipraktikkan untuk menentukan jumlah penyesuaian yang diperlukan di dalam periode berjalan atau periode sebelumnya atau yang diharuskan di dalam periode masa datang. Entitas harus mengungkapkan:

  • Judul standar atau interpretasi;
  • Bilamana dapat diterapkan, bahwa perubahan yang dilakukan sesuai dengan persyaratan peralihan;
  • Sifat perubahan kebijakan akuntansi;
  • Bilamana dapat diterapkan, suatu keterangan mengenai persyaratan peralihan;
  • Bilamana dapat diterapkan, persyaratan peralihan harus mempunyai dampak atas periode masa datang; .
  • Untuk periode berjalan dan setiap periode sebelumnya yang disajikan hingga sebatas yang dapat dipraktikkan, maka jumlah penyesuaian untuk setiap pos lini laporan keuangan;
  • Bilamana dapat diterapkan, pendapatan persaham dasar dan dilusian untuk  periode berjalan dan setiap periode sebelumnya yang disajikan sebatas yang dapat dipraktekkan; dan
  • Bilamana penerapan retrospektif tidak dapat dipraktekkan, maka keadaanlah yang menyebabkan penerapan tidak dapat dipraktekkan dan tanggal dari mana kebijakan akuntansi telah diterapkan.

Perubahan Kebijakan Akuntansi Secara Sukarela. Dalam hal perubahan kebijakan akuntansi secara sukarela, bilamana perubahan sebelumnya mempunyai dampak pada periode berjalan atau periode sebelumnya atau mempunyai dampak pada periode masa datang, akan tetapi tidak dapat dipraktekkan guna menentukan jumlah penyesuaian yang dipersyaratkan di dalam periode berjalan atau periode sebelumnya atau yang dipersyaratkan di dalam periode masa datang, maka entitas harus membuat pengungkapan:

  • Sifat dari perubahan kebijakan akuntansi;
  • Alasan atas kebijakan baru yang memberikan informasi yang andal dan yang lebih relevan;
  • Untuk periode berjalan dan setiap periode sebelumnya disajikan, hingga sebatas yang dapat dipraktekkan, maka jumlah penyesuaian untuk setiap pos lini laporan keuangan;
  • Bilamana dapat diterapkan, pendapatan per saham dasar dan dilusian untuk periode berjalan dan setiap periode sebelumnya yang disajikan sebatas yang dapat dipraktekkan; dan
  • Jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode sebelum hal tersebut disajikan, hingga sebatas yang dapat dipraktekkan; dan
  • Bilamana penerapan berlaku surut tidak dapat dipraktikkan, maka keadaanlah yang menyebabkan penerapan tidak dapat dipraktekkan dan tanggal dari mana kebijakan akuntansi telah diterapkan.

Bilamana standar atau interpretasi telah diterbitkan tetapi belum efektif, maka entitas harus mengungkapkan fakta bahwa standar-standar atau interpretasi tersebut telah diterbitkan pada tanggal otorisasi laporan keuangan tetapi tidak efektif.

Setiap informasi yang diketahui atau yang dapat diestimasi berkaitan dengan penilaian terhadap dampak kemungkinan dari standar atau interpretasi baru harus juga diungkapkan. Laporan keuangan periode berikutnya tidak perIu mengulang pengungkapan tersebut.

Perubahan Estimasi Akuntansi

Atas catatan mengenai ketidakpastian yang inheren dalam aktivitas bisnis, banyak pos yang ada di dalam laporan keuangan yang diestimasi karena tidak dapat diukur dengan akurat. Estimasi akuntansi mungkin dapat mengubah catatan lingkungan bisnis, atau ketika manajemen memperoleh lebih banyak pengalaman. Perubahan semacam ini tidak perlu untuk menyatakan kembali atas laporan keuangan periode sebelumnya, karena tidak menyatakan kepada suatu koreksi dari suatu kesalahan.

Pengungkapan atas Perubahan Estimasi Akuntansi

Suatu entitas harus mengungkapkan jumlah dan sifat perubahan estimasi akuntansi, yang mempunyai dampak di dalam periode berjalan. Demikian pula, entitas harus mengungkapkan dampak perubahan yang diharapkan di dalam periode mendatang, jika tidak praktis untuk dilakukan. Dalam hal tersebut, entitas harus mengungkapkan fakta bahwa tidak praktis untuk mengestimasi dampak perubahan estimasi akuntansi pada periode mendatang.

Kesalahan. Kesalahan di dalam laporan keuangan dapat menimbulkan catatan mengenai pengakuan, pengukuran, penyajian yang salah, atau pengungkapan pos di dalam laporan keuangan. Bilamana laporan keuangan berisi kesalahan-kesalahan yang material, maka tidak dapat dianggap mematuhi IFRS.

Entitas harus mengoreksi kesalahan material yang terkait dengan periode sebelumnya, berlaku surut di dalam perangkat laporan keuangan pertama yang diotorisasikan untuk diterbitkan setelah penemuannya dengan;

  • Menyatakan kembali jumlah komparatif untuk periode-periode yang disajikan bilamana kesalahan itu terjadi; atau
  • Apabila kesalahan yang terjadi sebelum periode sebelumnya yang terawal disajikan, maka pernyataan kembali saldo awal aset, liabilitas, dan ekuitas untuk periode sebelumnya terawal disajikan.

Disarikan dari buku: Memahami IFRS, Penulis: Nandakumar Ankarath, Dr. T.P. Ghosh, dkk.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pengertian & Ruang Lingkup Akuntansi Publik

Selengkapnya →