Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Kegiatan Ekonomi Bawah Tanah

Oleh   /   Senin 5 Oktober 2015  /   Tidak ada komentar

Sejumlah negara juga menetapkan aturan bahwa setiap kegiatan yang berusaha menghindarkan diri dari aturan atau ketentuan yang berlaku yang terkait dengan suatu jumlah transaksi tertentu dianggap sebagai kegiatan rahasia.

ekonomi bawah tanah

ekonomi bawah tanah

Seperti halnya kegiatan ekonomi yang normal dan legal, kegiatan ekonomi bawah tanah (underground economy) juga menciptakan berbagai kegiatan yang memungkinkan terjadinya tranksaksi yang mempunyai nilai atau harga yang dapat dipakai sebagai ukuran atau patokan bagi masing-masing pihak yang bertransaksi.

Permasalahannya dalam kegiatan ekonomi bawah tanah para pelaku berusaha untuk sejauh mungkin menghindar atau tidak memenuhi aturan-aturan formal yang berlaku. Berbagai bentuk penyimpangan, pelanggaran atau tindakan yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku a.I. dibidang perpajakan, perbuatan suap, sogok, penyimpangan dibidang devisa (peraturan control devisa) atau tindakan kriminal lainnya merupakan tindakan-tindakan yang akrab dengan kegiatan ekonomi bawah tanah kegiatan ekonomi bawah tanah pada dasarnya dapat dikategorikan melalui dua jalan:

  1. Semua transaksi yang tujuannya untuk menghindarkan diri atau menyimpangi terhadap peraturan pemerintah yang berlaku dengan harapan memperoleh keuntungan dan disamping berusaha untuk tidak membayar kewajiban perpajakannya.
  2. Transaksi tindak kejahatan yang terkait dengan a.I. perdagangan obat bius, kontrak untuk melakukan kejahatan pembunuhan, pelacuran, perampokan dsb, yang pada dasarnya dilatarbelakangi oleh tindakan atau kegiatan yang bertentangan atau melanggar hukum. Kegiatan terselubung/tersembunyi tersebut diperkirakan menyangkut perputaran dana dalam jumlah besar yang dapat dibagi sebagai berikut:
  • Cara legal pendapatan diperoleh namun pajak tidak dibayar atau dihindari.
  • Pendapatan diterima dalam bentuk barang dengan tujuan untuk menghindari pajak.
  • Penghasilan diperoleh dari tindakan illegal.

Sejumlah negara juga menetapkan aturan bahwa setiap kegiatan yang berusaha menghindarkan diri dari aturan atau ketentuan yang berlaku yang terkait dengan suatu jumlah transaksi tertentu dianggap sebagai kegiatan rahasia.

Faktor Penyebab Fundamental

Faktor fundamental yang menjadi penyebab utama munculnya kegiatan ekonomi bawah tanah ada beberapa:

  1. Masalah perpajakan sebagai hal utama sehingga menyebabkan berkurangnya penerimaan negara. Disejumlah negara kebocoran tersebut bahkan dapat mencapai 50% atau lebih dari nilai nominal pendapatan masyarakat dalam arti penerimaan pajak negara yang seharusnya diterima sesuai aturan yang berlaku tidak sepenuhnya atau hanya sekitar 50% yang masuk ke kas negara. Seorang bankir Swiss bahkan pernah mengatakan: “there would be no tax havens without tax hell”. Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa semakin tinggi tingkat atau beban prosentase pajak maka tingkat kejujuran masyarakat akan diuji dan lazimnya tingkat tersebut cenderung semakin berkurang atau semakin besar keinginan untuk tidak hanya terjadi pada pajak penghasilan atau pendapatan tetapi juga pada pajak perseroan, kekayaan, pertambahan nilai, pajak penjualan serta jenis-jenis pajak lainnya.
  2. Masalah peraturan, undang-undang/hukum yang berlaku yang berkaitan dengan upaya pemerintah untuk menetapkan berbagai patokan tentang harga, upah, tarip, nilai tukar, tingkat bunga, kuota yang membatasi penawaran dan sebagainya akan berakibat munculnya keinginan masyarakat atau kelompok-kelompok tertentu untuk tidak patuh atau berusaha menyimpanginya. Setiap tindakan atau peraturan yang ditetapkan dengan akibat timbulnya distorsi, disparitas atau perbedaan antara harga, tarip, kurs atau berbagai nilai lainnya yang resmi dengan yang terjadi dipasar sehingga mengakibatkan tumbuh atau terciptanya a.I. Pasar gelap, penyelundupan atau kegiatan lainnya diluar aturan yang berlaku. Semua kegiatan tersebut menjadi bagian dari kegiatan ekonomi bawah tanah yang umumnya menjadi berkembang terutama karena adanya keinginan pihak, golongan, kelompok tertentu karena adanya keinginan pihak, golongan, kelompok tertentu untuk menghindari kewajiban kepada negara baik dalam bentuk pajak, cukai, bea masuk atau kewajiban lainnya.
  3. Sebagai larangan yang dikeluarkan pemerintah yang dikategorikan sebagai tindak kejahatan seperti perdagangan obat bius atau senjata, kegiatan prostistusi, perjudian, perlindungan terhadap tindak kejahatan lainnya yang umumnya terkait dengan transaksi keuangan yang dilarang yang lazimnya sulit dilacak dan dideteksi.
  4. Kegiatan yang menyangkut berbagai tindakan yang tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan dilakukan oleh pegawai publik seperti korupsi, menerima suap/sogok pada berbagai kegiatan seperti kontrak pembelian atau kontrak pekerjaan, pembayaran bea masuk, pemberian berbagai izin atau lisensi (atas bangunan, kegiatan investasi, pendirian perusahaan atau izin usaha, izin impor atau devisa dan sebagainya). Semua tindakan yang menyimpang tersebut umumnya tidak terorganisir dan bersifat tidak legal serta sulit dilacak namun secara nyata dan pasti akan merupakan sumber penawaran dana tersembunyi yang sewaktu-waktu dapat masuk pasar keuangan.

Dari keseluruhan faktor penyebab tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin gencar peraturan ditetapkan pemerintah yang oleh kelompok, masyarakat atau golongan, organisasi tertentu yang merasa terbatasi atau terugikan maka timbul kegiatan-kegiatan tidak legal yang pada gilirannya memunculkan transaksi keuangan rahasia yang merupakan hasil tindak kejahatan yang kemudian masuk ke pasar keuangan di tingkat nasional dan terus berkembang ke level regional dan selanjutnya menyebar keseluruh dunia.

Disarikan dari buku: Sumber Keuangan Rahasia dan Seluk Beluknya, Penulis: Rijanto Sastroadmodjo, Hal: 12-14.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

SDM sebagai Gerbang Terakhir

Selengkapnya →