Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Kelengkapan Unsur Organisasi dan Pemisahan Personel

Oleh   /   Selasa 26 Agustus 2014  /   Tidak ada komentar

Karena perbedaan istilah antara yayasan dan perkumpulan, dalam tulisan ini istilah board digunakan untuk menunjuk organ yang berfungsi membuat kebajikan (governing) dan eksekutif untuk pelaksana harian.

KeuanganLSM

Kelengkapan Unsur Organisasi dan Pemisahan Personel

Penerapan prinsip check and balance dalam organisasi menjadi dasar dalam tata pengurusan yang baik (Correa, 2006). Adanya organ atau unsur-unsur organisasi yang lengkap dengan personel yang terpisah antar-unsur merupakan satu bentuk yang paling mendasar dari pelaksanaan check and balance.

Agar sistem check and balance dapat berlangsung, organisasi memiliki minimal dua badan yaitu board dan eksekutif.

Di LSM yang berbadan hukum yayasan, terdapat tiga organ yang harus dimiliki yayasan, yaitu pembina, pengurus, pengawas (Pasal 2 UU No. 16 tahun 2001 tentang Yayasan yang direvisi dengan UU No. 28 tahun 2004).

Pembina berfungsi sebagai organ yang membuat kebijakan, sementara pengurus dapat berperan sebagai pelaksana harian atau eksekutif, dan pengawas berfungsi melakukan pengawasan serta memberikan nasihat kepada pengurus dalam menjalankan roda organisasi. Dalam praktiknya, ada sebagian pengurus yayasan yang mendelegasikan/ mengangkat ekskutif untuk menjalankan organisasi sehari-hari. Apabila memilih alternatif ini, pengurus tidak boleh mendapatkan gaji/honor, karena dianggap sebagai volunteer.

Dalam perkumpulan, umunya dikenal dua organ utama, yaitu yang berfungsi membuat kebijakan dikenal sebagai badan pengurus atau board, dan yang berfungsi menjalankan keseharian organisasi dikenal sebagai badan pelaksana atau eksekutif. Meski umumnya hanya memiliki organ ketiga yaitu pengawasan. Karena perbedaan istilah antara yayasan dan perkumpulan, dalam tulisan ini istilah board digunakan untuk menunjuk organ yang berfungsi membuat kebajikan (governing) dan eksekutif untuk pelaksana harian.

Dari hasil analisis Konsil LSM pada 2011, ditemukan kecenderungan bahwa jika sebuah LSM memiliki organ-unsur setidaknya terdiri dari board dan eksekutif tingkat akuntabilitasnya semakin baik. Kesimpulan ini juga dapat berlaku sebaliknya; bahwa semakin akuntabel sebuah lem-baga, satu di antaranya diindikasikan oleh tersedianya organ yang berfungsi sebagai pembuat kebijakan dan pelaksana kebijakan. Data assessment memperlihatkan, 88,9% dari lembaga-lembaga yang sudah sesuai (compaliant) dengan Kode Etik Konsil memiliki unsur organisasi yang terdiri dari pengurus, pengawas, dan pelaksana. Sementara itu, dalam organisasi yang belum sesuai (non-compliant) Kode Etik, sebanyak 66,7% hanya memiliki satu organ, yaitu eksekutif atau badan pelaksana saja.

Dalam hal pemisahan personel untuk jabatan dan atau fungsi yang berbeda, lebih separuh (55,6%) dari 18 lembaga sudah menerapkan pemisahan personel, 38,9% terdapat satu atau lebih personel yang merangkap menjadi board dan eksekutif sekaligus; dan 5,6% tidak diketahui (lihat Diagram 4).

KeuanganLSM

Lembaga yang telah memberlakukan pemisahan personel antar organ sebanyak 77,8% sudah sesuai dengan Kode Etik Konsil. Namun demikian, ada juga lembaga-lembaga yang masuk dalam kategori belum sesuai Kode Etik, yang telah menerapkan pemisahan personel (33,3%) (Lihat Diagram 5)

KeuanganLSM

Disarikan dari buku: Jurnal Akuntabilitas Organisasi Masyarakat Sipil, Penulis: Lili Pulu, Hal: 40-41.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →