Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel Terbaru  >  Artikel saat ini

Kepala Daerah Diminta Contek Model Koperasi di Makasar

Oleh   /   Kamis 24 Agustus 2017  /   Tidak ada komentar

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) AAGN Puspayoga mengajak bupati dan wali kota untuk bisa mengembangkan koperasi di daerahnya masing-masing.

Kepala Daerah Diminta Contek Model Koperasi di Makasar

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) AAGN Puspayoga mengajak bupati dan wali kota untuk bisa mengembangkan koperasi di daerahnya masing-masing. Salah satunya dengan belajar dari program koperasi yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan bernama Badan Usaha Lorong (BULo).

Menurut dia, BULo bisa menjadi contoh bagi koperasi di daerah lain karena telah menuai hasil sejak peluncurannya setahun lalu. “Bupati dan wali kota harus belajar BULo ke Makassar. Program ini sangat bagus dan layak dicontoh,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Menurut Puspayoga, pihaknya mendukung program pemerintah daerah yang pro rakyat seperti BULo. Masyarakat secara swadaya dan swadana digerakkan untuk menanam cabai sebagai komoditi utama BULo.

“30 persen dari hasil penjualan cabai BULo digunakan untuk deposito pendidikan anak lorong. 30 persen lainnya dimanfaatkan untuk mengembangkan koperasi dan UKM lorong, sementara 40 persen dibagi ke petani lorong berdasarkan KK (Kartu Keluarga),” kata dia.

‎Sementara itu, Wali Kota Makassar Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyatakan, pihaknya s‎iap menerima bupati dan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia yang akan berguru BULo.

“Kita selalu siap. Kapan pun itu untuk menularkan BULo ke daerah-daerah lainnya di Indonesia,” ungkap dia.

Apalagi, kata Danny, saat ini BULo mulai mengembangkan teknik menanam cabai yang memungkinkan pertumbuhan cabai lebih produktif. Dengan demikian, cabai yang diproduksi pun lebih banyak.

“Cabai BULo Makassar juga berkontribusi pada pengendalian inflasi dalam negeri. Meski baru berusia setahun, Makassar mampu mengalami deflasi sebesar -0,32 persen selama Ramadan dan Idul Fitri,” tandas Danny.

Sumber: liputan6.com.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Sangat Perlu Dukungan Akses Pembiayaan

Selengkapnya →