Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Kerangka Kerja IASB untuk Penyusunan Laporan Keuangan

Oleh   /   Sabtu 25 Januari 2014  /   Tidak ada komentar

Kerangka kerja IASB untuk Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (Kerangka) menetapkan konsep-konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan (misalnya objektif, asumsi, karakteristik, definisi, dan kriteria yang mengelola pelaporan keuangan).

keuanganLSM

Kerangka Kerja IASB untuk Penyusunan Laporan Keuangan

Kerangka kerja IASB untuk Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (Kerangka) menetapkan konsep-konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan (misalnya objektif, asumsi, karakteristik, definisi, dan kriteria yang mengelola pelaporan keuangan). Oleh karena itu, Kerangka sering menunjukkan pada kerangka kerja konseptual.

Kerangka berkaitan dengan

  1. Objektif dari laporan keuangan.
  2. Asumsi yang mendasarinya.
  3. Karakteristik kualitatif yang menetapkan manfaat informasi didalam laporan keuangan.
  4. Definisi, pengakuan, dan pengukuran elemen yang berasal dari mana laporan keuangan disusun.
  5. Konsep-konsep modal dan pengelolaan modal.

Kerangka kerja IASB untuk Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan (Kerangka) menetapkan konsep-konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan (misalnya objektif, asumsi, karakteristik, definisi, dan kriteria yang mengelola pelaporan keuangan).

Kerangka bukanlah merupakan suatu standar atau yang memaksakan suatu standar. Sebagai gantinya, kepentingannya dapat dinilai dari tujuan berikut ini yang tersedia bagi pengguna standar:

  • Untuk membantu dan memberikan pedoman kepada Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) sebagaimana dikembangkan menjadi standar baru atau standar yang direvisi.
  • Untuk membantu penentu standar nasional dalam mengembangkan standar nasionalnya pada suatu dasar yang konsisten dengan prinsip-prinsip internasional; dan,
  • Untuk membantu penyusun laporan keuangan dalam mengaplikasikan standar dan memperlakukan topik-topik yang tidak dijelaskan oleh suatu standar.

Dengan demikian, dalam hal suatu konflik antara Kerangka dengan suatu standar khusus, maka memperlakukan standar yang berlaku.

Disarikan dari buku: Memahami IFRS, Penulis: Nandakumar Ankarath, Dr. T.P. Ghosh, dkk.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →