Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Ketentuan dalam Menyusun Laporan Keuangan

Oleh   /   Senin 9 Juni 2014  /   Tidak ada komentar

Laporan keuangan yang disusun harus mudah dipahami oleh pihak-pihak yang terkait, baik yang berada di dalam maupun luar perusahaan, yang memiliki kepentingan dengan perusahaan seperti investor, kreditor, supplier, pemerintah, dan masyarakat umum.

KeuanganLSM

Ketentuan dalam Menyusun Laporan Keuangan

Laporan keuangan tidak boleh disusun sembarangan, melainkan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku di dalamnya. Ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam menyusun laporan keuangan antara lain sebagai
berikut:

 

Bersifat Tidak Memihak

Laporan keuangan yang disusun harus bersifat tidak memihak. Dalam artian, berada di tengah-tengah, tidak condong pada pihak manapun, baik perusahaan maupun investor. Sebagai contoh, agar investor merasa tertarik untuk menanam modal di perusahaan X, maka pemilik perusahaan X memerintah akuntan untuk menyusun laporan keuangan yang baik, dengan memanipulasi data agar seolah-olah keuangan di perusahaan X terlihat baik. Dengan demikian, investor merasa bahwa menanam modal di perusahaan X sangat menjanjikan, karena laporan keuangannya baik. Contoh lain, agar pajak dan pungutan yang harus dibayarkan perushaaan Y kepada pemerintah tidak terllau besar, maka investor meminta kepada pemilik perusahaan Y untuk memanipulasi data laporan keuangan dengan menampilkan laba yang sangat kecil, sehingga pemerintah akan memutuskan bahwa perusahaan Y hanya membayar pajak dan pungutan tidak terlalu besar.

 

Tidak Melebihi Batas Waktu

Laporan keuangan yang disusun harus tidak melebihi batas waktu. Dalam artian, harus selesai di waktu yang ditentukan. Untuk laporan keuangan bulanan, lama maksimal penyusunan laporan keuangannya adalah empat hari dari tanggal akhir bulan. Sementara itu, untuk laporan keuangan tahunan, lama maksimal penyusunan laporan keuangannya adalah satu bulan dari akhir tanggal bulan Desember. Laporan keuangan yang disusun tidak boleh ditunda penyelesaiannya sampai melebihi batas waktu yang telah ditentukan, karena dikhawatirkan ada data yang terselip, sehingga memungkinkan laporan keuangan menjadi tidak valid.

 

Detail dan Utuh

Laporan keuangan yang disusun harus detail dan utuh. Dalam artian, seluruh data disajikan secara lengkap dan tidak ada data-data yang disembunyikan. Adanya data-
data yang disembunyikan di dalam laporan keuangan merupakan tindakan fraud (kecurangan), dan ini bisa dipermasalahkan di jalur hukum. Laporan keuangan yang detail dan utuh ini nantinya memudahkan bagi pihak-pihak yang terkait dalam penyusunan laporan keuangan untuk memahami laporan keuangan yang disajikan.

 

Dapat Dipertanggungjawabkan Kebenarannya

Laporan keuangan harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dalam artian, data-data yang disajikan di dalamnya memang benar dan tanpa rekayasa. Tidak boleh setiap perusahaan menyusun laporan keuangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sebab, laporan keuangan tersebut nantinya akan diuji kebenarannya oleh pihak independent yang dipekerjakan oleh pemerintah. Untuk perusahaan berskala kecil hingga menengah, hal ini tidaklah begitu penting. Pasalnya, perusahaan berskala kecil kebanyakan tidak mementingkan “citra” laporan keuangannya di hadapan masyarakat. Tetapi, bagi perusahaan berskala besar hingga internasional, pengujian kebenaran atas laporan keuangan oleh pihak independent yang dipekerjakan oleh pemerintah adalah hal yang sangat penting. Sebab, hal tersebut nantinya menjadi bukti yang akan menunjukkan kepada masyarakat umum bahwa perusahaan yang bersangkutan memiliki total kekayaan sebagaimana yang dihitung jumlahnya oleh tim independent.

 

Berhubungan dengan Laporan Keuangan Tahun-Tahun Sebelumnya

Laporan keuangan yang disusun harus berhubungan dengan laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya. Hal sangat ditekankan agar laporan keuangan mudah dipahami oleh pihak independent yang dipekerjakan secara khusus dalam menghitung seluruh laporan keuangan perusahaan dari tahun ke tahun.

 

Memuat Penjelasan yang Relevan

Laporan keuangan yang disusun harus memuat penjelasan yang relevan. Penjelasan yang relevan ini nantinya memudahkan direktur beserta jajaran tinggi perusahaan dalam mengambil keputusan yang tepat, apabila di dalam perusahaan sedang terjadi krisis atau bahkan kebangkrutan. Kesalahan dalam pengambilan keputusan di perusahaan bisa jadi dikarenakan laporan keuangan yang disusun tidak memuat penjelasan yang relevan.

 

Mudah Dipahami Pihak-Pihak yang Terkait

Laporan keuangan yang disusun harus mudah dipahami oleh pihak-pihak yang terkait, baik yang berada di dalam maupun luar perusahaan, yang memiliki kepentingan dengan perusahaan seperti investor, kreditor, supplier, pemerintah, dan masyarakat umum. Laporan keuangan yang mudah dipahami tersebut nantinya dapat meningkatkan citra perusahaan di hadapan publik.

Disarikan dari buku: Cara Praktis Menyusun Laporan Keuangan, Penulis: Akifa P. Nayla, Hal: 20-23.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →