Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Ketersediaan Mekanisme Keluhan (complain mechanism)

Oleh   /   Sabtu 13 September 2014  /   Tidak ada komentar

Mekanisme komplain seharusnya dikelola dengan baik sehingga keluhan atau pengaduan yang disampaikan oleh semua pihak akan menjadi masukan yang berguna bagi organisasi dan tidak dipandang sebagai serangan untuk menjatuhkan organisasi.

KeuanganLSM

Ketersediaan Mekanisme Keluhan (complain mechanism)

Mekanisme penanganan keluhan ini merupakan satu indikator yang paling jarang ditemukan. Bahkan pada kategori lembaga sudah sesuai pun, hanya terdapat 44,4% lembaga yang sudah memiliki mekanisme. Artinya, ketersediaan mekanisme komplain masih menjadi tantangan bagi lembaga anggota Konsil LSM dalam menerapkan Kode Etik.

Pentingnya ketersediaan mekanism komplain di LSM adalah untuk mem beri wadah bagi penerima rnanfaat kelompok dampingan, mitra, dar publik bahkan staf untuk mengajukan keluhan mengenai berbagai hal terkaii organisasi. Mekanisme ini akan membantu lembaga yang bersangkutan untuk melakukan perbaikan terhadap program dan pelayanan yang mereka berikan kepada masyarakat dan juga dalam internal organisasi.

Dalam wawancara dengan satu organisasi lembaga anggota Konsil dalam assessment ini, mekanisme komplain internal biasanya tersedia tetapi tidak diatur dan dikelola secara serius. Mekanisme komplain yang tersedia bagi pihak internal adalah kesempatan evaluasi dan refleksi tahunan yang kadangkala tidak terlalu membuka ruang evaluasi yang memadai untuk mendengarkan keluhan dari staf.

Dalam beberapa kasus, momentum evaluasi tidak menjadi kesempatan yang konstruktif untuk organisasi, karena pihak yang dievaluasi bersikap resisten terhadap evaluasi yang diberikan. Mekanisme komplain merupakan salah satu alat untuk menjaga kesehatan dan kestabilan organisasi karena menyediakan saluran bagi pihak internal maupun eksternal untuk memberikan keluhan.

Dengan demikian mekanisme komplain seharusnya dikelola dengan baik sehingga keluhan atau pengaduan yang disampaikan oleh semua pihak akan menjadi masukan yang berguna bagi organisasi dan tidak dipandang sebagai serangan untuk menjatuhkan organisasi.

Dalam assessment, terdapat 44,4% dari lembaga yang sesuai dengan kode etik, memiliki mekanisme komplain dan dijalankan dalam organisasi, 11,1% lainnya memiliki aturan tertulis tetapi tidak diterapkan secara konsisten, dan sisanya 44,4% tidak memiliki aturan tertulis mengenai hal ini. Sementara di lembaga yang belum sesuai dengan Kode Etik, tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki mekanisme komplain.

Disarikan dari buku: Jurnal Akuntabilitas Organisasi Masyarakat Sipil, Penulis: Lili Pulu, Hal: 52-53.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

SDM sebagai Gerbang Terakhir

Selengkapnya →