Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Kewajiban Memotong dan Menyetor NPWP

Oleh   /   Senin 9 November 2015  /   Tidak ada komentar

Pemotongan dilakukan untuk memenuhi Pasal 21, Pasal 23 dan Pasal 4 ayat 2. Rincian mengenai tarif atau besaran pemotongannya dan apa saja yang termasuk objek pemotong pajak akan dibahas tersendiri.

Kewajiban Memotong dan Menyetor NPWP

Kewajiban Memotong dan Menyetor NPWP

NPO selaku wajib pajak ber-NPWP memiliki kewajiban untuk memotong penghasilan individu atau badan yang sumber penghasilannya dari NPO. Jadi kalau NPO membayarkan honor, uang sewa, dan sebagainya (tentu yang termasuk objek pajak saja) maka NPO wajib memotong pajaknya.

Negara meminta tolong kepada setiap wajib pajak ber-NPWP untuk melakukan pemotongan untuk mengamankan penerimaan pajak negara. Karena kalau tidak dipotong waktu penerimaan penghasilan, dikhawatirkan nantinya individu/badan tadi tidak membayar pajak.

Pemotongan dilakukan untuk memenuhi Pasal 21, Pasal 23 dan Pasal 4 ayat 2. Rincian mengenai tarif atau besaran pemotongannya dan apa saja yang termasuk objek pemotong pajak akan dibahas tersendiri.

Setelah pemotongan dilakukan, setiap bulan jumlah pendapatan yang dipotong (bila ada) wajib disetorkan ke kas negara. Saat ini hampir semua bank menerima setoran pajak kas negara. Bukti setor menggunakan formulir tersendiri (SSP-Surat Setoran Pajak) yang banyak dijual di toko buku atau diunduh di http://www.pajak.go.id. SSP ini kemudian diberi tanda khusus (divalidasi) oleh kasir bank penerima.

Disarikan dari buku: Petunjuk Kewajiban Pajak Lembaga Nirlaba (Kewajiban Memotong dan Menyetor NPWP), Penulis: Pahala Nainggolan, Hal: 6-7.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tujuan dan Hakikat Konstitusi

Tujuan dan Hakikat Konstitusi

Selengkapnya →