Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Klasifikasi Biaya yang Dikeluarkan atas Aktiva Tetap

Oleh   /   Senin 20 Januari 2014  /   Tidak ada komentar

Pada dasarnya, biaya-biaya yang dikeluarkan atas aktiva tetap dapat diklasifikasi menjadi empat tahap, yaitu tahap pendahuluan, sebelum perolehan, perolehan atau konstruksi, dan pemakaian.

keuanganLSM

Klasifikasi Biaya yang Dikeluarkan atas Aktiva Tetap

Pada dasarnya, biaya-biaya yang dikeluarkan atas aktiva tetap dapat diklasifikasi menjadi empat tahap, yaitu tahap pendahuluan, sebelum perolehan, perolehan atau konstruksi, dan pemakaian.

Tahap pendahuluan terjadi sebelum pihak perusahaan yakin atas kemungkinan dilakukannya pembelian ativa tetap. Selama tahap ini, perusahaan biasanya akan melakukan studi kelayakan dan analisis keuangan untuk menentukan kemungkinan diperolehnya aktiva tetap. Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam tahap pendahuluan ini tidaklah dapat dikaitkan dengan aktiva tetap tertentu, sehingga harus diperlakukan sebagai pengeluaran pendapatan.

Pada tahap pra – perolehan, keputusan untuk membeli aktiva tetap telah menjadi mungkin, namun belum terjadi. Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam tahap ini, seperti biaya survei, sudah dapat dikaitkan dengan aktiva tetap tertentu yang akan dibeli sehingga harus diperlakukan sebagai pengeluaran modal.

Pada dasarnya, biaya-biaya yang dikeluarkan atas aktiva tetap dapat diklasifikasi menjadi empat tahap, yaitu tahap pendahuluan, sebelum perolehan, perolehan atau konstruksi, dan pemakaian.

Dalam tahap perolehan atau konstruksi, pembelian aktiva tetap terjadi atau konstruksi telah dimulai, namun aktiva tetap tersebut belum siap untuk digunakan. Biaya-biaya yang terkait langsung dengan aktiva tetap yang dibeli ini harus dikapitalisasi dalam akun aktiva tetap tersebut. Contohnya adalah harga beli mesin, pajak, ongkos angkut, biaya asuransi selama dalam perjalanan, ongkos pemasangan dan biaya uji coba sampai mesin tersebut benar-benar dapat dioperasikan akan dicatat dalam akun mesin. Demikian juga, untuk bangunan yang dibangun sendiri, biaya-biaya yang terkait langsung dengan pembangunan gedung baru tersebut akan dikapitalisasi sebagai akun pekerjaan dalam penyelesaian (construction in progress). Ketika bangunan tersebut telah selesai dibangun dan siap untuk dimanfaatkan, maka biaya yang telah dikapitalisasi sebagai akun pekerjaan dalam penyelesaian akan ditransfer ke dalam akun aktiva tetap terkait, yaitu akun bangunan. Contohnya adalah biaya arsitek, biaya untuk membeli bahan-bahan bangunan, biaya upah pekerja, biaya sewa peralatan untuk membangun, bahkan termasuk bunga atas dana yang dipinjam untuk membiayai pembangunan gedung baru  tersebut.

Dalam tahap pemakaian, aktiva tetap telah siap digunakan. Sepanjang tahap ini, aktiva tetap seharusnya disusutkan. Selama tahap ini, segala aktivitas perbaikan dan pemeliharaan atas aktiva tetap yang sifatnya normal serta berulang harus dicatat langsung ke dalam akun beban untuk periode bersangkutan. Sedangkan biaya yang terjadi untuk memperoleh tambahan komponen aktiva tetap atau mengganti komponen yang sudah ada haruslah dikapitalisasi, sepanjang biaya-biaya ini dapat meningkat efisiensi operasional dan kapasitas produktif aktiva tetap atau memperpanjang masa manfaat aktiva tetap bersangkutan.

Disarikan dari buku: 225 Soal-Jawab Akuntansi Dasar, Penulis: Hery, S.E,. M.Si., Halaman: 119-120.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Sangat Perlu Dukungan Akses Pembiayaan

Selengkapnya →