Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Klasterisasi untuk Tingkatkan Produktivitas UKM

Oleh   /   Jumat 7 Juni 2013  /   Tidak ada komentar

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) akan melakukan klasterisasi bagi UKM yang bergerak di bidang fesyen dan tekstil serta turunannya. Ini dilakukan untuk mempermudah melakukan pembinaan bagi usaha tersebut.

keuanganLSM

Klasterisasi untuk Tingkatkan Produktivitas UKM

Sumber: Depkop, Selasa, 19 Februari 2013.

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop-UKM) akan melakukan klasterisasi bagi UKM yang bergerak di bidang fesyen dan tekstil serta turunannya. Ini dilakukan untuk mempermudah melakukan pembinaan bagi usaha tersebut agar mereka bisa terus meningkatkan produksinya.

“Kami akan memfasilitasi dan menjembatani kepentingan mereka agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas produk,” kata Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Neddy Rafihaldi Halim di Jakarta, baru-baru ini.

Untuk mengimplementasikan hal tersebut, menurut dia, pihaknya akan menggandeng asosiasi perancang mode hingga para pengusaha besar agar memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pelaku UKM fesyen. Saat ini, UKM fesyen menempati posisi penting dam signifikan di Indonesia lantaran jumlahnya yang besar. “Pelaku UKM Indonesiamencapai 55,3 juta pelaku usaha dan sekitar 10 persennya adalah UKM fesyen, tekstil, dan turunannya.

Mereka akan kita satukan dalam kluster fesyen,” ujarnya. Dia juga mengatakan, untuk tahap pertama pihaknya akan memetakan jutaan pelaku UKM fesyen tersebut yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Neddy menambahkan jika pemetaan telah menghasilkan data sebaran yang akurat, pihaknya akan membentuk kluster fesyen untuk mewadahi mereka. “Dari sini kita akan berikan pelatihan, pendampingan, dan pembinaan tentang standardisasi, disain, perlindungan HKI, hingga promosi dan pemasaran produk,” ucapnya.

Pihaknya mendorong usaha fesyen Indonesia terus berkembang menuju target Indonesia sebagai kiblat fesyen Muslim dunia pada 2025. “Fesyen kita, dorong untuk memantapkan tujuan kita menjadi terdepan, paling tidak pada 2015 kita sudah akan kaya produk berbasis Muslim fesyen,”katanya.

Terkait hal ini, pihaknya telah membangun pusat wirausaha muda yang salah satu divisi di dalamnya menangani fesyen berikut pembinaan kepada UKM pelakunya. Kementeriannya juga telah membangun gedung promosi produk UKM termasuk fesyen lokal yakni SME Tower di UKM Gallery, selain juga telah membangun pusat pelatihan UKM di Ciawi, Jawa Barat. Ini kami harapkan mampu memfasilitasi UKM fesyen untuk lebih berkembang.”, kata Neddy.

Sebelumnya, Kementerian Koperasi dan UKM menggelar pelatihan kewirausahaan akan digelar secara bertahap di seluruh provinsi di Indonesia dalam upaya mencapai rasio wirausaha 2 persen dari seluruh populasi penduduk Pada tahap awal. Kementerian Koperasi dan UKM segera melakuKan roadshow dan sosialsasi Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 20 13 ke-15 kota atau titik potensial tumbuhnya wirausaha baru di berbagai provinsi di Indonesia.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →