Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Kode Etik Perhimpunan Auditor Internal Indonesia

Oleh   /   Rabu 30 Desember 2015  /   Tidak ada komentar

Para anggota PAII adalah mereka yang bertugas sebagai auditor internal dan atau mereka yang berkualifikasi Qualified Internal Audit (QIA) harus menyadari bahwa pertimbangan pribadi diperlukan dalam penerapan prinsip-prinsip ini.

Kode Etik Perhimpunan Auditor Internal Indonesia

Kode Etik Perhimpunan Auditor Internal Indonesia

Mempertimbangkan bahwa etika merupakan pertimbangan yang penting dalam praktek audit internal, dan bahwa prinsip-prinsip moral yang diikuti oleh para anggota Perhimpunan Auditor Internal Indonesia (PAII) harus dibuat secara formal dan disyahkan.

MENGINGAT para anggota PAII mewakili profesi audit internal, dan MENGINGAT manajemen mengharapkan audit internal untuk membantu manajemen dalam mengelola perusahaan, dan MENGINGAT para anggota harus mempertahankan standar yang tinggi mengenai perilaku, kehormatan, dan sikap sehingga dapat menjalankan praktek audit internal dengan tepat dan berarti.

Maka kode etik diperlukan untuk memberi batasan pada standar perilaku profesional yang dapat dipakai sebagai panduan untuk setiap anggota PAII.

Penjelasan tentang Prinsip-Prinsip

Ketentuan-ketentuan dalam kode etik ini meliputi prinsip-prinsip dasar yang ada dalam berbagai praktek audit internal. Para anggota PAII adalah mereka yang bertugas sebagai auditor internal dan atau mereka yang berkualifikasi Qualified Internal Audit (QIA) harus menyadari bahwa pertimbangan pribadi diperlukan dalam penerapan prinsip-prinsip ini. Para anggota bertanggungjawab untuk mempunyai perilaku yang baik sehingga nama baik dan integritasnya tidak dipertanyakan. Dalam hal adanya keterbatasan kemampuan teknis, anggota harus berusaha sekerasnya untuk dapat mengembangkan kemampuannya dalam menerapkan standar audit internal, untuk kepentingan perusahaan, organisasi, dan masyarakat.

Pasal-Pasal

  • PAII berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Para anggota diwajibkan untuk bersikap jujur, objektif dan hati-hati dalam menjalankan tugas-tugas maupun kewajiban-kewajibannya.
  • Untuk mempertahankan kepercayaan dari pemberi tugas, para anggota harus loyalitas kepada pemberi tugas. Walaupun demikian anggota dilarang untuk mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan yang menyimpang atau melanggar hukum.
  • Para anggota harus menghindari untuk terlibat kegiatan yang dapat menimbulkan konflik dengan kepentingan pemberi tugas, atau yang dapat menimbulkan prasangka yang meragukan kemampuannya untuk secara objektif menyelesaikan tugas dan kewajibannya.
  • Para anggota dilarang untuk menerima imbalan atau hadiah dari pemberi tugas, klien, pelanggan, atau relasi bisnis pemberi tugas, kecuali yang menjadi haknya.
  • Para anggota harus bersikap bijaksana dan hati-hati dalam menggunakan informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugasnya. Para anggota dilarang menggunakan informasi rahasia untuk kepentingan pribadi, atau menggunakan sedemikian rupa sehingga merugikan kepentingan pemberi tugas.
  • Dalam menyatakan pendapat, para anggota harus menggunakan semua kemampuannya untuk memperoleh bukti-bukti yang memadai yang dapat mendukung pernyatannya. Dalam laporannya, para anggota harus mengungkapkan fakta-fakta material yang diketahuinya yang jika tidak diungkapkan akan dapat merubah laporan hasil kegiatan yang direview, atau dapat menutupi adanya praktek-praktek yang menyalahi prosedur dan kebijakan.
  • Para anggota harus secara terus menerus berusaha meningkatkan keahlian dan keefektivan dalam melakukan pekerjaannya.
  • Para anggota harus mematuhi peraturan dan mendukung pencapaian tujuan PAII. Dalam menjalankan profesinya para anggota harus selalu sadar akan kewajibannya untuk memelihara standar yang tinggi tentang kompetensi, moralitas dan kehormatan yang telah ditetapkan oleh PAII dan para anggotanya.

Penjelasan

Kode etik ini memberi batasan kriteria perilaku profesional dan mengharapkan para anggota PAII untuk memelihara standar kompetensi, moralitas dan kehormatan. Dalam kode etik ini diungkapkan bahwa etika merupakan pertimbangan penting dalam praktek audit internal modern, dan mengharuskan para anggota PAII untuk bersikap jujur, objektif, dan loyal kepada pemberi tugas; untuk menghindari konflik kepentingan dan untuk tidak menerima imbalan atau hadiah untuk memperlakukan informasi yang diperoleh sebagai rahasia; untuk mendukung pendapatannya dengan fakta-fakta untuk mengungkapkan semua fakta material yang diketahui; dan untuk selalu mengembangkan keahliannya.

Dalam Pernyataan atas TanggungJawab Auditor Internal tidak terdapat adanya ketentuan-ketentuan kebijakan, dan tidak menyebutkan kewajiban-kewajiban hukum untuk auditor internal. Diharapkan agar perusahaan mengembangkan anggaran dasar untuk audit internalnya dengan dasar pernyataan ini di dalam pernyataan dipergunakan ide-ide dari kode etik sebagai referensi, maka perusahaan yang mempunyai anggaran dasar yang mengacu pada kode etik, dapat mengharapkan auditor internalnya untuk memenuhi kriteria yang dinyatakan di dalamnya, terutama jika auditor internal perusahaan tersebut merupakan anggota PAII.

Di dalam Standar Profesional Audit Internal menyebutkan bahwa auditor internal harus tunduk pada standar profesional tentang tingkah laku. Hal ini secara spesifik mengacu, maka satu-satunya kriteria perilaku yang dapat diterima adalah standar umum yang ditetapkan oleh profesi itu sendiri.

Perkembangan selanjutnya bukan tidak mungkin nanti akan ada orang-orang yang berpraktek dalam profesi audit internal baik anggota PAII, atau mereka yang berkualifikasi Qualified Internal Auditor (QIA), baik diberi jabatan auditor internal atau istilah lain; yang terbukti merugikan seseorang dalam menjalankan profesinya, dapat dituntut perilakunya ternyata tidak sesuai dengan kode etik.

Memang tanggungjawab audit internal akan berbeda antara tiap organisasi, sehingga pembuatan kode etik yang bisa diterima secara umum menjadi tidak mungkin. Walaupun tanggungjawab mungkin berbeda, namun auditor internal mempunyai tujuan umum yang sama, sehingga kode etik dapat diterima sebagai panduan untuk meningkatkan disiplin pribadi dan perilaku.

Disarikan dari buku: Standar Profesional Audit Internal (Kode Etik Perhimpunan Auditor Internal Indonesia), Penulis: Hiro Tugiman, Hal: 104-107.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tahapan Penyusunan Anggaran Desa

Selengkapnya →