Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Komponen Biaya Imbalan Pasti

Oleh   /   Rabu 19 November 2014  /   Tidak ada komentar

Entitas menilai apakah semua atau beberapa pengungkapan harus dipisahkan untuk membedakan program atau kelompok program dengan risiko material yang berbeda.

KeuanganLSM

Komponen Biaya Imbalan Pasti

120. Entitas mengakui komponen biaya imbalan pasti, kecuali PSAK lain mensyaratkan atau mengizinkan komponen tersebut sebagai biaya perolehan aset, sebagai berikut:

  • biaya jasa (lihat paragraf 66–112) dalam laporan laba rugi;
  • bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto (lihat paragraf 123–126) dalam laporan laba rugi; dan
  • pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto (lihat paragraf 127–130) dalam pendapatan komprehensif lain.

121. PSAK/ISAK lain mensyaratkan biaya imbalan kerja tertentu dimasukkan dalam biaya perolehan aset, seperti persediaan atau aset tetap (lihat PSAK 14: Persediaan dan PSAK 16: Aset Tetap). Biaya imbalan pascakerja yang dimasukkan dalam biaya perolehan aset tersebut mencakup proporsi yang sesuai dari komponen yang dicantumkan dalam paragraf 120.

122. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Namun demikian, entitas dapat mengalihkan jumlah yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain tersebut pada akun lain dalam ekuitas. Bunga Neto Atas Kewajiban (Aset) Imbalan Pasti Neto.

123. Bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto ditentukan berdasarkan mengalikan liabilitas (aset) imbalan pasti neto dengan tingkat diskonto yang ditentukan dalam paragraf 83, keduanya ditentukan pada awal periode pelaporan tahunan, memperhitungkan setiap perubahan dalam liabilitas (aset) imbalan pasti neto selama periode sebagai akibat dari iuran dan pembayaran imbalan.

124. Bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto dapat dipandang sebagai komponen yang terdiri dari pendapatan bunga dari aset program, biaya bunga atas kewajiban imbalan pasti, dan bunga atas dampak batas atas dari aset yang dinyatakan dalam paragraf 64.

125. Pendapatan bunga atas aset program adalah komponen dari imbal hasil atas aset program, dan ditentukan dengan mengalikan nilai wajar aset program dengan tingkat diskonto yang ditentukan dalam paragraf 83, keduanya ditentukan pada awal periode pelaporan tahunan, dengan memperhitungkan setiap perubahan aset program yang terjadi selama periode sebagai akibat dari iuran dan pembayaran imbalan. Perbedaan antara pendapatan bunga dari aset program dan tingkat imbal hasil atas aset program dimasukkan dalam pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto.

126. Bunga atas dampak batas atas aset merupakan bagian dari perubahan keseluruhan atas dampak batas atas aset, dan ditentukan dengan mengalikan dampak batas atas aset dengan tingkat diskonto yang ditentukan dalam paragraf 83, keduanya ditentukan pada awal periode pelaporan tahunan. Perbedaan antara jumlah tersebut dan perubahan keseluruhan dalam dampak batas atas aset dimasukkan dalam pengukuran kembali dari liabilitas (aset) imbalan pasti neto.

 

Pengukuran Kembali Atas Liabilitas (Aset) Imbalan Pasti Neto

127. Pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto terdiri atas:

  • keuntungan dan kerugian aktuarial (lihat paragraf 128 dan 129);
  • imbal hasil atas aset program (lihat paragraf 130), tidak termasuk jumlah yang dimasukan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto (lihat paragraf 125); dan
  • setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto (lihat paragraf 126).

128. Keuntungan dan kerugian aktuaria dapat timbul dari kenaikan atau penurunan nilai kini kewajiban imbalan pasti karena perubahan asumsi aktuaria dan penyesuaian atas pengalaman. Penyebab keuntungan dan kerugian aktuaria mencakup, sebagai contoh:

  • faktor berikut ternyata lebih tinggi atau lebih rendah dari perkiraan semula: tingkat perputaran pekerja, purnakarya dini atau tingkat mortalitas atau kenaikan gaji, imbalan (jika ketentuan formal atau konstruktif dari suatu program mengatur kenaikan imbalan akibat inflasi) atau biaya kesehatan;
  • dampak perubahan asumsi terkait opsi pembayaran imbalan;
  • dampak perubahan estimasi terhadap tingkat perputaran pekerja, purnakarya atau kematian atau kenaikan gaji, imbalan (jika ketentuan formal atau konstruktif dari suatu program mengatur kenaikan imbalan akibat inflasi) atau biaya kesehatan masa depan; dan
  • dampak perubahan tingkat diskonto.

129. Keuntungan dan kerugian aktuarial tidak mencakup perubahan nilai kini kewajiban imbalan pasti karena pemberlakuan awal, amandemen, kurtailmen, atau penyelesaian program imbalan pasti, atau perubahan imbalan terutang berdasarkan program imbalan pasti. Perubahan tersebut mengakibatkan biaya jasa lalu atau keuntungan atau kerugian atas penyelesaian.

130. Dalam menentukan imbal hasil atas aset program, entitas menguranginya dengan biaya pengelolaan aset program dan pajak apapun yang yang terutang oleh program itu sendiri, selain pajak yang termasuk dalam asumsi aktuaria yang digunakan untuk mengukur kewajiban imbalan pasti (paragraf 76). Biaya administrasi lain tidak dikurangkan dari imbal hasil atas aset program.

 

Penyajian

Saling Hapus

131. Entitas melakukan saling hapus antara aset terkait dengan satu program dan liabilitas terkait dengan program lain jika, dan hanya jika, entitas:

  • mempunyai hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk menggunakan surplus pada satu program untuk menyelesaikan kewajiban program lain; dan
  • bermaksud untuk: menyelesaikan kewajiban dengan dasar neto, atau merealisasi surplus pada satu program dan menyelesaikan kewajiban program lain secara simultan.

132. Kriteria saling hapus adalah serupa dengan yang ditetapkan untuk instrumen keuangan dalam PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian.

Perbedaan Aset Lancar dan Tidak Lancar

133. Sejumlah entitas membedakan aset lancar dari aset tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dari liabilitas jangka panjang. Pernyataan ini tidak menentukan apakah entitas membedakan asetlancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang yang berasal dari imbalan pascakerja.

Komponen Biaya Imbalan Pasti

134. Paragraf 120 mensyaratkan entitas untuk mengakui biaya jasa dan bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto dalam laba rugi. Pernyataan ini tidak menentukan bagaimana entitas menyajikan biaya jasa dan bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto. Entitas menyajikan komponen tersebut sesuai dengan PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan.

 

Pengungkapan

135. Entitas mengungkapkan informasi yang:

  • menjelaskan karakteristik program imbalan pasti dan risiko yang terkait (lihat paragraf 139);
  • mengidentifikasi dan menjelaskan jumlah yang timbul dari program imbalan pasti dalam laporan keuangan (lihat paragraf 140–144); dan
  • menjelaskan bagaimana program imbalan pasti dapat berdampak terhadap jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas entitas di masa depan (lihat paragraf 145–147).

136. Untuk memenuhi tujuan paragraf 135, entitas mempertimbangkan semua hal berikut:

  • seberapa banyak rincian yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan pengungkapan;
  • seberapa banyak penekanan yang ditempatkan di setiap persyaratan;
  • seberapa jauh agregasi atau disagregasi yang harus dilakukan; dan
  • apakah pengguna laporan keuangan memerlukan informasi tambahan untuk mengevaluasi informasi kuantitatif yang diungkapkan.

137. Jika pengungkapan yang diberikan sesuai dengan persyaratan dalam Pernyataan ini dan PSAK/ISAK lainnya tidak mencukupi untuk memenuhi tujuan dalam paragraf 135, suatu entitas harus mengungkapkan informasi tambahan yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tersebut. Sebagai contoh, entitas dapat menyajikan analisis dari nilai kini kewajiban imbalan pasti yang membedakan sifat, karakteristik, dan risiko kewajiban. Pengungkapan tersebut membedakan:

  • antara jumlah yang terutang kepada anggota aktif, anggota yang ditangguhkan, dan pensiunan.
  • antara imbalan yang vesting dan imbalan yang telah diakru tetapi belum vesting.
  • antara imbalan bersyarat, jumlah yang dapat diatribusikan ke kenaikan gaji di masa depan dan imbalan lainnya.

138. Entitas menilai apakah semua atau beberapa pengungkapan harus dipisahkan untuk membedakan program atau kelompok program dengan risiko material yang berbeda. Sebagai contoh, entitas dapat memisahkan pengungkapan mengenai program yang menunjukkan satu atau lebih dari fitur berikut:

  • perbedaan letak geografis.
  • perbedaan karakteristik seperti program gaji pensiun rata (flat), program gaji pensiun terakhir, atau program kesehatan pascakerja.
  • perbedaan lingkungan pengaturan.
  • perbedaan segmen pelaporan.
  • perbedaan pengaturan pendanaan (yaitu sepenuhnya tidak didanai, sepenuhnya atau sebagian didanai).

 

Karakteristik Program Imbalan Pasti dan Risiko Yang Terkait Dengan Program Tersebut

139. Entitas mengungkapkan:

(a) informasi mengenai karakteristik program imbalan pasti, termasuk:

  • sifat dari imbalan yang diberikan oleh program (contohnya program imbalan pasti dengan gaji terakhir atau program berbasis iuran dengan jaminan).
  • deskripsi kerangka peraturan di mana program beroperasi, sebagai contoh tingkat persyaratan pendanaan minimum, dan setiap dampak dari kerangka peraturan terhadap program, seperti batas atas aset (lihat paragraf 64).
  • deskripsi tanggung jawab lain dari setiap entitas atas pengaturan program, sebagai contoh tanggung jawab wali amanat atau anggota dewan dari program. deskripsi risiko dimana program memberikan eksposur terhadap entitas, terfokus pada setiap risiko yang tidak biasa, risiko entitasspesifik, atau risiko program-spesifik, dan setiap konsentasi risiko yang signifikan. Misalnya, jika aset program diinvestasikan terutama dalam satu kelas investasi, Sebagai contoh properti, program tersebut dapat memberikan eksposur kepada entitas terhadap konsentrasi risiko pasar properti.

(c) deskripsi dari setiap amandemen, kurtailmen, atau penyelesaian

Disarikan dari: Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK 24) Tentang Imbalan Kerja, Diterbitkan oleh: Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia), Hal: 24.37- 24.41.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

amnesti-pajak-sarana-menuju-kemandirian-bangsa

Amnesti Pajak: Sarana Menuju Kemandirian Bangsa

Selengkapnya →