Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Umum  >  Artikel saat ini

Investasi: Konsep dan Jenis Reksa Dana di Indonesia

Oleh   /   Senin 20 Mei 2013  /   Tidak ada komentar

Secara singkat konsep Reksa Dana merupakan kumpulan dana dari masyarakat yang diinvestasikan ke dalam berbagai produk investasi oleh manajer investasi. Dengan konsep tersebut sebenarnya ada tiga pokok penting dan satu pokok yang tersirat yang harus dipahami yaitu adanya dana yang dikumpulkan dari masyarakat.

keuangan LSM

pertama, adanya dana yang dikumpulkan dari masyarakat, Kedua, diinvestasikan kepada berbagai produk investasi, Ketiga, dengan konsep investasi pada berbagai instrumen investasi

Secara singkat konsep Reksa Dana merupakan kumpulan dana dari masyarakat yang diinvestasikan ke dalam berbagai produk investasi oleh manajer investasi. Dengan konsep tersebut sebenarnya ada tiga pokok penting dan satu pokok yang tersirat yang harus dipahami yaitu pertama, adanya dana yang dikumpulkan dari masyarakat. Dana tersebut bervariasi dari yang kecil sampai yang paling besar.

Peraturan Badan Pengelola Pasar Modal (Bapepam) sebagai lembaga yang mengawasi aktifitas Reksa Dana menyebutkan setiap investor dapat membeli unit penyertaan Reksa Dana sebesar maksimum 2 persen dari total Unit Penyertaan yang rencana dikeluarkan. Besarnya Unit Penyertaan tersebut diungkapkan di Prospektus Reksa Dana yang bersangkutan.

Bila Reksa Dana menyebutkan mengeluarkan 1 miliar Unit Penyertaan, maka investor hanya dapat membeli maksimum 20 juta Unit Penyertaan atau 2 persen dari 1 miliar Unit Penyertaan.

Kedua, diinvestasikan kepada berbagai produk investasi. Investasi Reksa Dana masih konvensional karena produk instrumen investasi di Indonesia masih sangat terbatas. Adapun instrumen investasi yang diinvestasikan Reksa Dana yaitu SBI, deposito, commercial paper/promissory notes, medium term notes (MTNs), Obligasi Pemerintah dan Obligasi Perusahaan Swasta, Obligasi konversi serta saham. Reksa Dana tidak bisa melakukan investasi pada derivatif karena dilarang peraturan yang dikeluarkan oleh Bapepam. Dengan sangat terbatasnya instrumen investasi tersebut, maka Reksa Dana tersebut sangat terbatas juga ruang geraknya, sehingga isian portofolio berbagai Reksa Dana yang dikelola Manajer Investasi hampir sama. Ketiga, dengan konsep investasi pada berbagai instrumen investasi, maka Reksa Dana merupakan investasi yang berjangka menengah dan jangka panjang. Bila investor ingin melakukan investasi dalam jangka pendek sekali sebaliknya pada deposito. Pokok penting ketiga ini merupakan karakteristik yang tersirat dari konsep Reksa Dana. Keempat, lembaga yang mengelola Reksa Dana tersebut dikenal sebagai Manajer Investasi. Manajer investasi tersebut harus mempunyai lisensi dari Bapepam. Manajer investasi tersebut baik secara perorangan maupun sebagai perusahaan harus mempunyai lisensi dari Bapepam. Manajer investasi yang baik akan selalu mempunyai track record yang dicapai dan selalu menjaga reputasi tersebut. Biasanya Manajer Investasi yang mempunyai nama akan selalu menjaga namanya karena prinsip yang dipegang seperti peribahasa “setitik noda akan merusak sekuali susu”. Artinya, para manajer investasi tersebut akan menghindari pekerjaan yang menjelekkan namanya, terutama manajer investasi yang telah mempunyai nama di dunia internasional.

 

Jenis Reksa Dana

Ada dua jenis Reksa Dana yaitu Reksa Dana Tertutup dan Reksa Dana Terbuka. Reksa Dana Tertutup adalah Reksa Dana yang transaksi perdagangan Unit Penyertaan dilakukan di Bursa Saham karena pemegang Unit Penyertaan memiliki saham atau pemegang unit menjual ke bursa sehingga permintaan dan penawaran merupakan harga dari unit. Bila investor tidak ada yang membeli saham tersebut, maka investor tidak akan memperoleh dana secepatnya. Di samping itu, jumlah unit saham yang diterbitkan oleh perusahaan sama jumlahnya dari waktu ke waktu terkecuali adanya tindakan perusahaan (corporate action). Reksa Dana terbuka yaitu Reksa Dana di mana pemegang unit menjual unitnya langsung kepada Manajer Investasi. Harga unit ditentukan oleh harga penutupan perdagangan pada hari yang bersangkutan. Oleh karenanya, investor tidak mengetahui harga jual atau beli dari unit penyertaan dan akan diketahui pada esok harinya.

Reksa Dana dapat juga diklasifikasikan berdasarkan jenis investasi dari Reksa Dana tersebut yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Obligasi, Saham dan Campuran. Reksa Dana Pasar Uang di mana dananya diinvestasikan pada instrumen pasar uang. Reksa Dana Obligasi adalah Reksa Dana yang diinvestasikan pada obligasi dan sekitar 5 persen sampai 10 persen diinvestasikan pada pasar uang/kas untuk menjaga penarikan dari investor. Reksa Dana Saham adalah Reksa Dana yang dananya hampir seluruhnya diinvestasikan pada saham dan sekitar 5 persen sampai 10 persen menginvestasikan pada kas atau pasar uang untuk menjaga adanya penarikan dari Investor. Reksa Dana Campuran adalah reksa dana yang dananya diinvestasikan pada saham, obligasi, pasar uang, dan sejumlah kas untuk berjaga-jaga. Biasanya manajer investasi harus melakukan investasi pada cash untuk berjaga-jaga membayar investor yang keluar. Walaupun dalam bentuk cash, manajer investasi mendapatkan tingkat pengembalian, tetapi sangat kecil di mana saat ini dalam bentuk rekening koran sekitar 3 persen sampai dengan 6 persen sesuai dengan bank masing-masing.

Selanjutnya, Reksa Dana tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan risiko dari Reksa Dana tersebut. Risiko tersebut dikelompokkan dari yang terendah sampai tertinggi berdasarkan risiko instrumen yang menjadi investasi Reksa Dana tersebut.

Bila jenis Reksa Dana tersebut diklasifikasikan berdasarkan tingkat pengembalian dan risiko, maka Reksa Dana yang mempunyai tingkat pengembalian yang rendah dan risiko rendah dikenal dengan Reksa Dana Pasar Uang (RDPU). Kemudian, risikonya lebih tinggi dan tingkat pengembaliannya sedikit lebih tinggi dikenal dengan Reksa Dana Obligasi. Risiko lebih tinggi dan tingkat pengembalian lebih tinggi, maka Reksa Dana disebut sudah memasuki Reksa Dana Campuran yaitu campuran instrumen saham dan instrumen berpendapatan tetap. Kemudian Reksa yang mempunyai risiko tinggi dan tingkat pengembalian tinggi tersebut dengan Reksa Dana Pertumbuhan Agresif.

Kemudian, Reksa Dana yang bersangkutan dapat juga melakukan investasi pada Reksa Dana lain, baik itu Reksa Dana yang diterbitkan di luar negeri maupun di negara yang bersangkutan Reksa Dana tersebut diterbitkan. Bila Reksa Dana hanya melakukan investasi pada Reksa Dana di dalam negeri maupun Reksa Dana Luar Negeri disebut dengan Reksa Dana Master Fund. Sedangkan Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada Reksa Dana luar negeri dikenal dengan Feeder Fund. Reksa Dana yang diterbitkan di Indonesia belum dapat melakukan investasi pada Reksa Dana lain. Tetapi, dengan aturan bahwa Reksa Dana bisa melakukan investasi ke luar negeri sebesar 15 persen, maka ada kemungkinan Reksa Dana Indonesia tersebut melakukan investasi pada Reksa Dana di luar negeri. Walaupun demikian, kebebasan investasi keluar negeri sebesar 15 persen diizinkan oleh Bapepam. Sampai saat buku ini ditulis belum satu pun Manajer Investasi yang melakukan investasi ke luar negeri. Berbagai faktor yang membuat manajer investasi tersebut tidak melakukan investasi ke luar negeri. Salah satu faktor penting yang membuat tidak melakukan investasi yaitu masih bertumbuhnya investasi di dalam negeri ini.

 

Reksa Dana Terproteksi

Baru-baru ini Bapepam mengeluarkan satu jenis baru yaitu Reksa Dana terproteksi. Reksa Dana Terproteksi adalah sebuah Reksa Dana yang nilai pokok investasinya terproteksi bila dicairkan pada akhir periode perjanjian. Terproteksinya nilai pokok investasi karena struktur investasi yang membuat nilai pokok tidak mengalami penurunan. Periode perjanjian Reksa Dana umumnya tiga sampai lima tahun. Investor yang melakukan pencairan sebelum periode perjanjian akan mengalami kerugian karena Reksa Dana ini tidak membuat nilai pokok dari awal investasi sama dengan pada akhir periode investasi. Dalam Reksa Dana Terproteksi ini, jumlah pemegang unit diharapkan tidak berubah selama periode perjanjian Reksa Dana. Bila ada perubahan, maka pengurangan jumlah unit yang ada, tetapi penambahan unit holder juga tidak terjadi sehingga risiko pengurangan nilai ada pada investor. Jumlah aset Reksa Dana ini tidak besar sekali karena keterbatasan investor yang melakukan investasi dikarenakan periode investasi yang cukup panjang. Manajer investasi, bank kustodian, akuntan publik serta pihak lain yang terkait mengelola Reksa Dana ini akan mendapat fee yang cukup kecil dibandingkan dengan yang normal dikarenakan tidak banyaknya perubahan portofolio Reksa Dana. Risiko yang dihadapi investor melakukan investasi pada Reksa Dana ini paling besar pada struktur investasinya. Umumnya, Reksa Dana ini sudah dikenal di negara-negara maju, bahkan Reksa Dana ini sangat digandrungi oleh investornya. Bagi negara-negara yang mempunyai kebijakan tingkat bunga yang sangat kecil sekitar satu persen sampai 2 persen sangat cocok menerbitkan dan mengimbau masyarakatnya pada instrumen karena membantu pendanaan jangka menengah dan panjang.

Untuk memahami lebih jelas proses investasi ini, maka perlu dijelaskan proses pembentukan. Misalkan, didirikan sebuah Reksa Dana Terproteksi Janjimatogu dengan nilai Rp 200 miliar dengan periode selama 3 tahun. Investor yang melakukan investasi terhadap Reksa Dana ini tidak ada aturannya, tetapi karena ini dianggap merupakan penawaran publik dan harus tercatat di Pengawas Pasar Modal negara yang bersangkutan, maka diharapkan investornya minimum 50 orang. Bila investor sebanyak 50 orang, maka setiap investor bisa melakukan investasi minimum Rp 4 miliar per investor. Tetapi, para manajer investasi menginginkan investor yang banyak untuk menyatakan bahwa produk ini sangat bagus dan digemari oleh investor, maka dibuat setiap investor dapat melakukan investasi minimum sebesar Rp 25 juta. Selanjutnya, dana terkumpul dilakukan investasi terhadap sebuah aset berpendapatan tetap yang mempunyai jangka waktu 3 tahun dan biasanya ke obligasi berkupon nol (Zero Coupon Bond). Artinya, investasi pada obligasi berkupon nol ini jatuh tempo 3 tahun lagi dengan nilai Rp 200 miliar dan saat dibeli tidak senilai tersebut. Bila tingkat bunga yang berlaku dengan bebas risiko seperti obligasi pemerintah atau SBI sebesar 10 persen, maka obligasi ini dibeli senilai Rp 150,263 miliar dengan menggunakan metode kompoun. Pembelian obligasi pemerintah oleh Reksa Dana untuk membuat investor merasa aman dan risiko kecil berinvestasi pada Reksa Dana terproteksi ini. Selisih dana sebesar Rp 49,737 miliar digunakan untuk membayar biaya pengelolaan kepada manajer investasi, biaya bank kustodian, biaya akuntan publik untuk audit, biaya pengacara, dan melakukan investasi agar investor dapat memperoleh tingkat pengembalian pada akhir periode Reksa Dana Terproteksi tersebut. Investasi yang memberikan tingkat pengembalian tinggi yaitu saham dan opsi. Reksa Dana ini diminati oleh investor karena Manajer Investasi memberikan target tingkat pengembalian bila melakukan investasi yang terbaik serta transparan untuk struktur investasi nilai pokok sehingga investor dapat menilai risikonya. Dengan contoh ini, maka nilai investasi Reksa Dana bertumbuh dari Rp 150,263 miliar sampai Rp 200 miliar pada akhir tahun ketiga secara straight line. Oleh karenanya, investor akan mengalami kerugian bila mengalami kerugian bila pencarian di antara waktu periode.

Uraian contoh Reksa Dana tersebut memperlihatkan bahwa risiko yang dialami investor sangat kecil terkecuali pemerintah tidak melakukan pembayaran atau mengganti obligasinya dengan obligasi terbaru. Manajer investasi harus mencari investor terbaru untuk membayar dana investor yang lama karena pemerintah hanya bisa membayar dengan kertas saja. Bila portofolio investasi Reksa Dana bukan obligasi pemerintah, maka risiko yang dialami investor yaitu kegagalan portofolio tersebut dibayarkan yang dikenal default risk.

Untuk kasus Indonesia, membuat Reksa Dana Terproteksi harus pintar membuat struktur portofolionya dikarenakan belum ada obligasi berkupon nol yang ditawarkan pemerintah untuk menjadi portofolionya. Timbulnya, Reksa Dana Terproteksi tergantung perhitungan dan struktur obligasi swasta dan pemerintah dalam portofolionya. Bila portofolionya obligasi yang ditawarkan swasta, maka risiko yang dihadapi investor yaitu risiko default, tidak mampunya swasta tersebut membayar jatuh tempo. Risiko tingkat bunga dikarenakan ditawarkan pada saat tingkat bunga rendah dan hilangnya kesempatan berinvestasi pada instrumen investasi yang lebih menarik. Risiko reputasi pengelolaan Reska Dana dikarenakan Manajer Investasi yang mengelola tidak benar dan sesuai keinginan investor.

Disarikan dari buku: Ke Mana Investasi?, penulis: Adler Haymans Manurung, halaman: 47-59.

    Cetak       Email
  • Publish: 6 tahun ago on Senin 20 Mei 2013
  • By:
  • Last Modified: Mei 20, 2013 @ 7:49 am
  • Filed Under: Umum
  • Tagged With:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →