Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Konsep Integritas dan Akuntabilitas

Oleh   /   Rabu 18 Februari 2015  /   Tidak ada komentar

Konsep integritas dan akuntabilitas merupakan konsep yang digunakan untuk membangun sistem monitoring atas program bantuan sosial pemerintah. Integritas dalam hal ini adalah suatu kondisi yang mendukung terwujudnya tujuan institusi/sistem serta mendorong terwujudnya good governance dalam institusi/sistem tersebut.

keuanganLSM

Konsep Integritas dan Akuntabilitas

Konsep integritas dan akuntabilitas merupakan konsep yang digunakan untuk membangun sistem monitoring atas program bantuan sosial pemerintah. Integritas dalam hal ini adalah suatu kondisi yang mendukung terwujudnya tujuan institusi/sistem serta mendorong terwujudnya good governance dalam institusi/sistem tersebut. Integritas dalam hal ini diasosisasikan sebagai kemampuan (power atau ability) untuk terwujudnya sesuatu, termasuk terwujudnya good governance dan tujuan institusi. Sedangkan akuntabilitas adalah bagaimana sistem/institusi melakukan respons yang menyatakan pertanggungjawabannya kepada pihak pemberi mandat. Dalam hal ini akuntabilitas diasosiasikan sebagai suatu tindakan untuk mewujudkan pertanggungjawabannya. Kekuatan dan tindakan dari institusi/sistem implementasi program bantuan sosial tersebut yang akan diukur dalam audit sosial ini.

Pendekatan penguatan sistem integritas digunakan untuk memastikan sikap para pelaksana program agar konsisten aturan dan mekanisme yang berlaku, tidak mengakali peraturan yang bertujuan pada terjadinya penyimpangan dan korupsi dan mengurangi manfaat yang diterima oleh masyarakat. Pendekatan pendidikan andragogi menjadi dasar dalam pengembangan dan penguatan kapasitas para pelaku yang terlibat ataupun terkait dengan program yang sangat mempertimbangkan pengetahuan dan pengalaman stakeholders, dan konsisten dengan kebutuhan dan dasar kemampuan.

Dalam hal ini, konsep integritas dan akuntabilitas tersebut akan berkorelasi dengan konsep supply-demand. Pendekatan supply-side bertujuan untuk meningkatkan atau membangun integritas terutama pada program-program bantuan sosial seperti Raskin, BOS dan Pupuk Bersubsidi. Hal ini diupayakan melalui assessment, mengembangkan sistem integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran dalam program BOS dan distribusi produk pada program Pupuk Bersubsidi, dan program Raskin. Pendekatan dari sisi permintaan (demand side) bertujuan untuk menguatkan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menguatkan integritas dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara, khususnya pada program BOS, Pupuk Bersubsidi, dan Raskin. Hal ini diantaranya dapat diupayakan melalui fasilitasi pemantauan oleh masyarakat (public monitoring), mendirikan pusat komunitas pada level masyarakat. Serta memfasilitasi dialog antara masyarakat sebagai penerima manfaat program dengan pemerintah sebagai penyelenggara program, dan dengan para stakeholder lain yang terlibat, mendapatkan manfaat, maupun mereka yang punya kepedulian pada program.

Penerapan Instrumen Audit Sosial Multi Stakeholder (ASMS)

Instrumen Audit Sosial Multi Stakeholder telah diuji-coba diterapkan oleh PATTIRO (Pusat Telaah dan Informasi Regional) pada tiga program bantuan sosial pemerintah, yaitu program BOS, program Raskin dan program Pupuk Bersubsidi. Kegiatan-kegiatan ini dilakukan di 10 kota/kabupaten pada 8 propinsi di Indonesia. Ujicoba tersebut dilakukan dengan dukungan dari USAID dalam sutu program kerjasama bernama Program Penguatan Integritas dan Akuntabilitas-2 atau Strengthening Integrity and Accountability Program (SIAP-2). Waktu keseluruhan untuk menyelenggarakan proyek ini selama 24 bulan. Dalam prgram SIAP-2 tersebut, kegiatan lain yang terkait dengan pembangunan dan implementasi instrumen Audit Sosial Multi-Stakeholder adalah:(1) assessment (riset), (2) pengembangan kapasitas, (3) advokasi, serta (4) aktivitas pendukung bagi 3 aktivitas di atas, misalnya lokakarya pelaksana program untuk persiapan dan koordinasi, penulisan dan penerbitan buku, dan pembuatan dokumentasi film.

Ujicoba tersebut dilaksanakan dengan menerapkan tiga metodologi atau pendekatan yaitu: (1) akuntabilitas sosial, (2) klem integritas, serta (3) pendidikan andragogi.

Pengembangan akuntabilitas sosial terfokus pada keterlibatan masyarakat secara penuh, baik masyarakat sendiri sebagai penerima manfaat Iangsung (seperti kelompok petani, keluarga miskin, orangtua murid) maupun melalui CSO yang peduli pada penyeleenggaraan program BOS, Pupuk Bersubsidi, dan Raskin.

Disarikan dari buku: Manual Audit Sosial Multi Stakeholder, Penulis: Ilham Cendekia Srimarga, Muchammad Fahazza, Widi Heriyanto, Hal: 13-15.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Pelaporan Keuangan Harus Mampu Menyediakan Informasi

Selengkapnya →