Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Koperasi Jadi Distributor Pupuk

Oleh   /   Rabu 14 Oktober 2015  /   Tidak ada komentar

Pemerintah berkomitmen meningkatkan peran koperasi, termasuk menyalurkan pupuk bersubsidi. Koperasi yang memenuhi syarat berpeluang mendistribusikan pupuk bersubsidi.

Koperasi Jadi Distributor Pupuk

Koperasi Jadi Distributor Pupuk

Sumber: Kompas, 9 Maret 2015.

Pemerintah berkomitmen meningkatkan peran koperasi, termasuk menyalurkan pupuk bersubsidi. Koperasi yang memenuhi syarat berpeluang mendistribusikan pupuk bersubsidi.

“Kami ingin mengembalikan peran koperasi sebagai soko guru perekonomian yang dengan jaringan dan kekuatannya mampu memberikan jaminan keamanan distribusi pupuk bersubsidi, benih, dan lainnya,” kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (7/3), seusai peluncuran koperasi sebagai distributor pupuk bersubsidi.

Pada kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan perjanjian penyaluran pupuk bersubsidi antara produsen dan koperasi. Produsen pupuk adalah PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kaltim, dan PT Pusri Palembang. Adapun pihak koperasi yang dilibatkan adalah Koperasi Unit Desa (KUD) Dampit wilayah kerja Malang, KUD Tri Karya wilayah kerja Banyuwangi, dan Pusat KUD Banten wilayah kerja Lebak.

Rachmat mengingatkan distributor agar menyalurkan pupuk bersubsidi tepat sasaran dan tepat waktu kepada para petani. “Hal ini sejalan dengan visi Presiden tentang kedaulatan pangan,” ujarnya.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah AA Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, program peningkatan peran koperasi sebagai distributor pupuk bersubsidi berawal dari masukan pelaku koperasi di daerah-daerah. “Jadi, saya meminta Menteri Perdagangan mengembalikan secara bertahap penyaluran pupuk bersubsidi ke koperasi. Permintaan itu disetujui sehingga mulai dijalankan dan diluncurkan secara perdana di KUD Dampit,” ujarnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengatakan, saat ini ada 2.000 lebih distributor dan 50.000 lebih pengecer pupuk bersubsidi. “Untuk menggantikan yang tidak kompeten, kami mengajukan koperasi yang dinilai layak. Ada 150 koperasi diajukan, tetapi setelah diteliti lagi ada 93 koperasi yang layak.” katanya.

Dari jumlah itu, ada delapan koperasi di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali yang siap menjadi distributor pupuk bersubsidi. Sesuai regulasi, penunjukan distributor dilakukan produsen.

Persyaratan koperasi menjadi distributor pupuk antara lain sudah berpengalaman menjadi penyalur dan memiliki kekuatan pembiayaan. “Selain itu, harus mempunyai gudang serta jaringan transportasi pengecer agar pupuk dapat didistribusikan kepada petani,” kata Srie.

Bupati Malang Rendra Kresna mengatakan, di wilayahnya saat ini ada 1.104 koperasi dengan 273.000 anggota. Total aset koperasi sekitar Rp 1,480 triliun dan sisa hasil usaha Rp 33 miliar. (CAS)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →