Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Referensi  >  Referensi Buku  >  Artikel saat ini

Korupsi, sebuah Novel, Pramoedya Ananta Toer

Oleh   /   Minggu 26 Desember 2010  /   Tidak ada komentar

Korupsi penyakit masyarakat sesuai keberadaan umat manusia hidup di bumi yang tiada pernah tersembuhkan. Sebagai pemerhati jeli yang senantiasa terlibat langsung dalam kehidupan lingkungannya, gejala masyarakat itu tidak luput dari kekaryaan Pramoedya sebagai pengarang.

keuangan LSM

Korupsi, sebuah Novel, Pramoedya Ananta Toer

Korupsi (1954)
(2002 – cetakan ulang dengan EYD)
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : HASTA MITRA Jakarta-2002
Kulit Muka : Hitam Graphic Studio
ISBN : 979-8659-26-0

Korupsi penyakit masyarakat sesuai keberadaan umat manusia hidup di bumi yang tiada pernah tersembuhkan.

Sebagai pemerhati jeli yang senantiasa terlibat langsung dalam kehidupan lingkungannya, gejala masyarakat itu tidak luput dari kekaryaan Pramoedya sebagai pengarang.

Kisah ini ditulis di tahun 1953 semasa ia selama enam bulan bermukim di Belanda. Yang menarik dari karya Pramoedya ini adalah berbagai tergambar sesuatu “mutasi sosial” dalam permainan korupsi itu. Yang semula kecil, mewabah luas menjadi kebiasaan soaial.

Pada awalnya korupsi terpaksa dilakukan seorang pegawai kecil gara-gara tekanan ekonomi dan inflasi, gaji yang kecil sudah tidak mampu membiayai hidup keluarga. Jalan pintas – seperti sudah dilakukan lebih dulu oleh rekan-rekannya ternyata nyaman sekali, dia sukses sebagai koruptor yang menikmati segala kemewahan di kota besar. Perbuatannya tertentu berakhir di tempat setiap koruptor seharusnya berada: penjara.

Pada saat Pramoedya menulis kisah masyarakat ini, skala korupsi dan penggelapan dana publik yang terlibat seakan tak ada artinya dengan KKN yang kita alami semasa rejim Soeharto berkuasa sampai sekarang. Situasi dan kondisi lain, hakekat masih tetap sama.

    Cetak       Email

About the author

Yudhis adalah salah satu pengelola keuangan LSM, aktif di Yayasan Penabulu sebagai program officer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Akuntansi Desa

Selengkapnya →