Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Tanya Jawab  >  Artikel saat ini

KPMG untuk Audit Project EU

Oleh   /   Kamis 7 Mei 2015  /   Tidak ada komentar

keuanganLSM

KPMG untuk Audit Project EU

(Tanya jawab ini disarikan dari diskusi komunitas di mailing list keuanganLSM)

Gabung Milis KeuanganLSM.

Q: Teman-teman apakah ada yang pernah diaudit oleh KPMG untuk project EU?

(KPMG adalah salah satu yang terbesar layanan profesional perusahaan di dunia dan salah satu dari Empat Besar auditor, bersama dengan Deloitte, Ernst & Young (EY) dan PwC. Markas global terletak di Amstelveen, Belanda.)

A: Auditor di setiap (KAP) Kantor Akuntan Publik memiliki panduan untuk melakukan tugasnya dan berada di bawah pengawasan IAPI.

Jadi, setiap KAP memiliki cara yang sama baik dari sampling sampai kepada pembuatan opini audit.

Memilih KAP baiknya yang ada dalam daftar Kementrian Keuangan maupun BAPEPAM.

Apalagi KPMG termasuk KAP Big Four. Jadi tidak perlu diragukan lagi keahliannya melakukan pekerjaan audit.

Apabila masih penasaran dengan KPMG, mohon untuk via jalur pribadi ke salah 1 member milis ini.

A: Sebenarnya tidak usah terlalu khawatir dengan audit program EU. Pilih auditor yang biasa menangani LSM dan berikan panduan audit dari EU, selama mengikuti panduan EU dan menggunakan format dari EU tidak ada masalah. Program EU pd pekerjaan saya yg lalu juga tidak menggunakan auditor besar tapi selama mereka bisa memenuhi panduan dan permintaan EU tidak ada masalah.

A: Setuju dengan diatas. Tambahan lagi bahwa untuk project EU akan lebih baik kalau kita juga membuat sebuah SOP untuk pelaksanaan projectnya itu sendiri dengan mengacu kepada guideline EU dan dimintakan approval kepada EU sebagai tambahan apabila ada beberapa hal yang tidak terdapat didalam guideline EU/atau perlu penyesuaian atas pelaksanaan kegiatan.

A: Saya sudah lama alih profesi dari auditor menjadi auditee.

Tapi dari pengalaman- pengalaman saya dan yang terakhir di 2010, EU lebih memilih menerapkan AUP daripada audit terhadap para grantee nya.

Sayangnya saat ini donor kami tidak ada yang dari EU.

Tapi anda bisa melihatnya dalam grant agreement Proyek serta panduan keuangan/audit dari si Donor. Perhatikan apakah yang diminta adalah audit atas laporam keuangan proyek ataukah Agreed Upon Procedures/AUP.

AUP tidak terbit opini seperti audit. Tetapi saat ini beberapa Donor selain EU mulai memilih menerapkan AUP drpd audit karena dengan AUP mereka bisa menerapkan prosedur-prosedur tertentu yang harus dijalankan oleh si auditor. Biasanya EU: menentukan banyaknya sample minimal sekian persen (65% kalau tidak salah), kalau ditemukan findings lebih dari sekian persen atas sample tersebut (10% kalau tidak salah juga) maka jumlah sample harus ditambah sampai menjadi sekian persen (85% again, kalau ga salah.. ya berarti bener.. ).

Sedangkan dalam audit ada yang namanya materiality dan test of control yang akan menentukan jumlah sample yang akan diambil oleh auditor.

Sehingga dengan kata lain, AUP/Audit dua-duanya punya plus dan minus dari sisi mereka sendiri.

Pastinya dalam memilih auditor, lihat dulu dalam Grant Agreement serta financial guidelines mereka. Sehingga ketika mengirimkan RFP dan menerima proposal bisa membandingkannya dengan guidelines apakah sudah benar atau belum karena dalam AUP seluruh prosedur menjadi tanggungjawab yang meminta AUP dan bukan auditornya.

Pastikan juga proyek tersebut apakah donor hanya dari EU atau berupa konsorsium di mana EU misalnya hanya menjadi mitra dan panduan utama harus mengikuti panduan dari Leader Konsorsium tsb.

A: Kayaknya AUP ini mirip audit Sarbaney Oxley ya?

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Bagaimana Perhitungan Pembayaran Pada BPJS Perusahaan Jika Sudah Melebihi Quota?

Selengkapnya →