Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Kredit UMKM Mahal

Oleh   /   Jumat 8 Juni 2012  /   Tidak ada komentar

Tingkat persaingan dan biaya operasional ini merupakan dua hal yang cukup berperan dalam pembentukan bunga kredit. Akibatnya, bunga kredit mikro dan kredit UKM lebih tinggi daripada suku bunga kredit korporasi.

keuanganLSM

Kredit UMKM Mahal

Sumber: KOMPAS, Rabu, 30 Mei 2012, Halaman: 17.

Jakarta, Kompas – Kendati pemain baru di kredit mikro serta kredit usaha kecil menengah bermunculan, tingkat persaingan bank dalam kredit mikro dan usaha kecil masih kalah ketat dibandingkan dengan kredit korporasi. Selain itu, biaya operasional kredit korporasi juga lebih rendah.

Tingkat persaingan dan biaya operasional ini merupakan dua hal yang cukup berperan dalam pembentukan bunga kredit. Akibatnya, bunga kredit mikro dan kredit UKM lebih tinggi daripada suku bunga kredit korporasi.

Ekonom Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Mirza Adityaswara, menyampaikan hal itu di Jakarta, Selasa (29/5). ”Belum termasuk komponen bunga untuk menutup risiko kredit macet,” katanya soal biaya suku bunga kredit UMKM.

Umumnya, risiko kredit korporasi lebih kecil dibandingkan dengan risiko kredit UKM dan mikro. Suku bunga kredit korporasi pun lebih kecil ketimbang UKM dan mikro.

Data Bank Indonesia, total baki debet kredit UMKM menurut klasifikasi usaha sebesar Rp 481,175 triliun per Maret 2012, dengan 8,786 juta rekening kredit. Jumlah itu terdiri dari kredit usaha mikro Rp 105,157 triliun, kredit usaha kecil Rp 150.884 triliun, dan kredit usaha menengah Rp 225,153 triliun.

Bank yang sejak dini masuk ke bisnis kredit UMKM adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kini, bank lain juga gencar masuk ke bisnis ini, antara lain PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk.

Meskipun pemain kredit mikro dan UKM sudah mulai banyak, suku bunga tetap masih tinggi. Padahal, potensi kredit UMKM sangat besar, dengan sekitar 50 juta UMKM di Indonesia. Suku bunga kredit ini masih sekitar 33 persen per tahun.

Gubernur BI Darmin Nasution menegaskan, pangsa kredit UMKM dalam total kredit perbankan baru sekitar 20,8 persen per Maret 2012. Adapun pertumbuhan tahunannya sekitar 17,4 persen.

”Tantangannya, bagaimana menurunkan suku bunga UMKM yang masih terlalu tinggi,” kata Darmin, beberapa waktu lalu.

Mahal dan tak efektifnya kredit UMKM ke sektor pertanian juga dikeluhkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian Kementerian Pertanian Haryono. Dia mengatakan, revitalisasi pembiayaan petani belum bisa berjalan seperti yang diharapkan.

”Banyak model pembiayaan pertanian yang tidak terserap petani,” ujarnya. Karena itu, pihaknya meminta kepada Pusat Studi Ekonomi dan Kajian Pertanian Balitbang Pertanian agar melakukan kajian secara menyeluruh soal rendahnya serapan pembiayaan.

”Kalau semua pembiayaan serapannya rendah, pasti ada kesalahan dengan desain. Desain perbankan dengan kondisi di lapangan berbeda,” kata Haryono.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, pekan lalu, menyatakan, perbankan hingga kini belum menyentuh permodalan usaha perikanan dengan alasan berisiko tinggi.

Perbankan diharapkan menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada petambak udang dengan jaminan berupa bimbingan teknis dari pengusaha.

(IDR/MAS/LKT)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Sangat Perlu Dukungan Akses Pembiayaan

Selengkapnya →